Ciptakan Iklim Investasi Yang Sehat, Mualem Aktif Menggiring Investor ke Aceh

waktu baca 4 menit
Kamis, 6 Nov 2025 08:47 129 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Pemerintah Provinsi Aceh dibawah kepemimpinan Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, sejak menjabat gubernur terlihat lebih agresif dan aktif melakukan pertemuan dengan  investor.

Bahkan Mualem sapaan akrab Gubernur Aceh berangkat ke negeri Tirai Bambu. Seolah menjemput bola, dia memaparkan berbagai peluang investasi strategis di Aceh di hadapan para investor dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN dalam ajang Cina (Henan)-ASEAN Food and Agricultural Cooperation Development Conference 2025 yang digelar di Zhengzhou, Senin (13/10) pertengahan bulan lalu.

banner 600x600

Dalam forum internasional tersebut, Mualem, menekankan pentingnya kolaborasi konkret antarnegara dalam memperkuat ketahanan pangan dan investasi berkelanjutan.

Salah satu agenda utama acara itu adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Usaha Milik Daerah Aceh yaitu PT Pembangunan Aceh (PEMA), dengan perusahaan teknologi asal Henan, Zhongke Holdings Green Technology Co., Ltd.

Kemitraan tersebut difokuskan pada pembangunan kawasan industri unggas dan telur berteknologi tinggi serta ramah lingkungan di Aceh. Proyek ini disebut sebagai langkah nyata Pemerintah Aceh untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian modern.

“Konferensi ini bukan hanya tempat berdiskusi, tetapi katalisator untuk bertindak. Hari ini, kita bergerak dari dialog menuju kemitraan konkret,” ujar Mualem.

Gubernur menyebut proyek kerja sama ini sebagai “contoh cemerlang dari kolaborasi bermanfaat” yang diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, transfer teknologi, serta memperluas jejaring ekonomi Aceh di tingkat internasional.

Selain sektor agribisnis, Mualem juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan potensi sumber daya alam Aceh yang melimpah, seperti emas, tembaga, besi, dan batu bara, serta peluang investasi di industri minyak dan gas bumi yang telah menjadi salah satu pilar ekonomi utama Aceh.

Menurutnya, posisi geografis Aceh yang strategis berada di jalur utama pelayaran internasional dan pintu masuk barat Indonesia menjadi nilai tambah besar bagi para investor asing.

“Kemitraan ini menawarkan gerbang strategis menuju pasar Indonesia dan ASEAN yang lebih luas bagi para mitra dari Tiongkok,” ujar Mualem.

Mualem juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari regulasi dan kebijakan pemerintah pusat.

Gubernur menyebut pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi lintas negara. “Mari kita terus membangun jembatan kerja sama, inovasi, dan persahabatan ini demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Kunjungan Investor Malaysia

Gubernur Aceh, Muzakir Manahf  menerima kunjungan calon investor dari Blackstone Malaysia di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (4/11/2025). Pertemuan itu menjadi langkah awal penjajakan investasi di sektor peternakan yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dari pihak perusahaan, hadir Datin Seri Vie Shantie Khan, yang menyampaikan minat kuat Blackstone untuk menanamkan modal di Aceh melalui pembangunan pabrik-pabrik pengolahan produk hewani, mulai dari daging segar, produk beku, telur, hingga olahan susu. Ia menyebutkan, Aceh memiliki daya tarik tersendiri dibanding provinsi lain di Indonesia, baik dari potensi alam maupun karakter masyarakatnya.

“Kami ingin membantu pertumbuhan ekonomi Aceh dengan membangun kilang-kilang peternakan, baik untuk produk hidup, beku, telur, maupun tenusu,” ujar Vie Shantie dalam pertemuan itu.

Menurutnya, keunikan Aceh menjadi alasan utama pihaknya tertarik berinvestasi di Tanah Rencong.

“Aceh ini satu bandar yang benar-benar membangun dan memiliki kekhususan yang tidak sama di provinsi lain. Ini yang membolehkan kami sebagai investasi luar untuk datang ke sini,” katanya lagi dengan nada optimistis.

Dia juga menegaskan bahwa langkah investasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang tengah mendorong program makan bergizi gratis bagi masyarakat, terutama untuk anak-anak sekolah.

“Kedatangan kami di sini untuk merealisasikan apa yang Pak Prabowo harapkan, insya Allah,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Muzakir Manaf menyambut baik rencana investasi tersebut dan menilai kehadiran investor dari Malaysia itu sebagai sinyal positif bagi perekonomian Aceh yang tengah tumbuh pasca-pandemi. Dalam pertemuan itu, Mualem turut didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Aceh, Fachrial, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Akkar Arafat, serta Staf Khusus Gubernur, T. Irsyadi.

Pertemuan itu diakhiri dengan penegasan komitmen untuk menindaklanjuti penjajakan tersebut melalui kerja sama teknis di sektor peternakan. Pemerintah Aceh berharap investasi ini kelak dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak di daerah.

Menurutnya, saat ini sudah ada investor Tiongkok yang berminat berinvestasi di sektor ayam petelur dan ayam gulai. Pemerintah Aceh disebut telah menyiapkan lahan 150 hektare di Aceh Besar untuk membangun kawasan industri unggas dan telur canggih.

Saat ini, Badan Usaha Milik Daerah Aceh PT Pembangunan Aceh (PEMA) telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi asal Henan, Zhongke Holdings Green Technology Co., Ltd untuk investasi tersebut. Pembangunan kawasan itu disebut segera dilakukan dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.

“Ini telur yang lebih moderen, karena setiap telur yang menetas nanti ada yang untuk bayi, dewasa dan seperti biasa. Ini yang menarik. Jadi gizi lebih ditingkatkan terutama sekali untuk anak-anak. Jadi ada beberapa kategori telur yang akan dihasilkan,” ujar Mualem.

Sebelumnya, Mualem menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, demi memajukan dan mensejahterakan rakyat di Tanah Rencong.

Penulis:
JUNAIDI P.HASIBUAN

LAINNYA
error: Content is protected !!