Kasat Lantas Polres Banjar AKP Firman Hidayat Pinim. Suaranetizennews,- Polres Banjar melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) pro aktif meluncurkan berbagai program yang strategis untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.
“Sebab, kecelakaan tidak hanya merugikan fisik dan mental korban, tetapi juga berdampak besar pada keluarga dan masyarakat secara luas,”ujar Kasat Lantas Polres Banjar AKP Firman Hidayat.

Karena itulah AKP Firman mengingatkan, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami berbagai program yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Banjar, serta dampak positif dari program ini bagi masyarakat.
“Bukan hanya personil Satlantas, pada dasarnya semua elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan terbebas dari kecelakaan,”ujarnya.
AKP Firman mengatakan, dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang pesat di Kota Banjar, dibutuhkan kerjasama dan sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Program Satlantas Polres Banjar
AKP Firman memaparkan sejumlah program-program yang dirancang oleh Satlantas Polres Banjar, yang telah berperan besar dalam upaya menekan angka kecelakaan, antara lain;
Pertama; Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Berkendara
Salah satu fokus utama Satlantas Polres Banjar adalah edukasi kepada masyarakat. Program ini meliputi penyuluhan yang dilakukan di sekolah-sekolah, kampus, dan komunitas.
Dalam sosialisasi tersebut, petugas kepolisian menjelaskan tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm, dan menjaga kecepatan berkendara.
“Edukasi adalah kunci. Dengan memahami aturan dan keselamatan berkendara, kita bisa menurunkan risiko kecelakaan,” ungkap Kasatlantas Polres Banjar, AKP Ismail.
Kedua; Kemitraan dengan Sekolah dan Komunitas
Untuk menjangkau lebih banyak individu, Satlantas Polres Banjar juga menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengadakan program “Sekolah Lalu Lintas”. “Program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga orang tua dan guru, supaya informasi keselamatan lalu lintas dapat menyebar secara menyeluruh,”ujar AKP Firman.
Ketiga; Penerapan Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)
Seiring dengan kemajuan teknologi, Polres Banjar mulai menerapkan sistem ETLE. Sistem ini memungkinkan penegakan hukum secara otomatis terhadap pelanggaran lalu lintas, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran yang berujung pada kecelakaan. “Data menunjukkan bahwa daerah-daerah yang menggunakan ETLE memiliki peningkatan disiplin berlalu lintas,”tegasnya.
Keempat; Pengaturan Rekayasa Lalu Lintas
Dalam menghadapi kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Banjar melakukan berbagai pengaturan rekayasa lalu lintas. Ini termasuk pemasangan rambu-rambu baru, pengaturan jam lalu lintas, dan pembukaan jalur-jalur alternatif. “Dengan rekayasa lalu lintas yang baik, diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan kendaraan,”tanbahnya.
Kelima; Kegiatan Bakti Sosial dan Pangkalan Mitra Lalu Lintas
Program lainnya adalah kegiatan bakti sosial yang meliputi pembagian helm gratis, pemeriksaan kendaraan, dan pengobatan gratis bagi masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara dan pentingnya menjaga kondisi kendaraan sebelum beroperasi,”ujarnya.
AKP Firman menyatakan, selama enam bulan berjalan, hasil yang paling signifikan dari berbagai program ini adalah penurunan angka kecelakaan di wilayah Banjar.
Berdasarkan data, terjadi berkurangnya sekitar 15% kecelakaan dalam satu tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan melalui program yang laksanakan oleh Satlantas Polres Banjar telah membuahkan hasil yang
Selain itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, banyak masyarakat yang merasa lebih sadar akan pentingnya keselamatan berkendara setelah mengikuti program edukasi.
“Masyarakat yang pada awalnya kurang mematuhi aturan lalu lintas, kini lebih disiplin,”pungkas AKP Firman.
Penulis: Junaidi P.Hasibuan