Presiden Prabowo Fokus Pada Pendidikan dan Pemberdayaan Melalui Sekolah Terintegrasi di Setiap Kecamatan

waktu baca 4 menit
Kamis, 6 Nov 2025 08:13 126 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 5 November 2025.

Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis pemerintah dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui dua pendekatan utama, yakni pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

banner 600x600

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, seusai rapat menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan tegas agar strategi pemutusan mata rantai kemiskinan dijalankan secara konkret dan terukur, dengan melibatkan seluruh sektor pendidikan dan dunia kerja.

“Salah satu poin penting adalah mengatasi penanggulangan kemiskinan dengan cara memutus mata rantai kemiskinan melalui dua skema strategi. Yang pertama, pendidikan. Yang paling konkret, sekolah rakyat dengan berbagai perkembangan. Yang berikutnya, bersama Pak Menko PMK, mengkonsolidir pendidikan menjadi bagian integral mengatasi pengangguran dan tantangan dunia kerja di masa yang akan datang,” ujar Muhaimin dalam keterangannya kepada awak media.

Muhaimin juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan peningkatan kapasitas pendidikan vokasi secara menyeluruh agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pasar tenaga kerja.

Pemerintah akan memperbanyak program pelatihan vokasi yang melibatkan balai-balai pelatihan kerja milik pemerintah maupun swasta.

“Akan diperbanyak pelatihan-pelatihan vokasi untuk mendorong para alumni-alumni SMA dan SMK untuk bisa lebih cepat terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kita akan melibatkan balai-balai pelatihan negeri maupun swasta agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya revitalisasi sekolah vokasi agar kurikulum pendidikan dan sistem pengelolaannya berorientasi pada kesiapan tenaga kerja masa depan.

“Perintah presiden untuk melakukan revitalisasi sekolah vokasi di mana kurikulum pendidikan dan juga pengelolaan pendidikan berorientasi kepada persiapan menghadapi serapan lapangan kerja dan dunia kerja,” kata Muhaimin.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo turut menegaskan pentingnya investasi negara dalam membangun kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah, kata Muhaimin, siap mengalokasikan anggaran untuk memperkuat keterampilan para pelajar dan lulusan pendidikan formal, termasuk kemampuan berbahasa asing.

Muhaimin menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif dan berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan.

“Kita akan bekerja sungguh-sungguh pada dimensi pemberdayaan di dalam menanggulangi kemiskinan dalam berbagai program-program kita,” pungkasnya.

Keinginan Presiden Prabowo

Prabowo Subianto memerintahkan dua kementerian koordinator untuk membentuk sekolah terintegrasi yang secara khusus akan memberikan pendidikan vokasional. Presiden memerintahkan konsep sekolah terintegrasi ini kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 November 2025.

Pratikno menjelaskan, sekolah terintegrasi ini berbeda dengan sekolah rakyat. Sekolah rakyat ditangani oleh Menteri Sosial dan Menko Pemberdayaan Masyarakat untuk kelompok desil 1 dan desil 2.

Sedangkan, sekolah terintegrasi akan menampung anak-anak dari keluarga desil 3-6.

Pratikno mengatakan sekolah terintegrasi ini akan dibangun di tiap kecamatan mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dengan fasilitas lengkap seperti laboratorium, sarana olahraga, hingga bengkel untuk vokasional.

“Jadi, bukan hanya tentang sains, teknologi, engineering, tapi juga matematika. Juga Pak Presiden menambahkan art and sport. Jadi, sains, teknologi, engineering, art dan juga math dan sport,” kata Pratikno.

Pratikno mengatakan belum menemukan nama untuk sekolah terintegrasi ini. Sebab, kata dia, sekolah terintegrasi ini memerlukan kajian mendalam.

Lebih lanjut, Pratikno mengatakan sebagian besar sekolah terintegrasi tidak akan dibangun dari nol, melainkan hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang sudah ada. Pola ini mengikuti model Sekolah Unggul Garuda yang kini tengah dijalankan pemerintah.

“Nantinya ada dua, satu utamanya adalah mengkonversi dari sekolah yang ada, seperti skema Sekolah Unggul Garuda. Di Sekolah Unggul Garuda tidak semuanya baru, ada sebagian yang merupakan transformasi dari sekolah existing. Demikian juga yang terintegrasi,” ujar Pratikno.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar mengatakan konsep sekolah terintegrasi ini merupakan salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan vokasi.

“Perintah presiden untuk melakukan revitalisasi sekolah vokasi, di mana kurikulum pendidikan dan juga pengelolaan pendidikan berorientasi kepada persiapan menghadapi serapan lapangan kerja dan dunia kerja,” kata Muhaimin.

Pria yang disapa Cak Imin ini mengatakan, Prabowo bahkan meminta agar meningkatkan investasi anggaran pendidikan untuk meningkatkan kapasitas skill vokasi dan lulusan-lulusan pendidikan formal kita.

“Termasuk, Pak Presiden minta supaya selain bahasa Indonesia, bahasa asing Inggris, Arab menjadi salah satu kewajiban bagi sekolah-sekolah untuk menerapkan,” katanya.

Penulis:

JUNAIDI P.HASIBUAN

LAINNYA
error: Content is protected !!