Sosok Peningkat Daya Saing dan Pencipta Multi Efect Pertumbuhan Ekonomi Industri Baja Nasional

waktu baca 5 menit
Minggu, 9 Nov 2025 21:57 99 Suara Netizen

Suaranetizenews,- Kontribusi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam menciptakan multiplier effect pertumbuhan ekonomi patut diapresiasi. Dibawah kepemimpinan Akbar Djohan PT.Krakatau Steel sukses memberikan nilai pertumbuhan
ekonomi  yang inklusif melalui penerapan hilirisasi industri, pengembangan pasar secara strategis yang mendorong penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ketahanan industri nasional.

Kontribusi dan langkah nyata yang dia berikan terhadap industri baja nasional tak perlu dipertanyakan lagi. Itulah sebabnya,  dia dinobatkan peraih penghargaan bergengsi Leadership Excellence Award 2025 dari Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) dan Danantara Indonesia Business Forum, bulan lalu  Senin 20/10/2025.

banner 600x600

Penganugerahan Leadership Excellence Award 2025 HIPMI – Danantara kepada Akbar merupakan bentuk apresiasi kepada para pemimpin dan badan usaha yang memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing industri serta berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Kontribusi nyata Akbar Djohan yang menerima penghargaan pada kategori “Excellence in Steel Industry & Industrial Competitiveness Award 2025” adalah sebuah bentuk pengakuan atas dedikasi, kepemimpinan visioner, dan kontribusi signifikan dalam mendorong Krakatau Steel bertransformasi menjadi perusahaan baja terintegrasi yang modern, efisien, dan berdaya saing global.

Komentarnya datar dan bernada merendah, ketika ditanya wartawan usai menerima penghargaan tersebut.
“Pencapaian ini bukanlah semata-mata karena hasil kerja saya, tetapi juga karena penghargaan ini merupakan wujud nyata dari dedikasi, kerja keras, dan kontribusi luar biasa dari seluruh stakeholders dalam mewujudkan visi, misi, dan transformasi bisnis perusahaan,” ujar.

Pengalaman Mumpuni

Diketahui Akbar Djohan merupakan sosok yang memiliki pengalaman mumpuni di perusahaan baja nasional. Maka jangan heran, dia sangat menjiwai dan menguasai seluk-beluk industri baja nasional.

Pria  jebolan magister dari Universitas Pancasila tahun 2008 ini memiliki rekam jejak karier yang mentereng di sektor port, logistik, dan industri baja.Kariernya di Krakatau Steel Group dimulai dengan berbagai peran strategis.

Sebelum menjadi Direktur Utama, Akbar menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Krakatau Steel sejak 2 Oktober 2024, menggantikan Purwono Widodo yang meninggal dunia.

Dia juga pernah diangkat sebagai Direktur Komersial Krakatau Steel pada 31 Juli 2023, di mana ia bertanggung jawab atas strategi pemasaran dan pengembangan bisnis perusahaan.

Akbar juga memiliki pengalaman kepemimpinan yang kuat didalam anak perusahaan Krakatau Steel Group.

Pada 2019, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Niaga Indonesia, fokus pada perdagangan dan distribusi produk baja.

Pada 2020, dia memimpin PT Krakatau Global Trading, unit yang mengelola perdagangan baja dan bahan baku besi dan baja.

Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port), mengelola operasional pelabuhan dan logistik yang menjadi salah satu pilar penting grup.

Di luar Krakatau Steel, Akbar memiliki peran signifikan di sejumlah organisasi.
Saat ini, diketahui masih menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

Pengalamannya diperkaya dengan posisi sebagai Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta sebagai Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan wirausaha dan kebijakan ekonomi.

Terbitnya Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) disambut positif oleh Muhammad Akbar.

Menurutnya,  regulasi ini dinilai sebagai langkah penting dalam menciptakan kepastian berusaha, mendorong penggunaan komponen dalam negeri, serta menarik minat investor asing untuk menanamkan modal di sektor industri strategis seperti baja.

Akbar mengatakan, kebijakan baru ini akan mampu memberikan sinyal positif bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kepastian hukum dan kemudahan berusaha merupakan faktor krusial dalam menarik investasi jangka panjang.

Namun demikian, ia menegaskan, semangat utama dari regulasi ini harus tetap mengedepankan perlindungan terhadap industri lokal. Dia juga menekankan pentingnya prinsip keadilan dan kesetaraan, terutama bagi perusahaan yang telah lebih dulu berinvestasi dan berkontribusi di dalam negeri.

“Namun tentu semangatnya adalah bagaimana tetap memberikan daya saing, dan juga memberikan perlindungan kepada pelaku industri dalam negeri, beserta produk industrinya. Sehingga perlu rasanya kita juga memberikan pengawalan dalam hal adanya prinsip keadilan dan kesetaraan antara pengusaha ataupun pelaku industri yang sudah eksis di dalam negeri. Begitu sah,” jelasnya.

Akbar juga menyoroti pentingnya penerapan TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) yang tepat sasaran.

Industri Baja Fondasi Stabilitas Ekonomi
PT Krakatau Steel (Persero) memberikan dukungannya pada arah baru transformasi ekonomi Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam mendukung terwujudnya visi pemerintah meraih Indonesia Emas 2045, khususnya pada peran industri baja dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Dukungan dan komitmen ini tercermin dari partisipasi Krakatau Steel pada HIPMI-Danantara Business Forum 2025. Dalam diskusi tersebut, Akbar Djohan menekankan pentingnya sinergi dan inovasi antara Industri dan Pengusaha Muda dalam rangka mendorong hilirisasi mewujudkan kemandirian industri baja nasional.

Kolaborasi dari hulu (produksi baja mentah) hingga hilir (produk jadi seperti pipa baja) bertujuan untuk memperkuat rantai pasok di dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, Krakatau Steel berkontribusi sebagai akselerator program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sudah melakukan inovasi dengan masuk ke sektor hilir, yaitu mengembangkan dapur modular dengan keseluruhan TKDN mencapai 80%, yang terdiri mulai dari struktur bangunan modular, baja ringan, kitchen set, hingga food tray yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran SNI dan sertifikat halal.

SPPG modular menggunakan sistem knockdown sehingga prosesnya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 40 hari, dan saat ini kita sudah memproduksi 200 sampai 400 SPPG modular. Inovasi ini menarik minat banyak para pimpinan daerah untuk hadir di Cilegon untuk melihat contoh bangunan SPPG modular.

Kemudian penjajakan lintas sektor antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Krakatau Steel pun telah dilakukan.

Sebelumnya, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan sudah hadir berkunjung ke Krakatau Steel memberikan mandat suplai pelat baja untuk kebutuhan pembuatan 20.000 kapal untuk nelayan.

Pertemuan ini langsung mendapatkan tindak lanjut berupa laporan Kementerian KKP kepada Danantara, sehingga realisasi penguatan ketahanan pangan Indonesia sudah di depan mata.

Tidak berhenti pada pembuatan kapal nelayan, dalam upaya penguatan ketahanan teritorial, Krakatau Steel dan Group serta industri dalam negeri lainnya optimis dapat memenuhi kebutuhan pembangunan Giant Sea Wall hingga alutsista yang tentunya membutuhkan bahan baku baja dari Krakatau Steel.

Penulis:
Junaidi P.Hasibuan

LAINNYA
error: Content is protected !!