Paradigma Baru Kapolda Metro Jaya; “Dari Pengamanan Menjadi Pelayanan”

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Okt 2025 09:58 120 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Kinerja Polda Metro Jaya patut diapresiasi, yang dinilai telah mencatatkan keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi unjuk rasa, memperingati satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2025.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif, aman, dan tertib berkat pendekatan baru yang diterapkan yakni pelayanan bagi masyarakat yang menyampaikan pendapat.

banner 600x600

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan, pihaknya kini mengedepankan pendekatan baru berbasis pelayanan masyarakat dalam menangani aksi unjuk rasa.

Jika sebelumnya kepolisian menggunakan pola rencana pengamanan, kini paradigma tersebut diubah menjadi pelayanan.

“Jadi sekarang ini kita mengubah mindset bukan lagi kita terapkan rencana pengamanan tetapi yang kita terapkan adalah rencana pelayanan,” ujar Asep di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut Irjen Asep, pendekatan baru ini mengusung prinsip humanis dan persuasif, di mana petugas kepolisian hadir bukan sebagai penghadang, tetapi sebagai pelindung dan pengayom agar penyampaian pendapat di ruang publik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Adapun, perubahan pola pikir ini dia katakan merupakan bagian dari arahan langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang mendorong seluruh jajaran untuk mengubah paradigma dari pengamanan menjadi pelayanan.

“Bapak Kapolri selalu menekankan pentingnya perubahan pola pikir anggota yang semula pengamanan menjadi pelayanan, karena kami menyadari bahwa Polri harus hadir melayani,” tuturnya.

Irjen Asep menambahkan, dengan pendekatan baru ini Polda Metro Jaya membuktikan bahwa penyampaian aspirasi publik bisa berlangsung damai tanpa gesekan antara aparat dan massa aksi.

Di era demokrasi modern saat ini lanjut Irjen Asep, masyarakat diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan pendapat. Sementara kepolisian hadir memastikan seluruh kegiatan penyampaian pendapat, berjalan sesuai prosedur dan menjamin rasa aman bagi semua pihak.

“Alhamdulillah sampai dengan kemarin kegiatan 1 tahun bapak presiden dan wakil presiden semua rangkaian kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya sampai dengan puncak aksi 20 Oktober semua berjalan kondusif aman tertib dan nyaman,”tambahnya.

Kapolda mencontohkan, pada aksi buruh dan kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, polisi bahkan membagikan air minum, makanan ringan, hingga berdoa bersama dengan para peserta aksi.

“Kami memahami rekan-rekan yang menyampaikan aspirasi bisa kelelahan. Kami ingin hadir menemani, bukan lagi berhadap-hadapan,” jelasnya.

Irjen Asep juga menyebut bahwa Polda Metro Jaya aktif berdialog dengan mahasiswa, ormas, hingga komunitas pengemudi ojek online dalam rangka menyerap aspirasi dan mencegah potensi gesekan sosial.

“Menyampaikan pendapat tidak harus selalu turun ke jalan. Kita bisa berdiskusi bersama dalam suasana terbuka dan saling menghargai,” tambahnya.

Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang selama September hingga Oktober telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Situasi yang sebelumnya sempat memanas pada Agustus, menurutnya, kini berubah menjadi lebih kondusif dan partisipatif.

Di akhir wawancara, Irjen Asep menegaskan komitmen Polri untuk terus menjaga pola pelayanan yang humanis.

“Kami sadar, mungkin belum sempurna. Tapi kami terus berbenah agar Polri makin dekat dan dipercaya masyarakat,” tutupnya.

Melalui program “Jaga Jakarta”  Polda Metro Jaya mengajak masyarakat menjaga empat hal penting: lingkungan, warga, aturan, dan amanah. Semangat kolaborasi itu diharapkan menjadi pondasi keamanan.
Penulis:
JUNAIDI P.HSB

LAINNYA
error: Content is protected !!