Beranda blog

Demi Berfoya-foya, Seorang Remaja Nekat menjambret.

0

SNN.com // Langkat — Muhammad 19tahun warga Dsn. Afd. II Pondok Bengkok Desa Kwala Pesilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat diamankan ke Polsek Padang Tualang setelah nekat Jambret tas pengendara Sabtu (08/08/20) pagi sekitar pukul 08:00wib.

Ketika itu korban bernama Agustina 34tahun warga Dusun IV Sei Mati Desa Alur Gadung Kecatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat sedang melintas di Tkp Jalan umum Dusun Pondok Bengkok Desa Kwala Pesilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat dengan mengendarai Sepeda Motor Honda Beat berboncengan dengan Anak korban Nazyi Alvira dan Keponakannya Manda Egistya.

Kemudian tiba-tiba sepeda Motor korban dipepet oleh pelaku Muhammad dan langsung menarik sebuah dompet kulit bewarna kuning milik Agustina, kemudian korban berusaha mengejar dan meminta tolong.

Namun Naas bagi pelaku sebab setelah pelaku berhasil melarikan diri, ia dikejar pengendara lainnya yang melihat kejadian tersebut dan akhirnya pelaku pun diamankan warga di Dusun II Kebun Kacang Desa Padang Tualang Kabupaten Langkat.

Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Supra X 125 No. Polisi 5494 PAR, No Rangka : MH 1 JBN117EKO10128 No Mesin : JBN1E1010268 milik pelaku dan sebuah Dompet Kulit bewarna Kuning yang berisikan 2 (dua) unit HandPhone masing-masing sbb : – 1 (satu) unit HandPhone merk Mito warna Hitam – 1 (satu) unit HandPhone merk Samsung J7 warna Silver yang dicuri oleh pelaku.

Menanggapi Hal tersebut Kapolsek Padang Tualang AKP efendi Panjaitan didampingi Kanit Reskrim Ipda Sihar Sihotang membenarkan kejadian ini dan menjelaskan.

” pelaku diamankan warga ketika akan melarilan diri dan dibawa warga ke Mako untuk ditindak lanjuti ” ujarnya

Kanit Reskrim menambahkan, pelaku kini sudah ditahan dan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 7 tahun.

Diketahui pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi tersebut, hal ini dijelaskan ketika awak media mengkonfirmasi langsung ke Polsek Padang Tualang.

” Saya sudah 3 kali lakukan ini, Stabat, Brandan dan Besilam tapi ini baru ketangkapnya ” kata pelaku

Tersangka beralasan dirinya berbuat senekat ini hanya untuk berfoya-foya dan ia juga melakikan itu hanya sepontan-nitas tanpa direncakan dulu.

” gitu dijalan saya gak ada niat pak, tapi sepontas aja ketika ada sela dan keberanian ” sambungnya

Atas kejadian tersebut pelaku pun akhirnya menginap diJeruji Besi Polsek Padang Tualang Guna proses hukum selanjutnya. (AY29)

Antisipasi Warga Berbuat Anarkis, Kapolsek Secanggang Perintahkan Semua Warung Remang-remang Ditutup

0

SNN.com // Langkat — Menanggapi keresahan masyarakat Kecamatan Secanggang yang gerah dengan beroperasinya warung remang-remang di Desa Kepala Sungai. Kapolsek Secanggang didampingi babinsa dan PJU Polsek Secanggang mengundang Pemilik usaha untuk bermediasi. Jumat (07/08/20)

Bertempat Di Aula Polsek Secanggang, Pemilik Usaha Warung Remang-remang diminta pihak kepolisian untuk menutup usaha mereka sebab dinilai masyarakat menjadikan usaha mereka sarang maksiat.

Kapolsek Secanggang IPTU Mahruzar Sebayang ketika di konfirmasi mengatakan ” Kami harapkan usaha itu tutup selamanya, dan kita sudah bekerja sama dengan Muspika agar melaporkan kepada kami apabila tempat itu kembali buka ” ujarnya

Sebab apabila warung tersebut masih beroperasi maka pihak kepolisian Polsek Secanggang akan bertindak tegas, karena mengingat banyaknya masyarakat yang resah dengan usaha mereka tersebut dan di takutkan warga akan bertindak agresif.

” Kita peringatkan juga karena Warung tersebut menyediakan Miras, Musik Disko dan para wanita penghibur. Jadi alangkah baiknya mereka tutup sekarang dari pada warga nantinya berbuat anarkis ” sambung Mantan Kasi Propam Polres Langkat ini.

Namun permintaan Kapolsek Secanggang untuk menutup selamanya seperti nya dirasa berat oleh pemilik usaha sebab warung tersebut adalah penghasilan utama mereka.

Salah Satu pemilik usaha meminta keringanan kepada Kepolisian agar usahanya tetap buka dengan syarat tertentu.

” Apa gak bisa dibuat perjanjian tertulis pak, apa saja yang gak boleh kami langgar, atau gak boleh ada wanita penghibur lagi, gak ada minuman keras lagi. Jadi kami buat warung kopi biasa aja biar ada usaha kami pak ” katanya saat mediasi

Permintaan mereka pun ditolak karena kemungkinan akan kembali beroperasi seperti semula dan akan menjadi bahaya tersendiri bagi mereka pemilik usaha.

Dengan adanya mediasi yang memerintahkan menutup usaha mereka, pemilik usaha juga meminta kepada Polsek Secanggang agar semua warung remang-remang di Secanggang untuk ditutup.

” Kalau punya kami ditutup, semua warung remang-remang juga harus ditutup biar adil jangan ada pilih kasih karena ada sekitar 6 warung yang buka disini.” jelas seorang pemilik usaha .

Kapolsek Secanggang pun berjanji akan menutup semua warung remang -remang yang ada di wilkumnya demi kenyamanan masyarakat . (AY29)

Camat Gebang Kabur Ketika Akan Di Konfirmasi Mengenai Peralihan Fungsi Hutan Mangrove Jadi Kebun Sawit.

0

SNN.com // Langkat // UNESCO tetapkan 26 Juli sebagai Hari Mangrove Sedunia. Pada peringatan the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem yang pertama di tahun 2016 yang lalu, dan UNESCO menekankan pentingnya melindungi mangrove sebagai bagian dari Agenda for Sustainable Development. Jumat (07/08/20)

Nahh!! Fungsi hutan mangrove sendiri secara umum adalah sebagai paru-paru dunia, sumber ekonomi, habitat flora dan fauna, pengendali bencana. Selain itu hutan mangrove juga menjadi tempat penyimpanan air, dan untuk mengurangi polusi untuk pencemaran udara.

Dan pada Senin 3 Agustus 2020 lalu Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga memperingati Hari Mangrove Sedunia ini di Dusun VIII, Kelantan Luar, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat sebab disini merupakan salah satu hutan mangrove yang tersebar di indonesia.

Namun ketika Edy Rahmayadi berada Di tempat dirinya kecewa dengan Hutan Mangrove di Kecamatan Gebang yang beralih fungsi menjadi lahan kebun kelapa sawit. Hal ini di ungkapkan ketika ia memberikan pidato saat acara Hari Mangrove Sedunia.

” kenapa ada kebun sawit disini inikan hutan mangrove dan harus di tanam pohon mangrove bukan sawit, Bupati !! siapa pemilik lahan sawit ini ” tegas Gubsu yang kecewa dan mempertanyakan hal ini ke Forkopimda yang hadir.

Berdasarkan pertanyaan Gubsu yang meminta agar lahan Sawit itu di alih fungsikan semula ke hutan manggrove, awak media pun mempertanyakan hal ini ke Camat Gebang Dra. M Tuti Hendarsih Sulaiman yang sudah menjabat sejak tahun 2011 ini.

Jumat ( 07/08/20) sore sekitar pukul 15:40wib Wartawan Suaranetizennews.com berserta dengan tim awak media lainnya tiba di Kantor Camat Gebang berniat mengkonfirmasi langsung.

Saat Awak media tiba Camat Gebang Dra. M Tuti Hendarsih Sulaiman kebetulan sedang ada tamu, dan akhirnya Tim pun menunggu agar bisa langsung bertemu dengan Camat agar mendapat informasi lebih jelas.

Namun setelah kurang lebih 1 Jam tim awak media menunggu di depan Meja Informasi , Camat Gebang yang di tunggu pun sudah tidak ada di tempat dan diketahui sudah pergi menggunakan mobil melalui pintu belakang dan tidak diketahu tim.

Hal ini di perjelas ketika Tim bertanya dengan staf Camat yang berada di salah satu ruangan. ” Udah pergi bang, karena mobilnya aja udah gak ada ” ujar seorang staf yang tak disebutkan namanya.

Dengan begini, berarti Camat Gebang Dra. M Tuti Hendarsih Sulaiman terkesan anti dengan wartawan dan diduga terlibat dalam penggarapan Lahan Mangrove yang beralih fungsi menjadi Kebun Kelapa Sawit.

Sebab Lahan Mangrove yang berubah menjadi Kebun Sawit sudah tersebar ratusan hektare dan tidak diketahui siapa pemilik Lahan Sawit tersebut. (AY29)

Tokoh Pemuda Minta Tutup Sarang Maksiat, Kapolsek Secanggang Terkesan Tutup Mata.

0
Diduga warung remang-remang yang berada di wilkum polsek secanggang

SNN.com // Langkat — Tokoh Pemuda yang tergabung dalam organisasi Laskar Merah Putih Kecamatan Secanggang meminta kepada pihak kepolisian khusus nya Polsek Secanggang agar segera menindak dan menutup warung remang-remang yang menjual minuman keras dan tempat prostitusi yang berada di pinggiran Jalan titi Putih Desa Kepala Sungai Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Kamis (06/08/20)

Sani yang merupakan Ketua Laskar Merah Putih Kecamatan Secanggang mengatakan

“warung remang-remang yang berada di pinggiran Jalan titi putih ini harus segera ditindak dan bila perlu di tutup. Sebab, lokasi ini kerap kali dijadikan sebagai tempat lelaki hidung belang bermabuk mabukan dan prostitusi ” ujarnga

Sani juga menambahkan “Lihat lah di lokasi titi putih, ada enam warung remang-remang yang menyajikan berbagai minuman keras dan menyediakan tempat prostitusi.Pihak kepolisian khususnya Polsek Secanggang harus segera bertindak, ini gak bisa dibiarkan, karena keberadaan tempat-tempat seperti itu jelas-jelas merusak keperibadian remaja,” katanya, Selasa (4/8/20).

Selain itu, lanjut Sani, dengan keberadaan warung remang-remang yang di pinggir jalan tersebut, dapat merusak moral dan hidup seluruh manusia khususnya warga yang melintas dan warga yang berada di sekitaran lokasi.

“Kami sudah lama memantau keberadaan warung remang-remang ini yang semakin tumbuh di titi putih ini. Semua kemungkaran ada di tempat-tempat seperti ini,” cetus Sani.

Di waktu berbeda Kapolsek Secanggang IPTU Mahruzar Sebayang ketika di konfirmasi pada Kamis (6/8/20) sekitar pukul 10:54 wib terkesan tutup mata dan bungkam. Bahkan seperti ada pembiaran dari pihak Kepolisian Sektor Secanggang.

Sebab Polsek Secanggang Diduga tidak mengikuti perintah intruksi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin yang menginstruksikan agar seluruh Polres dan Polsek menindak tegas peredaran narkoba, judi, togel dan tempat maksiat yang selalu meresahkan masyarakat di Sumatera Utara ini.

Lebih lanjut dirinya bersama seluruh anggota Laskar Merah Putih tidak akan diam dan akan secepatnya mengambil tindakan agar warung remang-remang yang ada di kawasan titi putih tepatnya pinggir jalan menuju Secanggang segera ditutup.

“Kami akan segera mengambil langkah dan tindakan agar secepat tempat maksiat tersebut di tutup,” katanya. (AY29)

Plt Wali Kota Medan Positiv Covid? Ini Penjelasan Kadis Kesehatan

0

SNN | MEDAN – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si positif Covid-19 dengan keluhan awal mengalami demam.

“Beliau sedang menjalani perawatan khusus di salah satu rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi sebagaimana dikutip dari wartawan Mimbar Umum.

“Hari Selasa pagi itu hasilnya positif tapi Insya Allah kita bersyukur karena kita terus sarankan ke Rumah Sakit dan muda-mudahan sekarang kadar umum baik, stabil dan terkendali,” kata Edwin saat temu pers di Posko Gugus Tugas Pemko Medan, Rabu (5/8/2020).

Dikatakan Edwin, Plt Wali Kota saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit dengan keluhan awal pada Senin sore demam jadi kita sarankan pak Wali memeriksakan ke Rumah Sakit supaya mengetahui semua yang diperlukan khususnya untuk kesehatan pak Wali dilakukan swab.

Lebih jauh, Edwin yang merupakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kota Medan mengungkapkan, telah menyiapkan tim dokter secara khusus untuk mendukung pemulihan Akhyar Nasution.

“Oleh tim medis ada dokter penanggung jawab pemeriksaan dari spesialis dalam dan dokter paru-paru melakukan pengawasan tim medis secara khusus, agar cepat pemulihannya dan muda-mudahan nanti cepat pulih dan kembali melakukan kegiatan seperti yang diharapkan,” tandasnya. (RED)

Peringati Hari Manggrove Sedunia, Gubsu Kecewa Kepada Bupati Langkat Hutan Manggrove Jadi Kebun Sawit.

0

SNN.com // Langkat — WakaKapoldasu Brigjen Pol Dadang Hartanto Bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi lakukan penanaman Pohon Manggrove untuk memperingati hari mangrove sedunia Dan HUT RI Ke-75 Kemerdekaan RI di Hutan Dsn VIII Kelantan Luar Desa Pasar Rawa Desa Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Selasa (04 Agustus 2020).

Turut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove,Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, Kapolda Sumatera Utara diwakili oleh Waka Polda Sumut Brigjen Pol DR. Dadang Hartanto, SH, SIK, M.Si, Pangdam I Bukit Barisan diwakili oleh Kasdam Brigadir Jendral TNI Didied Pramudito, SE,Direktur Jenderal PPKL Karliansyah. MS, KA Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,Forkompinda Provinsi Sumatera Utara,Bupati Langkat Terbit Rencana, PA,Wakil Komandan Lantamal I Belawan, KA SPN Polda Sumut Kombes Teguh Y, SIK, MH, Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga, SIK,Forkopimda Kab. Langkat, Forkopinca Kec. Gebang, Para Kades Kec. Gebang,Kelompok Masyarakat BPDASHL Wampu Sei Ular dan Ketua Kelompok LPAD Desa Pasar Rawa.

Sebanyak 2000 lebih pohon mangrove serentak ditanam oleh Gubernur Sumatera Utara bersama Polridan unsur Forkompinda Provinsi Sumatera Utara.

Menteri LHK yang diwakili Dirjen PPKL bapak RM karliansyah dalam sambutannya mengatakan, ” Jaga magrove untuk bumi kita”,Setiap tanggal 26 Juli kita memperingati hari Magrove Sedunia.

 

Jangan sampai kita kehilangan Magrove di Indonesia, karena banyaknya hutan mangrove berupa ahli fungsi seperti perkebunan, perumahan, Industri maupun dijadikan tempat wisata.

Magrove adalah salah satu sumber tempat hidup beberapa hewan maupun lainnya.

Pemerintah telah berupaya melakukan kegiatan perbaikan hutan mangrove, pelaksanaan kegiatan menanam mangrove dilakukan di seluruh di Indonesia dengan menanam 2020 pohon mangrove diseluruh masing masing Provinsi di Indonesia.

Lebih lanjut, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berpartisipasi dalam acara kegiatan pada hari ini.ujarnya.

Ditempat yang sama,Gubernur Sumatera Utara H.Edy Rahmayadi dalam sambutannya menyampaikan agar masyarakat dan kita semuanya selalu menggunakan masker pada saat melakukan setiap kegiatan, Selalu mencuci tangan, dan menjaga kesehatan serta selalu menjaga jarak.

” Kenapa tuhan memberikan ujian dan cobaan covid 19 kepada kita,karena kita semuanya tidak pernah menjaga alam kita” katanya

Magrove saat ini sangat memperihatinkan, karena saat ini banyak hutan mangrove beralih fungsi menjadi tanaman kelapa sawit salah satu contoh sawit yang disebelah kita ini.

” Saya bertanya kepada pak Bupati Langkat kenapa ada pohon sawit dilahan hutan manggrove ini, Bupati Langkat tidak tahu milik siapa perkebunan sawit “ujar Gubsu.

“Jangan sampai kita nantinya diakhirat ditanyakan apa yang dilakukan Bupati Langkat selama menjadi Bupati Langkat dan selama ini di mana pejabat lingkungan hidup Kabupaten Langkat ” jelasnya

Saya berharap masyarakat dan kelompok kelompok Magrove dapat berpartisipasi dalam menjaga hutan mangrove demi kebaikan kita bersama, mudah – mudahan kehadiran saya disini mengurangi dosa saya karena telah sama-sama berpatisipasi dalam kegiatan ini.

Lebih lanjut Gubsu menyampaikan
” mari sama – sama kita jaga hutan mangrove kita demi kelangsungan hidup kita dan kelangsungan hutan mangrove, penanaman Pohon Mangrove hari ini bersama saya serta elemen pemerintah dan masyarakat dalam rangka HUT RI Ke 75 dan memperingati hari Magrove sedunia yang jatuh tanggal 26 Juli 2020 yang ditetapkan UNESCO sebagai Internasional Magrove “.

Hutan Mangrove memberikan banyak manfaat bagi kita antara lain Mencegah Instrusi Air laut, Mencegah Erosi dan abrasi Pantai, Sebagai tempat hidup dan sumber makanan beberapa jenis satwa yang memberikan manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat dan Memberikan kontribusi besar kepada Mitigasi dalam upaya pengurangan pamanasan Global,tutupnya.(AY29)

Kasus Penipuan Marak di Sosmed, Korban Desak Polisi Segera Usut Pelaku

0

SNN | MEDAN – Maraknya kasus penipuan mengatasnamakan orang lain disocial media kerap kali menjadi jalan pintas bagi para penjahat guna mendapatkan uang scara instan. Kali ini, AK warga Medan Tembung menjadi korban.

Tidak ingin ada Hal buruk, AK yang didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Kuna, SE, SH, secara resmi melaporkan Akun WhatsApp dengan nomor 0812-6255-1366 yang mencatut nama media sosialnya atas nama Toni Fres ke Mapolda Sumut. Laporan tersebut tertuang dalam Nomor : STTLP/1420/VII/Sumut/SPKT “III”.

Kamis (30/7/2020) sekira pukul 15.16 Wib
“Sudah jelas dalam hal ini klien saya sangat dirugikan, karena pemilik Akun WhatsApp tersebut menggunakan foto klien saya, jadi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan kami laporkan kasus ini ke Polda Sumut. Kami berharap pihak Cyber Crime Polda Sumut segera melakukan pengusutan dan menangkap pelakunya,” jelas Kuna selaku Kuasa Hukum Pelapor.

Usai membuat laporan pengaduan, kepada wartawan AK menjelaskan kedatangannya ke Mapolda Sumut guna melaporkan akun WhatsApp yang belum diketahui siapa pemiliknya, lantaran foto WhatsApp tersebut menggunakan fotonya.

“Kami tidak tau ini akun WhatsApp milik siapa, tetapi diakun tersebut tertulis atas nama Toni Fres dan menggunakan foto saya”, ujar AK.

AK mengatakan, satu hal yang merugikan dirinya, akun WhatsApp yang menggunakan foto dirinya tersebut diduga melakukan penipuan terhadap masyarakat, dengan modus meng-upload status jual beli mobil dengan harga sangat murah.

“Dia posting jual beli mobil merk Expander dengan diskon 40 persen, dan apabila ada nasabah yang berminat disuruh mengirim uang melalui rekening,” ungkap AK, seraya menambahkan dirinya juga sudah memberikan nomor Hp pemilik akun tersebut kepada penyidik.

Sementara itu, Penasehat Hukum pelapor juga meminta pihak Polda Sumut segera mengusut dan menangkap pelaku pemilik Akun WhatsApp tersebut.

“Sudah jelas dalam hal ini klien saya sangat dirugikan, karena pemilik Akun WhatsApp tersebut menggunakan foto klien saya, jadi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan kami laporkan kasus ini ke Polda Sumut. Kami berharap pihak Cyber Crime Polda Sumut segera melakukan pengusutan dan menangkap pelakunya,” tegas Kuna. (MA)

Sendal Dan Sarung Tertinggal Saat Maling, DP Diboyong Korbannya Ke Polsek Padang Tualang

0

SNN.com // Langkat — Team opsnal Reskrim Polsek Padang Tualang telah mengamankan seorang pelaku pencurian sepeda motor yang sebelumnya diamankan warga di Dusun Rimo Kayu Desa Namo Sialang Kecamatan Batang serangan Kabupaten Langkat. Selasa (28/07/20)

Kejadian bermula Pada hari Sabtu tgl 25 Juli 2020 sekitr pukul 08.00 wib, ketika itu korban yaitu Ramadani Bangun 32tahun warga Dusun Rumah Sekolah Desa Namo Sialang Kecamatan Batang serangan tiba dirumahnya dan terkejut melihat sepeda motor miliknya tidak ada lagi didalam rumahnya.

Kemudian Ramadani Bangun langsung memberitahukan kejadian itu kepada tetangganya bernama Rasita Sembiring dan Indra Budi Sembiring, dan ketika mereka mengecek sekeliling rumah ditemukan satu helai kain sarung dan sendal kulit warna cokalat di samping rumah dan mereka kenal bahwa sarung tersebut milik Dedek Perdana 36tahun warga Dusu Kwala Gemo Desa Namo Sialang Kecamatan Batang serangan.

Selanjutnya Ramadani Bangun dan kedua saksi pun melakukan pencarian keberadaan kendaraan tersebut, namun sepeda motor tersebut tidak kunjung ditemukan.

Menanggapi hal ini Kapolsek Padang Tualang AKP Efendi Panjaitan melalui Kasubag Humas Polres Langkat AKP Rochmat mengatakan.

” Pelaku sudah diamankan dan mengakui perbuatannya, dan pelaku sendiri ditangkap warga karena sandal dan sarung nya tertinggal sehingga mudah untuk ditemukan ” ujarnya

Setelah beberpa hari mencari keberadaan Dedek Perdana, akhirnya Pada hari Selasa tgl 28 Juli 2020 sekira pukul 08.00wib, pelaku diamankan Ramadani Bangun dan beberapa warga lainnya di TKP, Dan ketika di tanya soalnya keberadaan sepeda motor korban, dirinya mengaku dengan terus terang bahwa dirinya yang melakukan pencurian sepeda motor milik pelapor.

Dan Dedek Perdana mengatakan bahwa sepeda motor tersebut disembunyikannya disemak-semak di Dusun Afd. V Kebun Kwala Sawit. Selanjutnya korban dan saksi mengeceknya dan benar menemukan sepeda motor tersebut.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kemudian melaporkan kejadian tersebut Polsek Padang Tualang guna proses hukum selanjutnya dan mengamankan pelaku serta barang bukti berupa 1(satu) Unit Sp. Motor merek Suzuki warna hitam dgn no. Mesin : F405-ID-363030 . Sepasang sendal warna coklat. Sehelai kain sarung warna merah liris hijau. (AY29)

Klub Hiburan Malam Tetap Beroperasi Ditengah Pandemi? Ini Kata Kadis Pariwisata

0

SNN | MEDAN – Berangkat dari incident penganiayaan dua anggota polisi oleh sekelompok orang yang melibatkan oknum anggota Dewan di salah satu tempat hiburan malam Kota Medan, pada Minggu (19/7) lalu, menjadi polemik di tengah masyarakat sehingga menimbulkan perspektif liar.

Terkait pemberitaan sebelumnya, tempat itu masih beroperasi ditengah meningkatnya kasus positiv Covid-19 yang dikhawatirkan mengabaikan protokol kesehatan seperti social distancing.

Padahal, Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 27 tahun 2020 tentang pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diteken Wali Kota Medan sejak 1 Juli 2020 lalu terdapat larangan keramaian.

Diduga implementasinya tak sesuai yang diharapkan, Pemko Medan terkesan lambat dalam menangani penyebaran wabah virus mematikan itu. Karena ramainya pengunjung tak menutup kemungkinan membengkaknya kasus baru.

Wali Kota Medan Akhyar Nasution, melalui Kadis Pariwisata Agus Suriyono, saat di konfirmasi mengenai komitmen dalam penanganan Covid-19, mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan dan mengedukasi bagi setiap pelaku usaha agar menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Perwal No. 27 tahun 2020.

“Kita terus mensosialisasikan dan mengedukasi industri pariwisata agar taat aturan, semua usaha pariwisata sudah diatur operasionalnya melalui Perwal tersebut,” Jelas Agus Suriyono.

Melihat status masih zona merah, namun diskotik masih buka hingga malam sedangkan Perwal belum dicabut. Sementara, bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan sangsi berupa penahanan KTP.

Pemko Medan khususnya Dinas Pariwisata juga membantah terkait dugaan adanya pembiaran sehingga timbul kecemburuan sosial dikalangan masyarakat terhadap pengusaha industri yang dinilai diperbolehkannya beroperasi pasca Pandemi.

“Arahan sesuai Perwal sudah jelas. untuk masyarakat Kota Medan khususnya bagi usaha industri/jasa pariwisata telah diberlakukannya Perwal No. 27 tahun 2020. Secara umum tidak ada perbedaan perlakuan antara masyarakat di Kota Medan, semua sudah diatur dalam Perwal tersebut,” bantahnya.

Selain itu, ketika disindir akankah pihaknya memberikan sangsi kepada pelaku usaha yang melanggar Perwal?, Kadis Pariwisata Kota Medan itu enggan memberikan komentar. (MA)

5 Tahun Bekerja Diperusahaan Milik Asing, 11 Pekerja Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

0

SNN | MEDAN – Puluhan mantan pekerja PT Sagami Indonesia diduga mengalami diskriminasi hingga diberhentikan tanpa memperoleh hak normatif sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Mirisnya, para buruh itu dipekerjakan dibagian operator produksi dengan sistem kontrak (PKWT) sejak tahun 2014 sampai 2019. Namun, apa daya, anjuran Disnaker Kabupaten Deliserdang belum ampuh melindungi hak normatif pekerja.

Padahal perusahaan milik asing itu, bergerak dibidang produksi elektronik belum pernah berhenti produksi, sejak berdiri tahun 2012 sampai saat ini masih eksis beroperasi di Tanjungmorawa, Deliserdang – Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Ramces Pandiangan SH MH didampingi Tiopan Tarigan SH selaku penasihat hukum pada Law Office ‘Ramces Pandiangan SH dan Partners’ kepada Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemprov Sumut Dimas Tri Aji, diruangannya, Senin (20/7/2020).

Dihadapan wakil rakyat itu, Ramces Pandiangan mengungkapkan sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, Nomor 100/MEN/VI/2004 tentang ketentuan pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dimana kriteria dan jenis pekerjaannya telah diatur secara tegas dan mendetail.

“Sebelas mantan pekerja itu telah bekerja secara terus menerus memproduksi barang elektronik selama lima tahun, sejak PT Sagami Indonesia beroperasi di Tanjungmorawa. Jadi, sudah selayaknya sebelas pekerja menjadi pegawai tetap di PT Sagami Indonesia. Tapi mirisnya, mereka diberhentikan tanpa memperoleh hak apapun,” ujar Ramces Pandiangan.

Sebagai penasihat hukum dari sebelas pekerja itu, Ramces, menjelaskan pihak managemen PT Sagami Indonesia mempekerjakan sekitar 1.900 pekerja dengan status kontrak (PKWT) padahal pekerjaan tersebut tergolong pekerjaan inti.

“Kami menduga PT Sagami telah melakukan penyelundupan hukum Ketenagakerjaan. Sebab pekerjaan inti, tanpa dihadiri satu operator produksi tidak akan berguna. Sementara pasarnya produksinya sampai luar negeri bukan hanya dalam negeri,” jelas Ramces.

Hal senada juga disebutkan Tiopan Tarigan, PT SI, merupakan perusahaan milik orang luar. Yang seharusnya lebih mematuhi hukum dan ketentuan undang undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia guna terciptanya kesejahteraan buruh atau pekerja.

“Inilah mirisnya negeri yang tercinta ini. Para pekerja kita sendiri tidak dihargai di negerinya sendiri. Nasib mereka dizolimi atau di PHK tanpa pesangon. Dan sakitnya PT Sagami diduga sengaja melakukan sistem pekerjaan kontrak (PKWT) untuk menghindari pembayaran pesangon kepada pekerja. Ini bentuk penyelundupan hukum yang merendahkan UU tenaga kerja kita,” beber Tiopan.

DPRD Sumut Sebut PT Sagami Tak Patuh Hukum.

Sementara Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemprov Sumut Dimas Tri Aji SI KOM didampingi Sekretaris Komisi E mengaku persoalan hak- hak normatif buruh di Sumatera Utara sering diabaikan karena minimnya pengawasan Disnaker Sumut.

“Yang pertama, kita sesalkan kebijakan manajemen PT Sagami Indonesia tidak melaksanakan perintah UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hak-hak normatif pekerja sengaja diabaikan dengan dalih pekerja kontrak (PKWT) dibuat per satu tahun atau dua tahun untuk menghindari karyawan tetap (PKWTT),” ujar Dimas.

Dimas menegaskan Komisi E akan memanggil Dinas Tenaga Kerja Pemprov Sumut untuk melakukan rapat kerja dalam rangka membahas bagaimana fungsi dan peranan pengawasan disnaker.

“Sesuai aturan, jika bekerja dibagian produksi tidak boleh status PKWT dan harus karyawan tetap. Dalam waktu dekat Disnaker Prov Sumut akan kita panggil untuk mengetahui bagaimana fungsi dan pernanan mereka. Jika memang ada kendala atau kekurangan dilapangan, mari kita cari solusi bersama sehingga hak-hak normatif pekerja tidak diabaikan begitu saja,” tegas Dimas. (MA)