Menanti Kinerja Polisi Yang Presisi, Kejangggalan Meninggalnya si Pembongkar Korupsi

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Mar 2026 10:07 148 Suara Netizen

Suaranetizennews,– Seminggu sudah berlalu setelah kejadian. Publik masih dihantui rasa penasaran bagaimana hasil penyelidikan awal Polisi dalam kasus kematian mengenaskan Ermanto Usman, setelah diserang perampok di rumah kediamannya yang terletak di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (2/3).

Update informasi terbaru, Polisi masih mendalami segala kemungkinan terkait meninggalnya pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) bernama Ermanto Usman (65) di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

banner 600x600

“Termasuk, soal dugaan pembunuhan berencana  masih didalami.  Semua informasi segera diperlukan untuk membantu penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi Selasa (10/03).

Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono mengatakan tim gabungan masih terus melakukan penyelidikan. Dia menerangkan Bareskrim Polri juga turun tangan untuk membantu mengungkap kasus tersebut.

“Ya sementara tim gabungan dari Bareskrim, Polda, dan Polres, Polsek Pondok gede, masih melakukan penyelidikan ya,”ujarnya.

Sebelumnya, Ermanto Usman dan istrinya diduga diserang perampok di rumahnya yang terletak di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (2/3).

Dalam peristiwa itu, Ermanto meninggal dunia, sementara istrinya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Peristiwa itu baru diketahui sang anak saat menjelang sahur. Saat itu, anak korban merasa curiga lantaran kedua orang tuanya tidak membangunkan sahur hingga pukul 04.00 WIB.

“Ketika dia bangun dia kaget, wah ini kan bentar lagi imsak, akhirnya dia turun. Ketika turun dia lihat kok enggak ada jawaban, lampu masih mati,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada wartawan, Senin (2/3).

Andi mengatakan anak korban ketika itu masih sempat mendengar suara ibunya. Namun saat dihampiri, gagang pintunya sudah rusak dan tidak bisa dibuka.

Singkat cerita, sang ayah sudah dalam keadaan meninggal bersimbah darah. Sementara ibunya mengalami luka berat dan langsung mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Dari penyelidikan sementara, tercatat ada sejumlah barang yang raib akibat insiden penyerangan tersebut. Yakni gelang emas yang di tangan korban serta dua kunci mobil.

Mengungkap Korupsi JICT

Almarhum Ermanto adalah Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT. Pelindo adalah pemegang saham utama di JICT. Almarhum juga dikenal pula sebagai pengamat pelabuhan.

Sebelum meninggal, Ermanto sempat memaparkan dugaan korupsi senilai triliunan, terkait pengelolaan pelabuhan di Podcash Madilog Majalah Forum. Dugaan korupsi di perusahaan pelabuhan itu pun kini telah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun masih di petieskan.

Bukan Orang Sembarangan

Berdasarkan penuturan Anggota DPR RI Komisi XIII Rieke Diah Pitaloka, sosok Ermanto Usman (65) bukanlah sosok sembarangan dan bukan sekedar karyawan pensiunan biasa.

Rieke menuturkan, Ermanto merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT). Dia memiliki rekam jejak sebagai aktivis pekerja pelabuhan.

“Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK,  dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah  bahkan kalau pakai penilaian future values itu mungkin puluhan triliun kerugian negara, begitu..,” ujar Rieke.

Penulis: Junaidi P.Hasibuan

LAINNYA
error: Content is protected !!