Rumah bersejarah peninggalan Pahlawan Nasional dr.Sardjito di Kota Jogja, oleh pihak keluarga akan dijual. Suaranetizennews,–Rumah bersejarah peninggalan pahlawan Nasional dr. Sardjito, oleh pihak keluarga sedang ditawarkan untuk dijual.
Sayangnya, pemerintah Kota Yogyakarta belum bisa membeli rumah peninggalan pahlawan nasional dr. Sardjito pada tahun angggaran 2026 ini.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kendala utama terletak pada anggaran daerah yang sudah berjalan, sehingga pembelian aset bernilai besar belum memungkinkan dilakukan pada tahun ini.
“Kalau di tahun anggaran ini belum memungkinkan, karena ketika beliau menawarkan ke mana-mana kan tahun anggaran 2026 sudah berjalan,” ujar Hasto dikutip dari keterangan tetulisnya Sabtu 16/05/2026.
Dana Keistimewaan
Hasto menyatakan, harga
jual rumah bersejarah tersebut tidaklah sedikit. Ia menjelaskan, rumah peninggalan dr. Sardjito bukan sekadar bangunan biasa, tetapi memiliki nilai sejarah penting bagi Yogyakarta.
Menurut Hasto, dr. Sardjito dikenal sebagai rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM), penggagas RSUP dr. Sardjito, serta tokoh yang memiliki banyak kontribusi di Fakultas Kedokteran UGM.
Karena itu, Pemkot Yogyakarta menaruh perhatian besar terhadap kabar penjualan rumah tersebut.
Meski begitu, Hasto mengaku hingga kini pihaknya belum menerima penawaran resmi dari keluarga dr. Sardjito.
“Kalau secara langsung atau secara resmi belum ditawarkan ke Pemkot ya,” ujarnya.
Menurut Hasto, Pemkot sebenarnya memiliki peluang menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) apabila rumah tersebut masuk kategori cagar budaya atau berkaitan dengan unsur kebudayaan.
Namun, proses penggunaan dana tersebut tetap membutuhkan pengajuan dan persetujuan lebih lanjut kepada pemerintah provinsi.
“Tetapi kan itu juga butuh proses untuk mengusulkan misal begitu, ke pemerintah kota mendapatkan secara rutin mendapatkan dukungan dana istimewa. Tapi, peruntukannya kan harus disampaikan dulu kepada Pak Gubernur misalkan begitu,” sambung Hasto.
Temui Pihak Keluarga
Dalam waktu dekat, Hasto berencana akan menemui pihak Keluarga dr. Sardjito, untuk membahas lebih jauh terkait penjualan rumah bersejarah tersebut.
Selain itu, ia ingin berdiskusi dengan pihak UGM dan RSUP dr. Sardjito mengenai kemungkinan penyelamatan aset itu, agar tetap memiliki nilai sejarah.
“Dalam waktu dekat ini, kami memang berencana mau bertemu pihak keluarga. Setelah itu saya juga mau diskusi dengan bu rektor atau juga direktur Rumah Sakit Sardjito untuk diskusi tentang ini ya,”ujarnya.
Hasto berharap rumah peninggalan dr. Sardjito tidak jatuh ke tangan perorangan dan dialihfungsikan menjadi tempat komersial seperti kafe. Sebab dia menilai, rumah tersebut memiliki sejarah penting karena pernah menjadi tempat lahirnya karya obat untuk penyakit batu ginjal.
“Ini kan dulu punya sejarah bahwa Profesor Sardjito itu kan membikin obat juga namanya Calcusol kalau nggak salah. Itu obat untuk kencing batu ginjal misal begitu. Nah, berartikan rumah ini adalah rumah bersejarah yang melahirkan karya obat,”pungkas Hasto.
Penulis: Junaidi P.Hasibuan