Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua DPR RI, Ketua Harian Partai Gerindra. Suaranetizennews,- Elit Politisi partai melihat Sufmi Dasco Ahmad bukanlah sebuah ancaman, melainkan keberkahan. Sebut saja ketika Megawati Soekarno Putri bertemu dengannya beberapa waktu lalu. Tak lama berselang, ternyata PDIP mendapat keberkahan, manakala Presiden Prabowo memberikan Amnesti kepada Hasto Kristianto Sekjen PDIP.
Saat ini peran Dasco di kancah politik dalam negeri begitu sentral. Pasalnya, aura positif yang muncul dalam kepribadian dan pembawaanya, boleh dikatakan mampu menjembatani kepentingan pihak manapun dengan pemerintah. “Tanggap, aspiratif, komunikasinya tidak meledak-ledak, dia pantas menjadi orang kepercayaan Presiden Prabowo,”ujar Hendri Satrio Analis Komunikasi Politik, ketika dihubungi Suaranetizennews, Senin 08/09/2025.

Hendri mengatakan, Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Gerindra ini, memiliki peran baru yang strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peran baru yang dimaksud Hendri adalah peran Dasco yang kerap tampil sebagai juru bicara tak resmi presiden, dalam merespons isu-isu publik yang sensitif dan krusial.
“Jawaban solutif dan aspiratif seperti itu yang membuat Dasco tak hanya dikenal publik, tapi juga sepertinya dia telah menjadi sosok yang dipercaya Presiden Prabowo untuk meredam keresahan masyarakat,” ujar Hendri.
Hendri menilai, kedekatan Dasco dengan Prabowo dimulai sejak era 1990-an, membuatnya sangat memahami pola pikir sang presiden. Dasco adalah sosok loyalitas tegak lurus yang mampu menjabarkan visi misi Prabowo menjadi kebijakan pemerintah yang pro rakyat.
“Loyalitas tegak lurus ini menjadikan Dasco sebagai figur yang mampu menerjemahkan visi Prabowo menjadi kebijakan publik yang pro-rakyat.
Sambil berseloroh Hendri menganalogikan bahkan ketika Presiden Prabowo batukpun, boleh jadi sudah sangat dipahami Dasco. “Dia memahami betul, bahkan Prabowo batuk pun dia mungkin sudah paham,” kata Hendri tertawa kecil.
Hendri mengambil contoh terbaru, bagaimana peran Dasco terlihat dalam penjelasannya soal tunjangan rumah anggota DPR yang dihapus dan bagaimana dia mendengar dan menerima aspirasi mahasiswa dan masyarakat. “Baru kali ini ada pimpinan DPR yang mengakui kesalahan dan mau mengevaluasi total selurus tupoksi DPR. Ini luar bisa menurut saya, DPR akan mengevaluasi dan mau berbenah diri, semoga tidak hanya janji,”ujar Hendri.
Hendri menyimak bagaimana aura posiitf Dasco yang terlihat kalem, tidak reaktif, tenang dan juga luwes dalam berkomunikasi. “Harus diakui peran dan komunikasi Dasco untuk meredam aksi mahasiswa, dan legowo menerima tuntutan mahasiswa, pernyataan Dasco tersebut boleh dikatakan dapat diterima semua pihak,”tambahnya.
Dasco juga disebut berhasil meredam keresahan koalisi masyarakat sipil dengan jawaban dan tanggapan permintaan maaf DPR atas kerusuhan demo lalu, sebagaimana yang disampaikan Dasco ketika menerima mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil.
Dasco mengatakan, berdasarkan rapat konsultasi pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi, ada enam poin yang sudah diputuskan DPR sebagai tanggapan. Mulai dari menghentikan atau memangkas tunjangan, menghapus moratorium, sert efektivitas melakukan transparansi ke publik.
“Penjelasan Dasco itu sebagai bentuk transparansi dan respons cepat terhadap keresahan publik,”ujar Hendri.
Lebih jauh, Hendri menyebut bahwa Dasco kerap hadir sebagai penghubung antara eksekutif dan legislatif, terutama karena posisinya sebagai Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Partai Gerindra.
Kombinasi ini membuat koordinasi dengan Presiden Prabowo berjalan lebih cepat dan efektif. “Pak Prabowo ini ada gap yang lumayan dengan menteri-menterinya. Nah, kelihatannya yang bisa menerjemahkan mau-maunya Pak Prabowo ini orang-orang loyalis yang di sekitarnya, seperti Dasco,” jelas Hendri.
Di ranah politik, Dasco juga dinilai sebagai figur yang diterima oleh berbagai pihak karena tidak memiliki pretensi pribadi.
Hal ini tercermin dari pertemuannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pasca-amnesti Hasto Kristiyanto.
(JunHsb)