Diterpa Badai Pagar Laut Emiten Agung Sedayu Laporkan Pre-sales Sebesar Rp 466 miliar

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Apr 2025 13:29 48 Suara Netizen

SUARANETIZENNEWS– Ramai dikaitkan dengan isu pagar laut, tak memepengaruhi kinerja Emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk menghabiskan dana ratusan milyar untuk mempersiapkan segala sesuatunya dalam memenuhi target penjualanya.

Emiten yang berinisial PANI yang dikenal sebagai mengelola  PIK2 ini melaporkan pencapaian pre-sales sebesar Rp 466 miliar pada kuartal I-2025.

“Pra-penjualan” (pre-sales) adalah proses atau serangkaian aktivitas yang dilakukan sebelum penjualan produk atau layanan sebenarnya terjadi.

Capaian pre-sales Rp 466 milyar tersebut setara dengan 9% dari target tahunan sebesar Rp 5,3 triliun. Target tahun ini lebih mencerminkan kondisi ekonomi yang turut memengaruhi perilaku konsumen serta iklim investasi di sektor properti secara keseluruhan.

Salah satu tolak ukur makro ekonomi Indonesia adalah nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Sepanjang kuartal satu ini melemahnya nilai tukar rupiah dari Rp 16.245 ke Rp 16.652 (2,51%) dipengaruhi beberapa indikator makro ekonomi termasuk tingkat inflasi, level suku bunga yang belum menarik bagi pelaku pasar, dan menurunnya pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, mempertahankan sikap hati-hati terhadap volatilitas eksternal. Keputusan ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi, konsisten dengan prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Kondisi ini berdampak nyata pada sektor properti nasional, terutama pada segmen middle-up yang menjadi pasar utama PANI. Tingkat suku bunga yang relatif tinggi memberikan tekanan terhadap beban bunga KPR dan pembiayaan korporasi, sehingga mendorong sebagian konsumen dan investor untuk menunda keputusan pembelian.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan menyebutkan, kinerja kuartal I-2025 mencerminkan dampak dari faktor eksternal terhadap hasil jangka pendek, seperti volatilitas pasar global dan melambatnya aktivitas ekonomi.

“Namun, dengan didukung oleh fondasi yang solid, termasuk portofolio properti yang terdiversifikasi dan strategi bisnis yang responsif, PANI tetap melihat peluang untuk kembali ke jalur pertumbuhan,” sebut Aguan dalam keterangan resmi dikutip Selasa (29/4/2025).

Hal ini seiring dengan membaiknya stabilitas ekonomi domestik dan global, yang diperkirakan akan mendukung pemulihan pasar properti dalam beberapa kuartal mendatang.

“Kami memahami bahwa tahun 2025 dibuka dengan tantangan berat, namun kami percaya pada potensi jangka panjang sektor properti Indonesia. Portofolio kami tetap kuat, didukung lokasi strategis dan desain produk yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini dan masa depan,” lanjut Aguan.

Komitmen

Agung Sedayu tetap berkomitmen terhadap strategi jangka panjang yang adaptif dan berbasis inovasi. Selama 2021-2024, PANI telah mencatat pertumbuhan pre-sales dengan CAGR sebesar 51%, bahkan mencetak rekor Rp 6 triliun pada 2024. Kekuatan ini didukung oleh pengembangan produk ikonik di PIK2 seperti Rukan Marina Bay, SOHO The Bund, SOHO Miami, Padma, Pasir Putih Residences, dan Ilona@Pasadena Hills yang telah mendapat respons positif dari pasar.

Selain itu, perseroan juga menawarkan konektivitas unggul ke wilayah Jabodetabek dan Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui Jalan Tol KATARAJA yang akan segera beroperasi, memperkuat posisi PIK2 sebagai bagian dari kota mandiri baru bertajuk “The New Jakarta City”.

Untuk mendukung ekosistem kawasan terpadu ini, PANI melalui entitas anak juga tengah membangun fasilitas MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) yang ditargetkan mulai beroperasi sebagian pada Oktober 2025, memperluas potensi kawasan sebagai pusat bisnis dan destinasi investasi baru. (JunHsb)

LAINNYA