Datok Seri Sakti Bhayangkara Utama

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Mar 2025 09:45 110 Suara Netizen

Suaranetizennews.com-Siapa yang tak mengenal pria putra kelahiran Blora Jateng ini. Jenderal bintang tiga paling bersinar di institusi Polri ini diambil Presiden Prabowo masuk dalam Kabinet Merah Putih sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Sebelum menjabat menteri, terjun di dunia politik,  Agus Andrianto telah terlebih dahulu mengemban jabatan tinggi di dalam lingkup institusi Polri mulai dari bawah hingga mencapai posisi tinggi.

Mengawali karier sebagai anggota Polri, pada tahun 90-an dia dipercaya untuk mengisi posisi sebagai Kapolsek di sejumlah wilayah. Sebut saja Kapolsek Sumbul, Parapat, hingga Percut Sei Tuan yang terletak di Sumatera Utara.

Kemudian karier Agus Andrianto semakin berkembang saat dipercaya untuk menjabat sebagai Kapolres Tangerang pada tahun 2007. Puncak karier Agus Andrianto di Polri adalah saat dirinya ditunjuk sebagai Wakapolri pada tahun 2023 kemarin.

Sebelum menjabat Wakapolri, Komjen Agus Andrianto sempat menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri atau Kabareskrim.

Pria yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian atau Akpol di tahun 1989 ini juga pernah menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan atau Kabaharkam Polri (bulan Desember 2019 sampai Februari 2021).
Kapolda Sumatera Utara (bulan Agustus 2018 sampai Desember 2019)
Wakapolda Sumatera Utara (bulan Januari 2017 sampai Agustus 2018)

Yang menarik adalah, meskipun memiliki karier yang cemerlang di kepolisian, Agus Andrianto tetap mementingkan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih gelar magister di bidang hukum. Komjen Pol Agus Andrianto, SH, MH merupakan lulusan Magister Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara atau UMSU pada tahun 2018 silam.

Tak hanya mencapai karier yang cemerlang di kepolisian dan  dipercaya sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto  mendapatkan gelar kehormatan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau. Gelar yang disematkan kepada dirinya adalah Datok Seri Sakti Bhayangkara Utama yang merupakan sebuah gelar adat dari Suku Melayu Riau.

Gelar tersebut diambil dari bahasa Melayu yang tersusun atas bahasa Melayu Riau Lingga dan Melayu Tinggi.
Diketahui, makna dari gelar kehormatan Datok Seri Sakti Bhayangkara Utama adalah menggambarkan kebesaran, kemegahan, keagungan, keutamaan, kemuliaan, hingga kekuatan.

Kekuatan itupun telah dia tunjukan  dengan sikap yang tak pernah gentar dalam menindak tegas kasus-kasus besar. Sebut saja dalam kasus mantan Kadiv Propam Polri Ferdinan Sambo. Agus menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, mencerminkan komitmennya terhadap integritas penegakan hukum di Indonesia.

Sosok Agus dikenal tegas dan profesional dalam menjalankan tugasnya pada jabatan dan kewenangannya di kepolisian. Ia juga merupakan pimpinan yang sangat peduli kepada bawahan dan masyarakat.

Pengalamannya di beberapa posisi strategis membuatnya semakin matang dalam menghadapi berbagai krisis, Agus dikenal melakukan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Terbukti, belum genap seratus hari menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus mengambil tindakan berani mencopot semua penjabat yang terlibat kasus pemerasan atau pungutan liar di Bandara Soekarno-Hatta. Pemerasan yang dilakukan terhadap warga negara China tersebut terjadi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

Keputusan itu diambil setelah Agus Andrianto sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mendapatkan laporan berupa data terakit dengan dugaan tindak pidana pemerasan atau pungutan liar. Ia menegaskan tidak akan menoleransi bentuk pelanggaran apa pun dan memastikan pejabat yang terlibat akan mendapatkan hukuman pemecatan.(JunHsb)

LAINNYA