Caption: Kombes Komarudin Dirlantas Polda Metro Jaya. Suarannetizennews,- Senin pagi kemarin (23/06), Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin terlihat duduk santai bersama jajarannya pejabat Ditlantas Polda Metro Jaya di restoran mini halaman depan Gedung TMC Polda Metro Jaya (PMJ).
Meski terlihat duduk santai bersama jajaran, di bagian depan restoran mini terpajang sebuah televisi berukuran besar 40 inc. Dari layar kaca televisi inilah, Kombes Komarudin secara real time dapat memantau kondisi kepadatan lalu lintas di semua ruas jalan Kota Jakarta.
Sesekali, terdengar suara dari HT di mejanya, melaporkan kondisi kepadatan lalulintas di lampu merah Harmoni. Tiga hanphone di mejanya bergantian dia gunakan, baik menerima panggilan maupun membalas pesan yang masuk.
Tipikal Kombes Komarudin memang termasuk orang yang responsif membalas pesan WA. Bilamana ada pesan WA dari awak media misalnya, tak begitu lama, diapun sudah membalas pesan tersebut. “Komunikasi dengan media itu penting, karena media adalah wakil masyarakat untuk membuat laporan berita,”ujarnya.
Maka ketika ada permintaan wawancara panjang yang dikirim Redaksi Suaranetizennews melalui pesan WA, tak butuh waktu lama dia respon; “Silahkan jam 10 pagi ini Mas,”tulisnya.
Ditengah kesibukanya berkoordinasi, ngopi bareng bersama anak buah, Kombes Komarudin pun menerima kedatangan Suaranetizennews di restoran mini di halaman Gedung TMC PMJ tersebut.”Silahkan, apa topik kita pagi ini,”ujarnya santai.
Tertarik untuk mengetahui bagaimana Ditlantas PMJ mengelola kemacetan di Jakarta,
Simak petikan wawancara panjang Suaranetizennews bersama Kombes Komarudin berikut ini:
Bagaimana Dirlantas melihat karakteristik kemacetan di Jakarta saat ini?
Tentunya Kota Jakarta tidak terlepas dari berbagai kegiatan besar, mulai dari kegiata yang berskala nasional,kegiatan internasional maupun lokal. Setiap hari ada kegiatan, setiap hari ada aktivitas masyarakat. Saya contohkan beberapa kegiatan seperti tamu kenegaraan. Yang sedang berlangsung ada kegiatan Hari Bhayangkara di CFD Kemarin. Kegiatan yang bersifat lokal ada HUT DKI Jakarta.
Pastinya dari berbagai kegiatan-kegiatan ini, ada peningkatan mobilisasi kendaraan, yang sudah pasti berdampak pada kepadatan lalu lintas di lokasi kegiatan.
Masyarakat mengeluhkan proyek pekerjaan galian jalan yang terbengkalai?
Tentunya kami berharapkan agar masyarakat bersabar, diharapkan kedabarannya dalam memahami dan memaklumi kemacetan Kota Jakarta. Aktivitas pembangunan, galian jaringan utilitas Pemda DKI itu jelas memberikan dampak kemacetan yang meningkat.
Lalu bagaimana Dirlantas mengelola kemacetan di Jakarta?
Kami selalu hadir, mana kala ada kegiatan besar seperti pertandingan sepakbola kualifikasi piala dunia kemarin, pasti kita atur, kami merencanakan rekayasa lalulintas jauh-jauh hari sebelumnya kegiatan berlangsung.Perencanaan rekayasa lalu lintas dengan mempertimbangkan semua aspek yang terdampak. Dan hasil rekayasa sebelum kegiatan, kami sosialisasikan melalui media sosial dan media massa.
Jadi di semua kegiatan itu, pasti kita kelola dengan membuat sebuah perencaaan lalu lintas. Dan percayalah, kita tempatkan personil di setiap kegiatan.
Bagaimana dengan pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta?
Itu juga menjadi faktor, dengan jumlah kendaraan yang berplat B saat ini sudah mencapai 24 juta lebih. Kita asumsikan saja misalkan yang beroperasi 10 persen, berarti jumlah kendaraan yang turun ke jalan setiap hari sebanyak 2,4 juta.
Selain itu, aktivitas kecil seperti kendaaraan yang keluar dari gerbang Kantor, yang biasanya dibantu sekurity untuk menahan kendaraan yang melintas, itu juga faktor yang berdampak pada kemacetan.
Hal-hal seperti ini yang perlu dipahami oleh seluruh pengguna jalan, agar lebih bersabar. Karena dengan tidak bersabar, sudah barang tentu menambah persoalan kemacetan. Contoh, misalkan pengemudi tidak sabar, nyalip kekiri, nyalib kekanan, justru mengurangi kelancaran lalu lintas.
Bagaimana kelanjutan dari Tim Pengurai Kemacetan yang digagas oleh Kapolda pada bulan Februari lalu?
Ada, satu kali 24 jam kami bagi dalam dua tim. Poskonya ada di Semanggi. Dari Posko Semanggi, tim bisa memantau dimana saja terjadi kemacetan parah. Ketika macet tiba-tiba terjadi, maka tim akan meluncur kelokasi dengan menggunakan motor. Mau siang, malam, panas, hujan, petugas wajib meluncur ke titik kemacetan.
Bagaimana komposisi penempatan petugas di titik kemacetan zona merah?
Ada pengaturanya, di zona merah lebih banyak personil, di zona kuning sekian personil. Semuanya bisa kami tugaskan secara bergantian dengan jumlah petugas yang tergantung pada tingkat kemacetan.
Dibeberapa titik kemacetan, khususmya pada malam hari, petugas belum tentu terlihat ada?
Yang pasti tidak semua ruas jalan tercover oleh petugas kami. Hanya sebagian kecil yang bisa tercover oleh petugas lantas. Hanya saja, yang dibutuhkan itu adalah tingkat kepatuhan pengendara. Jika tingkat kesadaran mematuhi peraturan lalu lintas dijalankan, maka hal ini sudah dapat mengurangi tingkat kemacetan di jalan. Contoh, supir grabcar, parkir di sebelah kiri jalan menunggu penumpang atau menurunkan penumpang. Akibatnya, menimbulkan kemacetan panjang 200 meter kebelakang mobil grabcar tersebut.
Berapa jumlah kendaraan baru yang terdaftar setiap hari?
Sangat tinggi, tingkat pertumbuhan kendaraan baru bertambahnya 2500-3000 kendaran setiap sehari. Maka sesungguhnya harapan kami adalah, tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan baru ini, harus dibarengi dengan tingkat kepatuhan berlalu lintas di jalan.
Jadi kemacetan di Jakarta tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang kegiatan acara saja. Seluruh aktivitas masyatakat kota Jakarta, mohon maaf ketika pada jam makan siang saja, itu juga turut menyumbang kepadatan lalu lintas. Apalagi ketika rumah makannya tidak memiliki fasilitas lahan parkir, pasti dia memarkirkan mobilnya di bahu jalan. Seperti yang sering terjadi di Jalan Senopati Jakarta Selatan.
Seluruh aktivitas masyarakat juga turut memberikan dampak. Jadi kesabaran dan kesadaran mematuhi peraturan lalu lintas sangat dibutuhkan, dengan tingginya jumlah kendaran yang ada di Jakarta.
Mengapa sistem regulasi kita tidak bisa menekan laju pertumbuhan tingginya jumlah kendaraan di Jakarta?
Pertambahan kendaraan itu tidak bisa kita sebut sebagai sebuah kesalahan. Pertumbuhan jumlah kendaraan itu seiring dengan peradaban manusia. Tidak hanya kalangan ekonomi atas, kelompok masyarakat menengah pun ternyata berkeinginan memiliki kendaraan sesuai kebutuhannya.
Ada wacana, penerapan ERP di Jakarta, bagaimana pendapat Anda tentang penerapan ERP ini?
ERP ini adalah sebuah konsep pembatasan aktivitas kendaraan di jalan-jalan protokol dalam kota yang dikenakan tarif berbayar. Ketika melintas di jalan yang diberlakukan ERP, seperti jalan tol. Sehingga dapat melonggarkan kapasitas jalan di Jakarta.
Pemerintah sudah berupaya menyiapkan transpormasi massal transpormasi umum, harapannya agar masyarakat memilih menggunakan LRT, busway, ternyata tidak. Pendaftaran kendaraan baru masih sangat banyak setiap hari. Artinya, masyarakat masih berkeingininan untuk memiliki kendaraan pribadi.
Jadi harus kita pikirkan bersama, termasuk usulan ERP ini untuk kebaikan kita semua. Karena kalau kita membahas dampak kemacetan, itu ya sangat luas sekali faktor yang menyebabkannya.
Bagaimana koordinasi dengan pihak Dishub DKI yang hanya kadang-kadang melakukan derek parkir sembarangan?
Kita selalu berkoordinasi dan berkolaborasi. Lima pilar penanganan lalu lintas, kita selalu berkolaborasi. Kemudian melakukan berbagai evaluasi, termasuk terhadap durasi traffic light. Misalkan lampu merah Harmoni dari Thamrin mengalami kepadatan, maka durasi lampu hijaunya kita tambah, supaya sirkulasi kendaraan tidak menumpuk dan tetap berjalan. Jadi sekali lagi, kita tidak bisa melihat kemacetan itu secara parsial.
Netizen menduga Ditlantas membiarkan proyek penggalian di jalan?
Orang yang mengkritik itu karena dia tidak mengetahui apa yang kami lakukan. Kita menyurati Pemprov DKI, kita sampaikan agar proyek tersebut segera dituntaskan. Aapabila akhirnya tidak dilanjutkan, dengan kesepakatan bersama, maka galian jalan itu ditutup dengan besi baja berlapis tebal.
Apa harapan Anda kepada masyarakat yang mengeluhkan kemacetan?
Masyatakat seperti yang saya katakan, harus bersabar. Kita tidak pernah diam membiarkan hal-hal yang menyebabkan kemacetan itu terjadi. Karena itulah, kita tidak bisa menyalahkan dari satu pihak dan satu sudut pandang. Dalam proyek pengerjaan perbaikan jalan, nanti salah lagi pemerintahnya kalau tidak direnovasi.
Proyek galian jalan, Itu proyek pemerintah, mengapa kita yang disasar. Yang jelas kami sudah menyurati Pemda DKI, agar pekerjaan penggalian jalan itu diselesaikan, apabila tidak dilanjutkan, kami minta ditutup dengan plat baja. Jadi, kami tidak tinggal diam, kami tidak membiarkan,seperti dugaan netizen. Petugas, di jam-jam sibuk, selalu ada di lapangan, saya juga ada di lapangan, satu kali 24 jam saya monitor.
Bagaimana Anda menyikapi komentar negatif terhadap polisi lalu lintas?
Orang yang berkomentar negatif, itu artinya dia tidak tahu. Dia hanya bisa melihat dari sudut pandang dimana dia duduk saat itu. Kalau kata orang Betawi, jalannya kurang jauh, mainnya disitu-situ aje..hehehhe.
Ditlantas PMJ punya Kasubdit Kansel. Setiap hari dia mempelajari situasi Jakarta seperti apa. Setiap hari keadaan lalu lintas di kota Jakarta dia pelajari. Contoh saat ini kami sedang mempelajari, banyak kendaraan yang parkir di jalan Senopati. Memang temporer, tidak setiap saat. Jadi kami sedang mempelajari langkah-langkah apa yang harus ditentukan sebagai solusinya.
Nah kalau seperti itu keadaanya, terus polisi lalulintas lagi yang disalahkan. Melihatnya tidak seperti itu. Namun minimal kami tidak tinggal diam, kami pelajari, kami evaluasi bagainana solusinya.
Sosialisasi apa saja yang dilakukan Ditlantas PMJ?
Kami mensosialisasikan sebelum ada kegiatan yang menimbulkan keramaian, bisa di cek dimedia sosial kami TMC Polri. Selalu kami informasikan, misal tamu kedatangan tamu kenegaraan. Contoh pada saat ada kegiatan HUT DKI di lapangan banteng, kami melakukan rekayasa lalulintas dari arah tugu tani, kami buang dulu ke arah merdeka selatan. Seperti itu tugas-tugas yang kami kerjakan. Masyarakat harap memaklumi, rekayasa lalulintas yang kami lakukan. Saya pastikan petugas kami di lapangan, setiap kali melakukan penutupan, pasti dengan pertimbangan yang matang dan ada pengalihan ke ruas jalan lainya.
Apa tangangan Ditlantas Polda Metro Jaya mengelola kepadatan lalu lintas di Jakarta?
Tantangan kami adalah, pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta, mohon maaf saya katakan belum disertai kepatuhan tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Hal ini dibuktikan dengan tingginya jumlah pelanggaran yang tertangkap kamera ETLE. Padahal keberadaan kamera ETLE ini semua sudah orang tahu ada di ruas jalan mana saja.
Kira-kira mengapa masih melakukan pelanggaran?
Artinya, kalau dia sudah tahu ada ETLE, berarti dia dengan sengaja melakukan pelanggaran. Sosialisasi sudah sangat cukup. Di negara-negara maju, polisi tidak lagi ada di jalan raya, semua sudah by teknologi, ada kemera yang harus dipatuhi. Buang puntung rokok sembarangan kena denda di luar negeri, mereka akhirnya lebih memilih patuh pada aturan. Nah, dikita belum.
Apakah sanksi ETLE mungkin kurang keras?
Sanksinya sudah sangat keras menurut saya. Buktinya banyak keluhan, banyak sanggahan yang mengeluhkan mengapa ada 10 titik kamera yang dikenakan, ya artinya Anda 10 kali melanggar. Undang-undang sejak 20 tahun lalu sudah disosialisasikan. Masyarakat tahu mana yang boleh mana yang tidak.
Apa yang dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya terhadap rendahnya kepatuhan berlalulintas masyarakat Jakarta?
Tentunya kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi. Walaupun capaiannya, masih sangat sedikit orang yang teredukasi, itulah antara lain tantangan bagi kami. (JunHsb)