Bank Jakarta – PT SMI Suntikan Dana untuk 7 Proyek Vital di DKI Jakarta

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 09:35 27 Suara Netizen

Suaranetizennews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat angin segar untuk mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur di wiayahnya, melalui skema pembiayaan sindikasi, Bank Jakarta dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, Dimana telah sepakat menggelontorkan dana sebesar Rp2,11 triliun yang difokuskan pada tujuh proyek prioritas

Kesepakatan strategis ini resmi ditandatangani di Balai Kota Jakarta pada Rabu (16/9/2026). Acara seremonila dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, serta Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo.

banner 600x600

Dari total nilai sindikasi tersebut, PT SMI memberikan suntikan dana maksimal hingga Rp1,11 triliun, sementara Bank Jakarta menanggung Rp1 triliun sisanya. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pembiayaan pusat dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam menciptakan alternatif pendanaan tanpa harus melulu bergantung pada satu sumber APBD. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif skema pendanaan ini. Ia menilai langkah ini sangat krusial agar realisasi proyek yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga bisa segera terwujud.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” ujar Pramono.

Adapun tujuh proyek yang menjadi target kucuran dana ini terbagi dalam beberapa sektor krusial. Di sektor pencegahan banjir dan ketahanan iklim, dana akan dialirkan untuk pembangunan polder dan kolam retensi; waduk, situ, dan embung; serta tanggul pengendali banjir pesisir pantai Tahap III.  Sementara untuk mengatasi masalah perumahan, pembiayaan diarahkan pada pembangunan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I dan Rumah Susun Padat Karya Tahap II. Sisa dana akan digunakan untuk memperkuat konektivitas melalui pembangunan Flyover Latumeten dan infrastruktur Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan bahwa komitmen perseroan dalam proyek ini adalah wujud dukungan penuh untuk mengantarkan Jakarta menuju level kota global.  “Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Ia juga memastikan ke depannya Bank Jakarta akan terus berinovasi meracik skema pembiayaan yang penuh kehati-hatian namun tetap berdampak luas.  “Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah memandang sinergi pendanaan di Jakarta ini bisa menjadi contoh ideal penerapan creative financing atau pembiayaan kreatif bagi daerah-daerah lain di Indonesia.  “PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.

Langkah PT SMI ini juga sejalan dengan mandat Kementerian Keuangan untuk terus memfasilitasi pembangunan daerah. Tercatat, hingga Juli 2026, PT SMI telah membukukan total komitmen pembiayaan daerah mencapai angka Rp37,19 triliun dengan outstanding sebesar Rp13,67 triliun. Lewat perkuatan infrastruktur ini, mobilitas warga Jakarta diharapkan makin lancar, kawasan terbebas dari ancaman banjir, dan ketersediaan hunian layak makin meluas.

Ruli Harahap

 

LAINNYA
error: Content is protected !!