Dinilai  Tak Adil Dalam Pembagian BST,  Puluhan Warga Geruduk Kantor Desa Suka Damai

0
450 views

SNN.com // Langkat — Pendataan penerima bantuan sosial Covid-19 memang akhir-akhir ini menjadi permasalahan baru yang di para pemerintah Desa, sebab Kepala Desa lah yang menjadi sasarannya amarah warga.

Dan tentu saja aksi unjuk rasa warga yang tak mendapat bantuan pasti terjadi, seperti yang terjadi di Kantor Desa Suka Damai Kecamatan Hinai Pada Selasa (14/07/20) sekitar pukul 10:00wib.

Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Suka Damai yang menuntut pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dinilai warga tidak merata kesetiap warga miskin dan terdampak Covid-19.

Kedatangan puluhan warga pun disambut oleh Ruslan Efendi selaku Kepala Desa Suka Damai dan Perangkat Desa yang dikawal oleh personil Polsek Hinai. Warga yang datang pun langsung memberikan bertubi-tubi tuntutan dan pertanyaan.

Salah satunya dari Ibu Lia yang mempertanyakan Bantuan yang dikeluarkan dari 30% Anggaran Dana Desa untuk warga yang terdampak covid-19, karena menurutnya bersama warga lain, warga yang menerima Dana tersebut tidak tahu pastinya berapa orang.

” kami minta Dana Desa 30% itu yang dikeluarkan untuk bantuan sosial ke warga itu harus terealisasikan sepenuhnya dan warga yang menerima harus sesuai dengan jumlah 30% dana desa tersebut ” ujarnya

Dalam hal ini Kepala Desa Suka Damai Ruslan Efendi juga menyampaikan Data penerima BST di Desa Suka Damai yang telah di usulkan sebanyak 828 orang namun yang terealisasi di sebanyak 199 orang, diusulkan kembali 108 orang yang valid 56 orang yang terima 28 orang.

” Kami mendata ini sampai jam 12 malam, dari 1111 warga yang ada di desa ini termasuk Pns, Polri, Tni dan perangkat desa, jadi kami usulkan 936 warga sebagai penerima, namun yang diterima 227 warga yang valid dan data yang kami terima di buku (buku data valid kemensos)  ini bahwa nama warga yang di tulis berwarna kuning lah yang diterima sebagai penerima dan yang berwarna putih tidak diterima ” kata kades ditengah perdebatan dengan warga

Sementara itu Koordinator aksi yaitu Bapak Wito juga memberikan argumen tentang warga yang berhak menerima BST dan ada juga warga yang merupakan orang terdekat Aparat desa mendapatkan bantuan Dana BST tersebut.

” kenapa hanya segitu warga yang dapat BST sementara di desa kita masih banyak janda miskin dan kurang mampu yang seharusnya dapat bntuan malah tidak sama sekali sedangan di beberapa dusun ada terdata nama warga yang merupakan orang terdekat atau saudara dari kepala dusun itu ” pungkasnya.

Dia juga merasa kecewa dengan aparat desa yang diduga tidak transparan dan merata tentang pembagian BST ini. Wito juga mengatakan bahwa Desa Suka Damai ini tidak seperti desa lainnya yang seluruh warganya rata didata dan menerima bantuan BST ini.

Tak hanya Wito saja yang menilai bahwa pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Suka Damai tak merata, ada Bapak Deli Priyanto yang mengatakan bahwa Kepala DusuN didesa Suka Damai kurang baik dalam mendata warga. Karena menurutnya dalam penerima bantuan Covid-19 ini tercantum nama beberapa warga yang sudah meninggal dan segera merevisi nama warga tersebut.

” Pak Kades, kepala dusun itu harusnya berkeliling mendata setiap warganya sebab di desa ini setiap bulannya warga atau kepala keluarga itu ada yang meninggal dan ada yang baru lahir, jadi kami minta kepala dusun untuk kembali mendata ulang setiap warganya ” tegas Deli Priyanto kepada Kepala Desa.

Deli juga menambahkan, disetiap dusun pasti ada warga yang keluar dan ada yang datang, jadi apa guna nya Kepala Dusun kalau tidak mendata warga di Dusun nya.

Jadi untuk menghindari semakin banyaknya warga yang berkumpul akhirnya Kepala Desa di dampingi Personil Tni Polri mengajak beberapa perwakilan dan koordinator warga untuk bermediasi di ruangan aula Kepala Desa Suka Damai guna menampung aspirasi masyarakat sebelum timbul amarah.

Setelah warga mendapatkan penjelasan dan keinginan mereka didengar, akhirnya seluruh masyarakat membubarkan diri masing-masing berharap tuntutan mereka dapat terealisasikan. (AY29)