Dasco ; DPR Komitmen Kawal Reformasi Tata Kelola Bursa dan Pengawasan Pasar Modal

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 07:24 154 Suara Netizen

Suaranetizennews – Wakil Ketua DPR RI mengungkapkan bahwa DPR menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap sektor keuangan nasional dengan mengawal reformasi tata kelola pasar modal dan penguatan pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut disampaikan kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6), usai sebelumnya berlangsung pertemuan antara pimpinan DPR RI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia periode 2026–2030.

Menurut Sufmi Dasco Ahmad, DPR telah melakukan koordinasi dan diskusi mendalam bersama OJK dan direksi baru BEI terkait langkah-langkah pembenahan tata kelola pasar modal ke depan. “Kami barusan sudah melakukan koordinasi dan kemudian diskusi yang panjang bagaimana kemudian OJK yang baru dan Direktur Bursa (Efek Indonesia) yang baru untuk membenahi tata kelola bursa sehingga lebih baik ke depannya,” ujar Dasco.

banner 600x600

Menurut Politisi Fraksi Partai Gerindra ini, DPR juga meminta OJK untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas pasar modal agar kepercayaan investor semakin meningkat. Ia menegaskan, sejumlah kesepakatan telah dicapai guna memastikan reformasi yang sedang berjalan dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan integritas dan transparansi bursa.

Pernyataan tersebut menunjukkan pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI sebagaimana diamanatkan konstitusi, terutama dalam memastikan lembaga-lembaga sektor keuangan menjalankan tugasnya secara akuntabel demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengumumkan tujuh direktur BEI yang telah lolos proses fit and proper test OJK dari total 28 kandidat yang diajukan melalui empat paket calon direksi. Mereka adalah Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama, Saidu sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi, Umi Kulsum sebagai Direktur Keuangan dan SDM, Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan, Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan, serta Irfan Susandi sebagai Direktur Perdagangan.

Friderica menegaskan bahwa direksi baru tersebut diminta untuk melanjutkan reformasi integritas pasar modal yang selama beberapa bulan terakhir menjadi fokus pembenahan regulator. Menurutnya, penguatan tata kelola merupakan kunci agar pasar modal Indonesia semakin dipercaya investor domestik maupun global. “Kami meminta mereka berkomitmen memberikan yang terbaik untuk pengembangan Bursa Efek Indonesia ke depan, mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI terpilih, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa jajaran direksi periode 2026–2030 berkomitmen melanjutkan reformasi pasar modal, meningkatkan transparansi, memperkuat integritas, serta memperdalam pasar dari sisi permintaan maupun penawaran. Menurut Jeffrey, langkah tersebut penting untuk mewujudkan Bursa Efek Indonesia sebagai bursa kelas dunia yang mampu bersaing dengan bursa-bursa besar internasional.

Penguatan tata kelola pasar modal menjadi isu yang sangat relevan di tengah meningkatnya peran pasar modal dalam pembiayaan pembangunan nasional. Hingga pertengahan 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 17 juta Single Investor Identification (SID), meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ruli Harahap

LAINNYA
error: Content is protected !!