Dokomen LP Hilang Bupati Buton ke Polres Buton Suaranetizennews,- Bupati Buton menghilang sejak awal bulan ini. Karena itu, sudah ada laporan kehilangan ke kantor polisi. Laporan kehilangan bukan oleh keluarganya, tapi oleh mahasiswa IMM dan HMI. Mereka datang sambil membawa dokumen layaknya laporan kehilangan orang, lengkap dengan foto sang bupati. Alasannya, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra sudah lebih setengah bulan tak ada di daerah, tak pernah nampak batang hidungnya.
Eeits.. jangan buru-buru menyimpulkan Bupati Buton beneran hilang. Hilang yang dimaksud mahasiswa jelas bukan sekadar ketiadaan fisik sang Bupati, tapi juga “hilangnya” janji-janji manis yang dulu pernah dilontarkan.

Menurut mahasiswa, sang bupati meninggalkan rumah jabatan sejak awal September 2025 tanpa pamit ke rakyat, lalu tak kunjung kembali. “Bupati kami menghilang entah ke mana.”kata mahasiswa yang membuat laporan ke polisi.
Sebelum membuat laporan kehilangan ke Polisi, ratusan mahasiswa melaksanakan unjuk rasa di depan Kantor Bupati, Jumat (19 September 2025). Mereka membawa poster dan lembaran dokumen bertuliskan “Laporan Keterangan Orang Hilang” lengkap dengan foto sang bupati. Tuntutannya bukan hanya mencari keberadaan fisik bupati, tapi juga menagih janji-janji politik yang dianggap ikut menghilang, yakni 6.000 lapangan kerja, jalan mulus, listrik terang, UMKM berdaya, hingga gaji honorer naik.
Dari kantor bupati, rombongan mahasiswa bergeser ke DPRD Buton, sebelum akhirnya mengantarkan surat resmi laporan kehilangan ke Polres Buton.
Surat bernomor 001/PID/SLP/IMM-HMI/IX/2025 itu memang nyata dan ditujukan ke Polres Buton. Dalam dokumen itu, Bupati Alvin Akawijaya Putra, disebut sebagai “terlapor yang menghilang.”
Dalam suratnya, IMM dan HMI menuliskan daftar permintaan layaknya wishlist belanja online yakni janji 6.000 lapangan kerja, TPP yang dibayar tepat waktu, stimulus untuk UMKM, kenaikan gaji honorer, jalan mulus tanpa lubang, listrik terang benderang, sampai budaya Buton yang katanya bakal dijaga. Namun semua masih sebatas kata-kata, belum terlihat wujud nyata janji-janjinya.
Kalau dipikir-pikir, laporan ini layak masuk rekor MURI kategori laporan kehilangan paling satir sepanjang sejarah Polres Buton. Isinya lebih mirip stand-up comedy ketimbang dokumen hukum. Bayangkan, polisi yang biasanya menerima laporan kehilangan motor atau dompet, kali ini disodori laporan kehilangan bupati. Mungkin akan sempat bingung, “ini serius atau lagi prank?”
Tapi mahasiswa Buton jelas tidak sedang bercanda. Mereka sengaja memilih gaya “laporan kehilangan” agar publik sadar bahwa yang hilang bukan hanya sosok bupati di kursi Pasarwajo, tapi juga keberpihakan pemerintah terhadap rakyatnya. Kritiknya tajam, tapi dibungkus dengan humor biar lebih mudah dicerna.
Di sisi lain, rakyat Buton tetap bertanya-tanya ke mana sebenarnya sang bupati? Wakil Bupati sempat bilang bahwa bosnya sedang dinas di Jakarta. Dinas apa, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas sampai laporan ini dibuat, kursi bupati lebih sering kosong.
Fenomena “bupati hilang” ini juga menyimpan ironi klasik politik lokal yakni ketika kampanye, pemimpin bisa jadi selebritas yang rajin blusukan, berpelukan dengan rakyat, bahkan tak segan makan jagung rebus bersama warga. Tapi setelah berkuasa, jadwalnya selalu padat, lebih padat dari penumpang KRL sore hari.
IMM dan HMI memilih menertawakan keadaan ini ketimbang sekadar marah. Laporan kehilangan itu adalah tamparan satir jika bupati tak kunjung muncul. “Seharusnya, minimal polisi bisa ikut membantu mencari Bupati, meski kita semua tahu, yang hilang sebenarnya bukan orangnya, melainkan rasa tanggung jawabnya,”ujar salah satu mahasiswa.
Apalagi kondisi Buton hari ini; Jalanan masih banyak lubang, listrik kadang padam, UMKM menunggu uluran tangan, dan rakyat cuma bisa bingung membaca berita: “Bupati Buton Dilaporkan Hilang.”
“Kalau nanti Bupati Buton sudah ditemukan, semoga bukan cuma jasadnya yang kembali, tapi juga nuraninya,”celetuk salah satu mahasiswa.
Yang menggelitik, Wakil Bupati Buton, Syarifudin Safa cukup serius menanggapi laporan hilangmya Bupati pasangannya; “Bupati tidak hilang, beliau saat ini sedang tugas di Jakarta,”ujarnya. Wakakakakkakkkk…….😁😁😁😁
(JunHsb)