Selama Ini Dikira Gratis, Dirut BPJS Jelaskan Siapa yang Sebenarnya Membayar

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 13:37 96 Suara Netizen

Suaranetizennews – Pemahaman masyarakat soal biaya layanan kesehatan kembali menjadi sorotan. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan, bahwa layanan kesehatan bukanlah sesuatu yang murah atau gratis, melainkan memiliki biaya besar yang dibayar melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan anggapan yang berkembang bahwa berobat menggunakan BPJS Kesehatan berarti tanpa biaya. Menurut Ghufron, masyarakat memang tidak mengeluarkan uang secara langsung saat menerima layanan, tetapi pembiayaan tetap berjalan melalui iuran peserta dan kontribusi pemerintah.

banner 600x600

“Ada yang Membayar Biaya Itu”

Dalam keterangannya di hadapan DPR, Ghufron menyebut persepsi “gratis” muncul karena peserta tidak melihat langsung proses pembayarannya. “Banyak yang mengira kesehatan itu murah atau gratis. Padahal sebenarnya mahal, hanya saja ada yang membayarkan.”

Ia menjelaskan, peserta mandiri membayar melalui iuran rutin, sementara bagi peserta penerima bantuan iuran, pemerintah mengambil peran menanggung biaya tersebut.

BPJS Bukan Lembaga Pencari Untung

Ghufron menekankan bahwa BPJS Kesehatan berstatus badan hukum publik, bukan perusahaan yang berorientasi keuntungan. Dana yang dikelola diputar kembali untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta sesuai regulasi. Artinya, sistem ini berjalan berdasarkan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat ikut menopang pembiayaan bagi yang sedang sakit.

Pentingnya Literasi Pembiayaan Kesehatan

BPJS Kesehatan mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang bagaimana sistem pembiayaan kesehatan nasional bekerja. Dengan memahami bahwa layanan medis memiliki nilai biaya tinggi, publik diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan. Selain itu, kesadaran ini juga dinilai penting demi menjaga keberlanjutan program JKN yang selama ini menjadi tulang punggung perlindungan kesehatan masyarakat.

Antara Persepsi dan Realitas

Perbedaan antara persepsi “gratis” dan realitas pembiayaan inilah yang ingin diluruskan. Sistem JKN memastikan akses layanan tetap terbuka, namun pembiayaannya tetap nyata dan ditanggung secara kolektif. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan jaminan kesehatan nasional bergantung pada partisipasi dan pemahaman bersama.

Ruli Harahap

LAINNYA
error: Content is protected !!