Dasco Sambangi RS Islam Cempaka Putih Besuk Korban Ledakan

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Nov 2025 20:32 109 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Sense of crisis ataupun rasa keprihatinan ditunjukan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.  Bersama Ketua Komisi III DPR RI Habiburrokhman, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Dasco menyambangi RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, untuk menjenguk para korban ledakan SMU 72 Kelapa Gading pada hari Jumat petang (07/11/2025).

Dari pantauan Suaranetizennews, Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tiba bersamaan dengan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan artis Rafi Ahmad sekitar pukul 17.00 WIB.

banner 600x600

Bang Dasco, turun dari kendaraan yang membawanya persis di depan Gedung Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Timur.

Dasco mengenakan jaket hitam berjalan diiringi Rafi Ahmad yang memakai kemeja putih, serta Habiburokhman yang mengenakan batik. Ketiganya, terlihat berjalan cepat menuju ruang Instalasi Gawat Darurat tanpa memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu di lokasi.

Sementara itu, sejumlah petugas keamanan rumah sakit terlihat berjaga di depan pintu IGD untuk membatasi akses masuk.

Beberapa keluarga korban dan siswa SMA 72 juga tampak menunggu kabar di sekitar area rumah sakit.

Usai menjenguk para korban, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti pengaruh media sosial terhadap adanya siswa yang diduga memicu terjadinya ledakan di SMAN 72 Jakarta, hingga mengakibatkan puluhan siswa menjadi korban.

Dia pun meminta kepada sekolah-sekolah untuk mengimbau kepada para siswanya untuk berhati-hati dalam menerima informasi dari media sosial.

“Antara lain mungkin tadi karena pengaruh yang dilihat di media-media sosial,” kata Dasco usai menjenguk para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

Usai menjenguk para korban, dia mendapatkan informasi bahwa pelaku merupakan anak usia 17 tahun. Namun, dia mengatakan bahwa informasi yang lebih lengkap akan disampaikan oleh pihak kepolisian.

“Soal pelaku biar nanti pihak yang berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan ke rekan media,” kata Wakil Ketua DPR RI yang membidangi urusan Politik dan Keamanan itu.

Sebagaimana dikabarkan, Sela  salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, menyebutkan bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di masjid sekolah yang diduga dibawa oleh siswa yang kerap di “bully” atau dirundung oleh siswa lain.

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela.

Menurut dia, ledakan terjadi saat khutbah Jumat selesai dan akan dilanjutkan dengan Iqomah. Saat itulah, ada ledakan besar terjadi.

Penulis:
JUNAIDI P.HASIBUAN

LAINNYA
error: Content is protected !!