Berminat Jadi Pekerja Imigran? Mongolia Tawarkan 8.000 Lowongan Kerja bagi Warga Jakarta

waktu baca 5 menit
Rabu, 29 Jul 2026 08:21 42 Suara Netizen

Suaranetizennews,–Pemerintah Mongolia membuka peluang bagi tenaga kerja asal Indonesia dengan menyediakan sekitar 8.000 lowongan pekerjaan. Kesempatan tersebut ditawarkan kepada warga DKI Jakarta sebagai salah satu alternatif mengurangi pengangguran terbuka sekaligus memperluas akses kerja di luar negeri.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Taufik mengatakan, informasi mengenai peluang kerja tersebut diperoleh setelah pihaknya menerima audiensi dari perwakilan Pemerintah Mongolia pada pekan lalu.

banner 600x600

“Sekarang Mongolia sudah membuka kesempatan untuk warga DKI Jakarta untuk bekerja di Mongolia, jadi lowongan kerjanya sekitar 8.000 orang,” kata Taufik saat membuka Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa 28/07/2027.

Menurut Taufik, peluang kerja itu hadir di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang masih menghadapi tantangan. Karena itu, kesempatan bekerja di luar negeri dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri di negara tujuan.

Sayangnya, proses penempatan tenaga kerja belum dapat dimulai dalam waktu dekat. Sebab, saat ini Disnakertransgi DKI Jakarta masih menunggu terbitnya surat izin perekrutan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

“Dan saat ini sedang menunggu surat izin perekrutan dari KP2MI, dan September ini akan menempatkan,” ujarnya.

Taufik menegaskan, pemerintah tidak bermaksud mengarahkan seluruh pencari kerja untuk bekerja di luar negeri. Namun, peluang tersebut layak dipertimbangkan mengingat permintaan tenaga kerja dari sejumlah negara terus meningkat.

“Jadi teman-teman pencari kerja, ini kesempatan, bukan kami mengarahkan pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri, tetapi memang saat ini dengan kondisi perekonomian kita saat ini, dan memang peluang kerja di luar negeri memang memungkinkan,” katanya.

Salah satu sektor yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia di Mongolia adalah industri perhotelan. Berdasarkan informasi yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pekerja di sektor tersebut ditawarkan gaji berkisar 500 hingga 900 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 8,2 juta hingga Rp 14,8 juta per bulan.

Selain besaran gaji, peluang tersebut dinilai menarik karena industri pariwisata Mongolia terus berkembang dan membutuhkan tambahan tenaga kerja, khususnya pada sektor jasa dan pelayanan.

Namun, calon pekerja tetap harus memenuhi persyaratan administrasi, kompetensi teknis, serta kemampuan bahasa sebelum diberangkatkan.

Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng KP2MI untuk meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Program pembekalan mencakup peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan industri, penguatan kemampuan bahasa asing, hingga pemahaman mengenai budaya kerja dan perlindungan hukum di negara tujuan.

“Jadi kami ada kerja sama dengan KP2MI untuk peningkatan kapasitas CPMI sendiri, baik itu peningkatan skill tekniknya maupun peningkatan dalam penguasaan bahasa,” ujar Taufik.

Ia berharap kesempatan kerja internasional dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka di Ibu Kota yang hingga kini masih berada di atas rata-rata nasional.

“Ini sangat kita harapkan dalam mengatasi pengangguran terbuka di DKI Jakarta yang memang masih di atas rata-rata tingkat nasional,” katanya.

Peluang Kerja Luar Negeri Terus Meningkat
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara di kawasan Asia maupun Eropa meningkatkan kebutuhan tenaga kerja asing akibat kekurangan tenaga kerja pada sektor jasa, konstruksi, manufaktur, hingga perhotelan. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar internasional.

Pemerintah Indonesia melalui KP2MI juga terus mendorong penempatan pekerja migran secara legal sebagai upaya meningkatkan perlindungan bagi warga negara yang bekerja di luar negeri.

Penempatan melalui jalur resmi dinilai mampu meminimalkan risiko eksploitasi, perdagangan orang, maupun praktik perekrutan ilegal yang masih menjadi tantangan di berbagai negara tujuan.

Bagi Mongolia, kerja sama ketenagakerjaan dengan Indonesia menjadi salah satu upaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja di tengah pertumbuhan sektor jasa dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Negara yang berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa itu selama beberapa tahun terakhir menghadapi keterbatasan pasokan tenaga kerja pada sejumlah bidang.

Sementara itu, bagi Indonesia, peluang tersebut berpotensi memperluas pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan devisa melalui remitansi pekerja migran.

Selama ini, remitansi dari pekerja migran Indonesia menjadi salah satu sumber penerimaan devisa yang turut menopang perekonomian nasional.

Meski demikian, pemerintah mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti proses rekrutmen melalui jalur resmi yang memperoleh izin dari KP2MI. Langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh proses penempatan memenuhi ketentuan hukum, mulai dari seleksi, pelatihan, penandatanganan kontrak kerja, hingga perlindungan selama bekerja di luar negeri.

Disnakertransgi DKI Jakarta memastikan akan terus menyosialisasikan perkembangan proses perekrutan tersebut kepada masyarakat setelah izin resmi diterbitkan. Informasi mengenai persyaratan, jenis pekerjaan, jadwal seleksi, hingga mekanisme pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah agar dapat diakses secara terbuka oleh para pencari kerja.

Pekerjaan Yang Dibutuhkan
Peluang kerja yang dibuka Pemerintah Mongolia tidak hanya terbatas pada sektor perhotelan. Seiring pertumbuhan industri pariwisata, pertambangan, konstruksi, dan logistik, negara tersebut membutuhkan tambahan tenaga kerja di berbagai bidang operasional yang selama ini sulit dipenuhi dari tenaga kerja lokal.

Kondisi ini membuka peluang bagi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan teknis maupun pengalaman kerja sesuai kebutuhan industri.

Salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah perhotelan dan restoran. Kebutuhan tersebut meliputi posisi resepsionis, pelayan (waiter/waitress), housekeeping, petugas kebersihan hotel, room attendant, hingga staf layanan pelanggan.

Seiring meningkatnya jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara, industri perhotelan Mongolia terus memperluas kapasitas sehingga permintaan terhadap tenaga kerja juga meningkat.

Selain itu, profesi juru masak (chef) dan asisten koki juga menjadi salah satu bidang yang banyak dicari. Restoran, hotel, hingga pusat kuliner membutuhkan pekerja yang memiliki kemampuan mengolah makanan, menjaga standar kebersihan dapur, serta mampu bekerja dalam tim. Pengalaman kerja di industri makanan dan minuman menjadi nilai tambah bagi calon pekerja yang ingin melamar di sektor ini.

Penulis: Junaidi P.Hsb

LAINNYA
error: Content is protected !!