Pimpinan DPR Legowo Menerima Tuntutan Masyarakat

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Sep 2025 19:51 117 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Aspirasi dan sejumlah tuntutan mahasiswa dan masyarakat kepada lembaga DPR RI ditanggapi bijak oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dia mengatakan pihaknya berjanji akan transparan terkait tunjangan hingga fasilitas yang didapat anggota Dewan.

“Kami akan melibatkan partisipasi publik dalam setiap proses legislasi yang dilakukan,”ujar Dasco dalam konferensi pers dengan awak media di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2025).

banner 600x600

Dalam rangka menindaklanjuti sejumlah tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat, para pimpinan lembaga DPR  terlihat legowo. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Dasco, didampingi oleh Wakil Ketua DPR yang lain, seperti Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa.

“DPR RI akan memangkas tunjangan dan fasilitas anggota DPR setelah evaluasi meliputi biaya langganan: a. daya listrik dan b. jasa telepon, kemudian biaya komunikasi intensif dan biaya tunjangan transportasi,”jelas Dasco kepada awak media.

Dasco menjamin, transparansi hingga keterlibatan masyarakat akan menjadi komitmen ke depannya. Adapun komitmen itu ditandatangani langsung oleh seluruh pimpinan di DPR RI.

“DPR RI kan memperkuat transparansi dan partisipasi publik yang bermakna dalam proses legislasi dan kebijakan lainnya,” ungkap Dasco.

Selain itu, DPR akan mengevaluasi total kebijakan yang dikatakan terutama dalam hal fasilitas yang didapat oleh anggota.
Termasuk moratorium kunjungan ke luar negeri terhitung sejak 1 September 2025 kecuali menghadiri undangan kenegaraan.

“Adapun sebagai bentuk transparansi apa yang kemudian sudah dilakukan evaluasi dengan total yang akan diterima oleh anggota DPR berupa komponen-komponen tunjangan serta hal-hal lain,” ungkapnya.

Bukan Menghilang

Selama terjadinya dinamika politik  akhir bulan Agustus lalu, ada kabar miring yang menyebut Dasco menghilang dan tak bisa dihubungi. Bagi yang memahami tugas dan fungsinya sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco kerap bekerja dalam senyap. Baginya, tidak mesti apa yang sedang dikerjakan harus diungkap ke publik. Namun, ketika kinerjanya membuahkan hasil, barulah penting disampaikan ke publik. Sebut saja soal Amnesty dan Abolisi yang disematkan kepada Hasto danTom Lembong bulan lalu. Dasco bekerja dalam senyap demi menggoalkan dua produk hukum Presiden tersebut.

Dasco pun mengklarifikasi,  dia sebenarnya bukan menghilang tapi lebih pasnya menghindari,  mengingat amarah masyarakat sedang meninggi kepada lembaga DPR.

Dasco pun menjelaskan, terkait handphonenya yang tidak bisa dihubungi disebabkan alat komunikasinya ditoksik mendadak, menjadi bricking atau mati total per sekian jam.

“Saya bukan menghilang dan tak bisa dihubungi. Penyebab saya ternilai begitu, karena handphone saya ditoksik mendadak, layanya menjadi bricking atau mati total per sekian jam. Jadi merepotkan saya untuk berkomunikasi dengan siapa pun termasuk Presiden Prabowo. Entah siapa hacker yang jahil bikin saya jadi kayak gini,” kata Dasco melalui sambungan WhatsApp, Jumat, (5/8) pagi.

Pria yang akrab disapa Don oleh rekan-rekannya di Senayan ini mengungkapkan, persoalan handphonenya ditoksik jadi bricking, adalah kendala besar yang membuat dia terpaksa menghindar. Saluran komunikasinya dengan seluruh relasi tiba-tiba terputus dan bikin dirinya kesulitan untuk berkomunikasi dan membentengi diri terhadap segala teror ancaman.

Don mengaku tidak bisa menyalahkan media massa yang memberitakan dirinya menghilang. Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah alat komunikasinya di heck sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun.

“Saya engga bisa menyalahkan media massa yang banyak memberita saya tiba-tiba menghilang tak jelas pascakerusuhan demo. Soalnya saya juga kan ga bisa dihubungi dan dikonfirmasi akibat ditoksik jadi bricking. Jadi satu-satunya pilihan dan juga yang terbaik adalah menghindar. Baru hari ini handphone saya bisa digunakan lagi. Dan ini saya manfaatkan buat klarifikasi,” katanya.
(JunHsb)

LAINNYA
error: Content is protected !!