Komisi B DPRD DKI Jakarta Dorong BUMD Maksimalkan Creative Financing

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 08:30 116 Suara Netizen

Suaranetizennews – Komisi B DPRD DKI Jakarta mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berinovasi melalui creative financing. Tujuannya, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh usai rapat evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/4). Target dari evaluasi tersebut yakni peningkatan dividen BUMD menjadi Rp800 miliar pada 2026.

banner 600x600

Nova menjelaskan, BUMD perlu melakukan langkah progresif. Mengingat, kondisi ekonomi global dan geopolitik yang dinamis. Misalnya, sektor transportasi bisa mengoptimalkan pendapatan melalui komersialisasi aset dan ruang iklan. “Kita berharap ada creative financing untuk menambah pendapatan kita,” ujar Nova.

Di sektor transportasi, kata dia, bisa dengan mengefektifkan kembali naming right atau ruang-ruang iklan untuk dikomersialisasi secara maksimal. “Itu yang paling utama,” tandas Nova. Selain sektor transportasi, Nova menyoroti peluang besar Bank DKI memperluas jangkauan kredit untuk masyarakat pesisir di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.

Berdasarkan kunjungan Komisi B pada 14 April 2026, mobilitas di Muara Angke memiliki potensi dari sekitar 2.000 kapal yang bersandar hingga kebutuhan fasilitas cold storage. Karena itu, Nova mendorong Bank DKI agar mengkaji pemberian kredit bagi nelayan dan pengusaha mikro di kawasan pelabuhan.

Dengan begitu perputaran nilai rupiah lebih cepat di Jakarta. “Tolong dikaji Bank DKI karena kita perlu perputaran perekonomian, perputaran uang sekarang seperti itu,” jelas Nova. Selain itu, sambung Nova, pendapatan Transjakarta dari sektor non-ticket atau non-farebox ditargetkan mencapai Rp1 triliun pada 2026. Meningkat dari capaian tahun 2025 sebesar Rp960 miliar.

“Kalau kita lihat saat ini pertumbuhannya belum bisa kita lihat secara riil, karena masih tahap triwulan pertama. Nanti triwulan kedua bisa dilihat lagi perkembangannya seperti apa,” jelas Nova.

Dengan demikian, Nova mengajak seluruh jajaran BUMD saling bersinergi dalam menjalankan proyek pembangunan di Jakarta. Misalnya, kolaborasi antara PAM Jaya dan Bank DKI terkait pembiayaan, serta keterlibatan PT. Jaya Konstruksi (Jakkon) dalam proyek-proyek infrastruktur daerah. “Jadi secara fundamental pendapatan dari PAD kita bisa didapatkan dari BUMD,” pungkas dia.

Ruli Harahap

LAINNYA
error: Content is protected !!