Klub Hiburan Malam Tetap Beroperasi Ditengah Pandemi? Ini Kata Kadis Pariwisata

0
64 views

SNN | MEDAN – Berangkat dari incident penganiayaan dua anggota polisi oleh sekelompok orang yang melibatkan oknum anggota Dewan di salah satu tempat hiburan malam Kota Medan, pada Minggu (19/7) lalu, menjadi polemik di tengah masyarakat sehingga menimbulkan perspektif liar.

Terkait pemberitaan sebelumnya, tempat itu masih beroperasi ditengah meningkatnya kasus positiv Covid-19 yang dikhawatirkan mengabaikan protokol kesehatan seperti social distancing.

Padahal, Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 27 tahun 2020 tentang pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diteken Wali Kota Medan sejak 1 Juli 2020 lalu terdapat larangan keramaian.

Diduga implementasinya tak sesuai yang diharapkan, Pemko Medan terkesan lambat dalam menangani penyebaran wabah virus mematikan itu. Karena ramainya pengunjung tak menutup kemungkinan membengkaknya kasus baru.

Wali Kota Medan Akhyar Nasution, melalui Kadis Pariwisata Agus Suriyono, saat di konfirmasi mengenai komitmen dalam penanganan Covid-19, mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan dan mengedukasi bagi setiap pelaku usaha agar menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Perwal No. 27 tahun 2020.

“Kita terus mensosialisasikan dan mengedukasi industri pariwisata agar taat aturan, semua usaha pariwisata sudah diatur operasionalnya melalui Perwal tersebut,” Jelas Agus Suriyono.

Melihat status masih zona merah, namun diskotik masih buka hingga malam sedangkan Perwal belum dicabut. Sementara, bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan sangsi berupa penahanan KTP.

Pemko Medan khususnya Dinas Pariwisata juga membantah terkait dugaan adanya pembiaran sehingga timbul kecemburuan sosial dikalangan masyarakat terhadap pengusaha industri yang dinilai diperbolehkannya beroperasi pasca Pandemi.

“Arahan sesuai Perwal sudah jelas. untuk masyarakat Kota Medan khususnya bagi usaha industri/jasa pariwisata telah diberlakukannya Perwal No. 27 tahun 2020. Secara umum tidak ada perbedaan perlakuan antara masyarakat di Kota Medan, semua sudah diatur dalam Perwal tersebut,” bantahnya.

Selain itu, ketika disindir akankah pihaknya memberikan sangsi kepada pelaku usaha yang melanggar Perwal?, Kadis Pariwisata Kota Medan itu enggan memberikan komentar. (MA)