Caption: Menhut Raja Antoni dalam pertemuan dengan Dewan Integritas Untuk Pasar Karbon Sukarela (ICVCM) dan lembaga swadaya masyarakat, Verra, di Kantor Kemenhut. SNN – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meyakini masa depan pasar karbon tidak hanya bergantung pada volume, tapi juga kualitas, ekuitas dan integritas.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menjadi pemain berintegritas dalam perdagangan karbon global.

Hal ini ia sampaikan saat bertemu dengan Dewan Integritas Untuk Pasar Karbon Sukarela (ICVCM) dan Verra sebuah LSM lingkungan asal AS, di Kantor Kemenhut, Jakarta.
“Indonesia meyakini bahwa masa depan pasar karbon tidak hanya bergantung pada volume, tetapi juga pada kualitas, integritas, dan ekuitas. Kami berkomitmen untuk menjadi pemasok terpercaya kredit karbon berintegritas tinggi yang berkontribusi secara berarti terhadap tujuan iklim global,” kata Raja Antoni dalam keterangannya, Senin (12/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut Kementerian Kehutanan ingin menyelaraskan antara metodologi dan akreditasi global.
Kemenhut juga hendak memastikan kepemilikan dan otorisasi negara atas setiap unit karbon yang diterbitkan, dan mencegah resiko klaim ganda atau double counting.
Pada konteks perdagangan karbon di pasar global, menurut Raja Antoni transparansi, kredibilitas dan akuntabilitas jadi pertimbangan penting. Indonesia mengakui peran ICVCM dalam menetapkan standar tinggi pada perdagangan karbon di pasar global.
“Dalam konteks global saat ini di mana transparansi, kredibilitas, dan akuntabilitas sangat penting-Prinsip Karbon Inti (CCP) ICVCM memberikan landasan yang kuat untuk memastikan integritas lingkungan dan sosial dari kredit karbon,”kata Raja Juli. (Yatin)