TERUNGKAP !!!! Oknun PNS Diduga Pelaku Pembohogan Publik Di SDN No. 025934 Binjai Barat Adalah Ibu Dan Anak.

Gambar hanya ilustrasi

SNN.com // Langkat — Terkait pemberitaan Sebelumnya pada berita SUARA NETIZEN. COM Tanggal 16 juni 2020 dengan tajuk “GUNAKAN DOKUMEN DAN DATA FIKTIF, OKNUM KEPALA SEKOLAH DAN BENDAHARA BOS SDN NO. 025934 BINJAI BARAT SUKSES HANTARKAN PEGAWAI HONORER JADI PNS DENGAN JALUR K2”, Terungkap Bahwa antara oknum bendahara BOS Ismah tanjung Dan oknum honorer fiktif yang lulus pengangkatan PNS dengan jalur K2 Diah isfianda, bukanlah hanya hubungan rekan sekerja, akan tetapi keduanya memiliki hubungan pertalian darah, Dimana sebenarnya Ismah tanjung Dan Diah isfianda adalah Ibu Dan anak kandung. Senin ( 22/06/20 )

Hal ini diketahui Dari keterangan saksi Sofian SH. Pada Saat bertemu dengan awak media, Saksi mengatakan bahwa
“Ismah tanjung itu adalah ibu kandungnya Diah isfianda, Makanya Ismah tanjung kerja Sama dengan Agustina(oknum kepala Sekolah SDN No. 025934 Binjai Barat. Red) Supaya anaknya si Diah isfianda itu bisa lulus Jadi PNS “.

Penelusuran yang awak media Lakukan di Lapangan menemukan, hal hubungan Ibu dan anak ini antara Ismah tanjung yg diketahui Sebagai guru Bidang Study pendidikan agama Islam di SDN No 025934 binjai barat dengan Diah isfianda Atau yg Biasa di sebut dengan panggilan “Vina” guru PNS dengan data fiktif itu adalah benar memiliki hubungan Sebagai Ibu Dan anak kandung.

Pada pemberitaan Sebelumnya, lulusan Universitas Al-Azhar Medan stambuk tahun 2004 ini diangkat menjadi PNS dengan melalui pengangkatan Honorer jalur K2 dengan menggunakan data Dan dokumen fiktif. Proses seleksi yg dilaksanakan mulai April 2014 Lalu dengan no peserta test seleksi 57312000827, dan dinyatakan lulus dalam daftar pengumuman kelulusan CPNS Kategori 2 pemkot binjai dgn nomor urut kelulusan 23. Kemudian pada Tanggal 01 oktober 2015 diangkat menjadi PNS dengan SK Wali Kota Binjai No. 821-619/K/Tahun 2015 pada nomor urut kelulusan 47. Mendapatkan Nip. 19860310201406 2 002 dengan pangkat/golongan Pengatur Muda/II/a. Yang ditandatangani Oleh sekretaris daerah Kota binjai H. EL Yuzar SH. MHum. Dan diketahui PJS Wali Kota Binjai dto Riadil Akhir Lubis.

Diduga Ibu Dan Anak Oknum PNS kota Binjai Pelaku Pembohongan Publik.

 

Berasarkan pada surat edaran Kepala Badan Kepegawaian Nasional No. K. 26-30/V.47-4/99 Tanggal 28 April 2014 yg ditandatangani Oleh Eko Sutrisno Kepala Badan Kepegawaian Nasional. Pada point 1. huruf b. 2 mengenai persyaratan tenaga honorer untuk dapat diangkat menjadi CPNS :
“Mempunyai masa kerja Sebagai tenaga honorer paling sedikit 1(satu) tahun pada 31 desember 2005 Dan sampai diangkat menjadi CPNS Masih bekerja Secara terus menerus”.

Berdasarkan penelusuran, keterangan saksi Dan bukti yg Ada, Modus yg dilakukan Oleh Agustina oknum kepala Sekolah Dan Ismah tanjung oknum bendahara BOS Yang diketahui juga Sebagai guru Bidang Study Agama Islam di SDN No 025934 binjai barat bersama dengan Diah isfianda adalah dengan membuat Dan mengeluarkan surat Dan dokumen fiktif atas nama Diah isfianda yg Kemudian digunakan Sebagai persyaratan untuk mengikuti proses seleksi pengangkatan honorer menjadi CPNS melalui jalur K2, yaitu antara lain:
1.SK pengangkatan Honorer guru (fiktif) atas nama Diah isfianda, mulai tahun 2004 hingga 2010.
2. Daftar absensi guru Dan pegawai serta honorer SDN No. 025934 kec binjai barat mulai periode Sept 2004 hingga oktober 2010. Yg didalam nya mencantumkan kehadiran Diah isfianda walau sebenarnya itu adalah fiktif.
3. Slip gaji fiktif atas nama Diah isfianda pada periode September 2004 hingga oktober 2010, yg dikeluarkan Oleh Ismah tanjung selaku bendahara BOS SDN No. 025934 binjai barat.
4. Surat pernyataan yg dibuat Oleh atasan langsung (Kepala Sekolah, yg dibuat Dan dikeluarkan Oleh Agustina) Bahwa Diah isfianda adalah tenaga honorer yg bekerja Secara terus menerus Dan berdedikasi.
5. Beberapa surat Dan dokumen lain nya yg dibutuhkan untuk melengkapi berkas persyaratan pengangkatan tenaga honorer Kategori II menjadi CPNS atas nama Diah isfianda.

Apapun kronologi Dari perbuatan yg dilakukan Oleh Ketika oknum tersebut adalah:
1. Juli 2004 Diah isfianda lulus Dari SMUN 5 Binjai, September 2004 Diah isfianda mendaftar di Universitas Al-Azhar Medan Sebagai Mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen.
Pada Saat yg Sama oknum Ismah tanjung Dan Agustina memasukkannya dalam daftar pegawai honorer di SDN No. 025934 binjai barat. Padahal oknum Diah isfianda tidak pernah menjalankan Tugas Dan tanggung jawabnya Sebagai tenaga honorer.
2. Tahun 2009 setelah lulus Dari Fakultas Ekonomi Universitas Al-Azhar Medan, Diah isfianda bekerja Sebagai tenaga Administrasi bagian Keuangan di RS Martha Friska pada periode 22 Desember 2009 hingga September 2010. Sehingga Mungkin untuk menjalankan Tugasnya Sebagai tenaga honorer. Sementara itu absensi pegawai honorer Dan slip gaji atas nama Diah isfianda di SDN No. 025934 Binjai Barat tetap dibuat Dan dikeluarkan Oleh oknum Agustina dan Ismah tanjung.
3. Oktober 2010 setelah berhenti bekerja Dari RS Martha Friska Barulah oknum Diah isfianda bekerja Sebagai honorer di SDN No. 025934 Binjai Barat.
4. Tahun 2014 pada Saat pemberkasan untuk seleksi pengangkatan Dari tenaga honorer menjadi CPNS Kategori 2 (K2), semua berkas Dan dokumen fiktif atas nama Diah isfianda yg Sebelumnya sudah disiapkan Oleh oknum Agustina dan Ismah tanjung digunakan untuk melengkapi persyaratan pengangkatan tersebut Oleh oknum Diah isfianda.
5. 1 oktober 2015, Diah isfianda diangkat menjadi PNS melalui jalur K2, dengan SK Wali Kota Binjai No. 821-619/K/Tahun 2015 dengan Nip. 19860310201406 2 002. Mendapatkan pangkat/golongan Pengatur Muda/II/a.
6. Tanggal 25 September 2018 Diah isfianda diangkat dengan penyetaraan ijazah S1. Berdasarkan petikan putusan wali Kota binjai No. 188.45-683/K/Tahun 2018. Yg di tandatangani Oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai M. Mahfullah P. Daulay S. STP, M. AP. Dan Wali Kota Binjai dto, Muhammad Idaham pada 25 September 2018.
Menetapkan Diah isfianda Nip. 19860310201406 2 002. Pangkat/golongan Penata Muda/III/a)
Jabatan Baru Guru Pertama.

Seperti di berita Kan Sebelumnya, sebelum berita ini di Rilis, pada Tanggal 30 maret 2020 yang Lalu, awak media menghubungi Ismah tanjung Dan Diah isfianda melalui telephone seluler untuk melakukan konfirmasi mengenai berita ini, pada pembicaraan itu Ismah tanjung berkata dengan nada lantang Dan keras pada awak media.
“Anda Siapa??? Anda Nga usah ikut campur dengan urusan Saya, Kalo mau laporkan Saya, Silahkan anda Lapor!!! Saya Nga Takut, saya punya banyak koneksi yang akan membantu Saya. Saya tidak akan di Penjara”
Maka pada Siang Hari itu juga Tanggal 30 maret 2020 laporan mengenai masalah Ini dikirim Kan dengan Nomor Surat 01/LT/03.2020. Yg ditujukan kepada instansi terkait, yaitu:
1. Wali Kota Binjai
2. Sekretaris Daerah Kota Binjai
3. Badan Kepegawaian Daerah Pemprovsu.
4. Kadis Pendidikan Provsu
5. Kapoldasu
6. Badan Kepegawaian Kota Binjai
7. Kadis Pendidikan Kota Binjai
8. Kapolresta Binjai
9. Kepala Inspektorat Kota Binjai.
Dari ke sembilan institusi yg dikirimkan surat laporan tersebut, hanya Wali Kota Binjai yg merespon, Dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas Wali Kota Binjai No. 700-3785 Tanggal 13 April 2020. Yang isinya menugaskan Tim inspektorat Daerah Kota Binjai untuk melakukan Audit Khusus terhadap ketiga oknum terlapor pada kasus ini. Akan tetapi hingga Sampai Saat Ini, belum Ada tindakan Apapun terhadap ketiga oknum tersebut, walau sudah diperintahkan Oleh wali Kota untuk melakukan audit khusus terhadap ketiganya. Saat di konfirmasi melalui Telepon oleh awak media, Ketua Tim audit inspektorat binjai atas kasus ini Ariston Daniel Gultom SE tidak mengangkat Teleponnya, Namun kemudian memblokir nomor telephone awak media.

Sementara itu hingga berita ini dirilis, Kadis Pendidikan Kota Binjai selaku kepala institusi yg menaungi kepala Sekolah, guru Dan pegawai honorer di Bidang pendidikan terkesan tutup mata Dan tidak merespon Sama sekali. Beberapa kali awak media berusaha menghubungi lewat Telepon selular akan tetapi yang bersangkutan memblokir nomor telephone awak media.

Perbuatan ketiga oknum guru Dan PNS Di lingkungan dinas pendidikan Kota binjai tersebut sangat mencoreng dunia pendidikan Dan nama baik korps PGRI. Oleh karena nya, perbuatan ketiga oknum tersebut Dan semua pihak yg terlibat dalam perbuatan yg dilakukan Oleh ketiga oknum itu Harus mendapatkan sanksi tegas sesuai hukum Dan undang undang yg Berlaku di Indonesia Raya Tercinta. (AY29)