Cawe-Cawe Jokowi Insya Allah Ada Balasanya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Apr 2025 17:15 155 Suara Netizen

Suaranetizennews – Cawe-cawe Presiden ke-7 Joko Widodo rupa-rupanya tak hanya terjadi dipusaran petinggi partai. Campur tangan mantan Walikota Solo ini juga merambah Muktamar Nahdatul Ulama (NU) di Provinsi Lampung  pada tahun 2021 silam.

Cawe-cawe Jokowi yang mengintervensi hasil muktamar ormas terbesar di negara ini terungkap, dari testimoni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj.

banner 600x600

Dia terang-terangan mengungkapkan bahwa ada campur tangan Jokowi dalam kekalahannya saat Mukktamar NU di Lampung pada akhir 2021 silam.Dia mengatakan Presiden ke-7 RI Jokowi tidak menginginkan dirinya terpilih kembali.

“Pak Jokowi tidak senang saya ingin terpilih lagi di NU. Maka di Lampung semua itu ya diatur sehingga saya harus kalah,” ujar Kiai Said dalam podcast Akbar Faizal, dikutip suaranetizennews, Sabtu 5 April 2025.

Said Aqil kemudian membandingkan pengalamannya dengan sosok Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Menurutnya, tekanan saat Muktamar NU di Lampung mengingatkannya pada perlakuan yang diterima Gus Dur dalam Muktamar NU tahun 1994 di Cipasung, Tasikmalaya, pada era Presiden Soeharto.

“Gus Dur waktu Muktamar Cipasung tahun 1994 juga digitukan oleh Pak Harto. Jangan sampai Gus Dur jadi. Segala kekuatan dengan segala cara (dilakukan),” sambungnya.

Dia menggambarkan bagaimana kala itu Gus Dur mengalami berbagai pembatasan.

Saat pembukaan Muktamar, Gus Dur tidak dipersilakan naik ke panggung. Bahkan ketika acara selesai dan ingin bergabung di tempat istirahat untuk minum teh, ia dilarang.

Kiai Said juga menyoroti bagaimana media yang mendukung Gus Dur saat itu, seperti harian Kompas, dilarang masuk ke Tasikmalaya. Sementara media yang menjelekkan Gus Dur, seperti Pelita, justru diberi ruang.

“Walhasil, dengan segala kekuatan dan tekanan, Gus Dur kuat dan tetap menang. Namun saya tidak sehebat Gus Dur,” ujar Kiai Said.

Meski mengalami kekalahan, Kiai Said mengaku menerimanya dengan lapang dada. Namun, ia mengingatkan bahwa tindakan mempermainkan NU bukanlah hal yang bisa dianggap enteng.

“Itu catatan orang yang mempermainkan Nahdlatul Ulama. Insya Allah ada balasannya,” pungkasnya.
(JunHsb)

LAINNYA
error: Content is protected !!