(foto ; istimewa) Suaranetizennews – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahamd, menyakini bahwa melaksanakan agenda pembangunan yang digagas oleh Presiden Prabowo harus dilakukan bersama oleh semua elemen bangsa. Dan untuk itu ia bertemu dengan para aktivis senior guna menjembatani komunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan digelar di kediaman aktivis ’98, Bursah Zarnubi, di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. dalam kesempatan tersebut Dasco mendengarkan masukan dan semua aspirasi para aktivis senior.

Pertemuan Dasco yang kini menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra ini, dikonformasi oleh aktivis yang juga pengamat pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, yang turut hadir dalam pertemuan. Connie menjelaskan materi pembahasan dalam diskusi yang berlangsung hangat dengan Dasco. “Kita semua diundang Bang Hariman dan Bang Bursah. (Pertemuan berlangsung lama) karena beliau ingin dengar apa sih yang kita rakyat, dan akademisi gelisahkan,” jelas Connie kepada awak media.
Connie mengatakan, banyak isu-isu aktual yang berkembang dalam diskusi tersebut, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP). Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan berbagai masukan strategis terkait posisi Indonesia dalam BOP, implikasi perjanjian tarif, serta dinamika kondisi global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan geopolitik nasional.
Selain itu, terdapat masukan yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen yang mungkin perlu dikaji lebih lanjut dampak dan implementasinya.
“Tokoh masyarakat menyampaikan berbagai masukan strategis terkait posisi Indonesia dalam BOP, implikasi perjanjian tarif, serta dinamika kondisi global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan geopolitik nasional,” kata Connie.
Connie menambahkan, para tokoh masyarakat yang hadir dalam acara itu juga menyampaikan pentingnya mendengarkan suara masyarakat sipil, akademisi dan mahasiswa. Beberapa pihak, kata dia, menekankan perlunya pemerintah agar mendengarkan aspirasi masyarakat sipil, khususnya mahasiswa sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
Dalam pertemuan itu, secara khusus, Connie menyampaikan usulannya terhadap Dasco, agar pemerintah mempertimbangkan kembali keterlibatan Indonesia dalam BoP. “Karena berpotensi merusak jati diri sebagai negara Non-Aligned Movement (NAM), terlebih dalam konteks eskalasi konflik seperti serangan terhadap Iran,” kata Pengamat Militer itu. Connie mengatakan, dalam diskusi itu, Dasco mendengarkan berbagai aspirasi yang dicurahkan semua tokoh senior terkait isu-isu aktual yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo.
Ruli Harahap