Direktur Pembinaan Masyarakat, Kombes Pol.Harri Muharram Firmansyah SIK. Suaranetizennews,- Ketika menyelesaikan pendidikan Akademi Kepolisian pada tahun 1990, dia telah menetapkan sebuah visi yang begitu mulia, yakni “Membawa keluarga dan orang lain masuk surga.”
Nah, untuk mengimplementasikan visinya, sejalan dengan jabatan yang di emban saat ini, dia pun telah melakukan sebuah misi, yakni merangkul semua kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Singkatnya, dia ingin mengajak semua Ormas berbuat kebaikan (masuk surga), demi satu tujuan yang juga sangat mulia yakni mewujudkan kemanan dan ketertiban (Kamtibmas) Jakarta melalui program “Jaga Jakarta.”
Karena itu pulalah, defenisi Binmas menurut perwira menengah ini adalah pembinaan masuk surga.
Dia adalah Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Metro Jaya, Kombes Harri Muharram Firmansyah, SIK.
Namun dalam perjalanannya, ada saja pihak-pihak yang salah paham tentang keterlibatkan sejumlah Ormas dalam program Jaga Jakarta.
Menangapi hal itu, Kombes Harri mengatakan, keterlibatan Ormas dalam menjaga Kamtibmas Jalarta hanya bersifat partisipatif, bukan operasional kepolisian.
Menurut Kombes Harri, mereka yang tergabung dalam Ormas tidak diberi tugas oleh kepolisian, tetapi diajak jadi agen penggerak keamanan di lingkungannya masing-masing.
Hal tersebut sejalan dengan program ‘Jaga Jakarta’ yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
“Kami mengajak ormas, kelompok masyarakat, dan komunitas driver ojol untuk bersama-sama Polri menjaga Jakarta,” ujar Harri.
“Bukan hanya ormas, tapi seluruh lapisan masyarakat agar ikut memelihara keamanan dan ketertiban. Kalau Jakarta aman, kualitas sosial dan ekonomi juga akan meningkat,” sambungnya.
Peran ormas, tambah Harri, dalam program tersebut bukan bersifat operasional, melainkan partisipatif dan preventif.
“Enggak ada tugas khusus dari Polisi. Mereka paling tidak mengajak masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungannya, ikut siskamling atau mengingatkan keluarga hal-hal kecil,”tambahnya.
Menanggapi adanya pandangan miring sebagian masyarakat terhadap ormas yang dianggap meresahkan, menurut Kombes Harri itu adalah ulah segelintir oknum dalam Ormas tersebut.
“Pada dasarnya, tujuan ormas itu sangat baik. Kalau lihat AD/ART-nya, semuanya positif. Makanya kami ingin mengajak mereka untuk kembali ke tujuan awal menjadi mitra masyarakat dalam jaga ketertiban,” katanya.
Daftar Ormas Yang Terlibat “Jaga Jakarta”
Adapun ormas yang telah bersinergi dengan Polda Metro Jaya dalam program ‘Jaga Jakarta’ antara lain;
Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, Timur Indonesia Bersatu, Pemuda Panca Marga (PPM).
Lalu Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri Indonesia (FKPPI), Satria Banten, Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), Forum Komunikasi Keluarga Besar Betawi (FORKKABI), Persatuan Silat Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir (PS TTKDH), Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
Ada pula Satuan Tugas Banten Keluarga Silat Tarung Indonesia (Satgas Banten KESTI), Kembang Latar, Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila (PP), Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (POKDARKAMTIBMAS) serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Harri menambahkan, ormas-ormas itu sudah menjadi binaan Direktorat Binmas Polda Metro Jaya selama ini.
Tak hanya itu, mereka juga berkoordinasi rutin lewat forum komunikasi.
“Kalau ada kegiatan sosial, kesehatan atau kegiatan yang memberi rasa aman bagi masyarakat, kami selalu bersama mereka. Kapolda juga sudah minta agar pertemuan rutin diperkuat,” kata dia.
Diketahui, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas), untuk perkuat sinergi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Jakarta.
Empat pilar Jaga Jakarta, yakni jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah, disebut sebagai pedoman kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi dinamika perkotaan yang kompleks.
Kombes Harri juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai di tengah masyarakat yang multikultural.
“Meskipun berbeda latar belakang, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Jakarta agar tetap aman dan damai,”pungkasnya.
Penulis:
Junaidi P.Hasibuan