10 Tahun Absen Kembalinya Macan Asia

waktu baca 5 menit
Kamis, 25 Sep 2025 08:50 119 Suara Netizen

“Mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai macan Asia. Filosofi ini bukan lagi sebatas jargon, tapi sudah menyatu dalam denyut nadi dan napas Presiden Prabowo Subianto.”

Suaranetizennews,- Selama 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, selama itu pula dia absen tampil berpidato di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Akibatnya, opini yang terbentuk dari  dunia internasional, melihat Indonesia tidak memiliki sikap yang jelas dalam memainkan percaturan politik internasional.

banner 600x600

“Mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai macan Asia,” adalah salah satu jargon Prabowo ketika masa kampanye debat Pilpres.  Maka ketika menjabat Presiden,  Filosofi ini bukan lagi sebatas impian, tapi sudah menyatu dalam denyut nadi dan napas Presiden Prabowo Subianto.

Sejak terjun ke dunia politik, Prabowo juga kerap mendengungkan tekad untuk melambungkan derajat bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain. “Disegani karena karena kemandirian ekonomi, pilar pendidikan dan kesehatan yang kuat, hingga kemajuan industri yang mampu melejitkan kesejahteraan rakyat,”ujarnya dalam sebuah kesempatan berpidato.

Amanah janji itupun telah dia tunaikan lewat pidatonya di Panggung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)kemarin (Selasa 25/09/2025)  di New York Amerika Serikat.  Lewat narasi dan teks pidatonya,  Prabowo telah melambungkan nama  baik bangsa Indonesia di kancah global, agar semakin disegani bangsa-bangsa lain.

Keberanian Prabowo berpidato lantang menyuarakan kesetaraan, keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat kecil, baik di dalam maupun di luar negeri, tidak terlepas dari Falsafah Jawa yang dia yakini akan berlaku abadi sampai kapanpun. “Saya penganut falsafah Jawa;  “Sing becik ketitik, Sing ala ketara, artinya yang baik akan ketahuan dan yang buruk juga akan terlihat,” ujar Prabowo.

Meski berlatar belakang militer, Prabowo sebelum dan sesudah menjabat Presiden,  justru semakin terlihat ingin lebih dekat dengan petani, nelayan, pedagang, dan rakyat kecil yang begitu rindu akan perubahan Indonesia, sebagai negara macan Asia.

Keberanian Prabowo berpidato lantang di Forum PBB mendapat apresiasi dari netizen Indonesia di negeri Paman Sam.

“Untuk kepentingan rakyat kecil yang tertindas,  baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, Presiden Prabowo  berani gebrak meja tidak hanya pada saat kampanye, namun di mimbar PBB pun dia berani gebrak meja, menyuarakan hak rakyat kecil dengan lantang,” begitulah komentar netizen diaspora Indonesia, melalui akun X @Supriyunanto.

Supriyunanto juga mengometari pujian Presiden AS Donald Trump kepada Prabowo. *”Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan luar biasa dengan menggebrak tangan ke  meja mimbar. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak.” ujar Trump.

“Luar biasa Presidenku, Prabowo Subianto, teruslah berperjuang menyuarakan hak rakyat kecil di Indonesia, Palestina dan rakyat yang tertindas dibelahan dunia manapun,”tambah Supriyunanto dengan emozi rasa haru.

Melanjutkan Trah Presiden Soekarno 

Presiden Soekarno dikenal berani berpidato lantang di Forum PBB. Demikian juga Presiden Prabowo, dia sangat aktif beberapa kali tampil berpidato di kancah global.

Dalam catatan Redaksi Suaranetizennews, sejauh ini ada tiga keberhasilan Presiden Prabowo dalam malakukan diplomasi internasional.

Satu, dia berhasil menggiring publik internasional untuk concern dalam penyelesaian perang di Gaza Palestina.

Dua, Prabowo berhasil menempatkan Indonesia dalam pusaran lobi geopolitik tingkat tinggi. Tiga, berhasil menjadi komunikator dunia Islam dengan pihak negara-negara barat.

Tercatat melalui jejak digital,  Prabowo berhasil menggiring publik internasional, dengan pidatonya melalui berbagai forum: bilateral, regional, multilateral.

Tanggal 1/6/2024 – *Shangri-La Dialogue* (Singapura). Sebelum dilantik sebagai presiden. Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza bila diminta PBB.

Tanggal 20/10/2024, Pelantikan Presiden RI. Pada pidato inaugurasi, menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan solidaritas pada bangsa tertindas.

Tanggal 18/11/ 2024 – *KTT G20* (Rio de Janeiro, Brasil). Mendesak gencatan senjata di Ukraina dan Gaza. Menyatakan perdamaian & stabilitas syarat penting mengatasi tantangan global.

Tanggal 19 Desember 2024 – *KTT D-8 ke-11* (Kairo, Mesir). Menyerukan persatuan negara-negara D-8 mendukung Palestina & Lebanon. Menekankan perlunya langkah konkret.

Tanggal 11/4/2025 – *Pertemuan Bilateral dengan Presiden Erdogan (Turki).*  Sepakat memperkuat dukungan terhadap Palestina. Membahas rekonstruksi Gaza dan inisiatif evakuasi kemanusiaan.

Tanggal 28/5/2025 – *Pertemuan dengan Presiden Macron (Prancis).* Menegaskan dukungan Indonesia pada solusi dua negara. Menyampaikan kesiapan Indonesia untuk misi penjaga perdamaian.

Tanggal 14/5/ 2025 – *PUIC (Parliamentary Union of the OIC Member States).* Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Menyerukan aksi nyata komunitas internasional.

Pada tanggal 6 Juni 2025 – *St.Petersburg International Economic Forum (Rusia)*. Presiden Prabowo menekankan prinsip non-blok Indonesia. Mengajak dunia menyelesaikan konflik secara damai dan menghormati kedaulatan semua negara.

Tanggal 22/9/ 2025 – *Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Soal Palestina di PBB (New York).* Menyerukan pengakuan negara Palestina sebagai “sisi sejarah yang benar”. Mengecam kekerasan di Gaza. Meminta perang dihentikan.

Tanggal 23/9/2025 – *Pidato pada Sidang Umum PBB (UNGA ke-80).* Menegaskan dukungan solusi dua negara. Menyatakan kesiapan Indonesia mengirim 20.000 pasukan penjaga perdamaian jika mandat PBB ada. Menyerukan respons segera atas krisis kemanusiaan di Gaza. Mengajak PBB dan komunitas internasional mengambil langkah nyata demi perdamaian.

Deretan pidato Prabowo tersebut  menunjukkan langkah diplomasi panjang Presiden Prabowo di kancah global. Konsistensinya menyuarakan penyelesaian Palestina pada berbagai forum dan pertemuan tingkat tinggi, layak dibanggakan.

Perlu diketahui, Negara kita  memang memiliki kontribusi besar dalam membangun perdamaian di Gaza. Tidak hanya di meja perundingan,  Indonesia konsisten mengirim relawan kesehatan dan bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina.

Sementara, ada banyak negara-negara besar dan publik internasioal yang menyuarakan penyelesaian perdamaian di Palestina, namun tidak dibarengi aksi nyata.  Perihal itu, layak kita sebut dengan istilah NATO (Nothing Action, Talk Only ; Tiada  Aksi, Cuma Omdo)

Indonesia menurut Diaspora Dino Pati Djalal telah menempatkan dirinya sebagai aktor proaktif. Bukan hanya sekedar observator pasif.

Deretan Pidato Presiden Prabowo tersebut, telah menegaskan peran Indonesia menjadi komunikator dunia Islam dengan barat.

Dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia mampu berkomunikasi baik dengan  Trump (AS), Macron (Prancis), Rusia, Cina. Mampu berkomunikasi baik pula Dengan Dunia Islam: Turki, Arab Saudi, Yordania, dan lainnya.

“Posisi ini menegaskan peran strategis Indonesia sebagai mediator atau fasilitator dialog internasional. Hal ini akan membuat Indonesia, sulit diabaikan oleh PBB di dalam percaturan global,”ujar Dino Pati Djalal, Diaspora Mantan Dubes Indonesia di New York City Rabu 25/09/2025.

Catatan ;
Pemimpin Redaksi
JUNAIDI P.HASIBUAN

LAINNYA
error: Content is protected !!