(foto ; istimewa) Suaranetizennews – Juara bertahan, Argentina, akhirnya sukses menyegel tiket ke partai final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris dengan skor tipis 2-1. Bermain di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (15/7) waktu setempat, La Albiceleste memastikan diri melangkah ke laga puncak untuk menantang Spanyol Minggu (19/7) mendatang.
Pertandingan ini kembali menghidupkan salah satu rivalitas terpanas dalam sejarah sepak bola internasional. Atmosfer stadion sudah terasa sangat riuh dan panas bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan, di mana suporter kedua kesebelasan saling beradu suara untuk menenggelamkan lagu kebangsaan tim lawan.

Meski berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Argentina, laga ini berjalan sangat ketat, terutama di paruh pertama yang harus ditutup dengan skor kacamata 0-0. Kedua tim minim menciptakan peluang berbahaya akibat jalannya pertandingan yang kerap terhenti oleh tingginya intensitas pelanggaran. Gelandang serang Inggris, Jude Bellingham, berulang kali menjadi sasaran tekel keras dari para pemain Argentina. Sesaat setelah laga dimulai, Leandro Paredes melakukan tekel terlambat terhadap Bellingham, yang kemudian disusul oleh pelanggaran Enzo Fernandez terhadap Elliot Anderson.
Di sisi lain, Inggris yang mencoba melakukan pressing tinggi juga gagal menciptakan peluang mencetak gol yang bersih (clear-cut chances). Sebaliknya, Argentina sempat menebar ancaman melalui tembakan Enzo Fernandez, namun bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Jordan Pickford. Peluang terbaik dimiliki oleh Inggris pada menit ke-33 ketika umpan Declan Rice dalam situasi tendangan bebas bisa disambut John Stones di area tiang jauh, sayang bola masih menyamping dari gawang Argentina.
Gelandang serang Inggris, Jude Bellingham, berulang kali menjadi sasaran tekel keras dari para pemain Argentina. Sesaat setelah laga dimulai, Leandro Paredes melakukan tekel terlambat terhadap Bellingham, yang kemudian disusul oleh pelanggaran Enzo Fernandez terhadap Elliot Anderson. Di sisi lain, Inggris yang mencoba melakukan pressing tinggi juga gagal menciptakan peluang mencetak gol yang bersih (clear-cut chances). Sebaliknya, Argentina sempat menebar ancaman melalui tembakan Enzo Fernandez, namun bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Jordan Pickford.
Peluang terbaik dimiliki oleh Inggris pada menit ke-33 ketika umpan Declan Rice dalam situasi tendangan bebas bisa disambut John Stones di area tiang jauh, sayang bola masih menyamping dari gawang Argentina. Berawal dari aksi Morgan Rogers di sisi kanan, bola dikirim ke area tiang jauh di mana Gordon menyambutnya dengan penyelesaian sempurna untuk menjebol gawang Emiliano Martinez dan membawa Inggris memimpin 1-0.
Berawal dari situasi sepak pojok, nyaris seluruh pemain Inggris berada di dalam kotak penalti mereka, sementara Fernandez berdiri relatif bebas untuk menerima umpan sodoran Messi sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Pickford. Skor berubah 1-1. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Berawal dari tembakan Alexis Mac Allister yang membentur tiang, bola kembali dikuasai Messi di sisi kanan. Kapten Argentina itu kemudian melewati kawalan pemain Inggris sebelum mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Lautaro Martinez menyambut umpan tersebut dengan sundulan yang tak mampu dihentikan Pickford. Gol pada menit ke-90+2 memastikan Argentina berbalik unggul 2-1.
Ridho H