Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin (foto dok ; jakarta.co.id) Suaranetizennews – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya menargetkan pembangunan infrastruktur perpipaan air bersih yang masif untuk tahun depan. PAM Jaya menargetkan ada penambahan 250 ribu sambungan baru di berbagai wilayah Jakarta.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, penyaluran air bersih tahun depan ditargetkan menyasar seluruh wilayah administrasi, mulai dari Jakarta Selatan, sebagian Jakarta Barat, Jakarta Pusat, penyisiran ulang di Jakarta Timur, hingga Kepulauan Seribu. “Jadi tahun depan itu ada sebanyak 250 ribu sambungan baru, ekuivalen 800 sampai 1.000 km pipa panjang,” kata Arief di JEKATE Running Series 2025, Minggu (14/12/2025).

Arief mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam merealisasikan target tersebut, khususnya di wilayah Jakarta Barat. Wilayah ini dinilai sebagai area yang paling sulit dijangkau karena ketergantungan sumber air baku dari luar Jakarta.
Ia menjelaskan, pasokan air untuk wilayah Jakarta Barat sangat bergantung pada percepatan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Yang paling sulit itu Barat Jakarta. Karena kita lagi meminta Kementerian PU mempercepat Karian Serpong. Karena sumber airnya kita masih mengandalkan dari luar Jakarta, itu dari Karian. Ini yang menjadi tantangan. Tapi kita ada beberapa alternatif yang saat ini sudah disiapkan
Secara spesifik, wilayah di Jakarta Barat yang menjadi fokus dan memiliki tingkat kesulitan tersendiri meliputi Kecamatan Tambora, Kelurahan Duri Kosambi, Grogol, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Selain itu, Kelurahan Tangki juga menjadi perhatian karena lokasinya yang berada di kawasan pesisir. “Jadi lokasinya memang sudah berada di pinggir pantai atau lautan,” pungkasnya.
Adapun, percepatan pipanisasi ini merupakan bagian dari upaya PAM Jaya untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan air bersih di DKI Jakarta pada 2030 mendatang.
Ruli Harahap