DPP AMPI prihatin atas kondisi bangsa , Agus Widjajanto : Harus dibangun kembali karakter bangsa ini yang telah hilang

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Mei 2025 11:10 62 Suara Netizen

SNN-Sekretaris jenderal DPP AMPI , Hendra Paletteri merasa risau dan prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, dimana justru di era reformasi , berbagai lini mengalami degradasi moral , baik dalam penegakan hukum, kehidupan politik , kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana korupsi semakin masif dan terstruktur , bahkan Indonesia oleh investor asing merasa terganggu dengan maraknya premanisme yang telah menjadi bagian dari bangsa. Yang mana diera yang diharapkan lebih baik saat didengungkan reformasi , justru setelah 27 tahun yang terjadi disrmua lini mengalami kehilangan arah kemana sebenarnya yang mau dituju bangsa ini.

Menanggapi hal itu, pemerhati sosial budaya dan hukum Agus Widjajanto , menyatakan di jakarta, bahwa bangsa ini bisa runtuh karena digerogoti dari dalam bulan karena invasi militer dari luar, tapi diciptakan sendiri oleh para anak bangsa yang telah kehilangan jati diri dan moral bangsa, yang segala sesuatu berorientasi menyangkut kepentingan materi.

Lebih lanjut Agus menyatakan : benahi dulu akar permasalahan dari bawah yakni kesejahteraan rakyat dan memperbaiki sistem ketatanegaraan dimana sejak awal negeri ini dibentuk oleh para pendiri bangsa adalah dengan sistem perwakilan dimana DPR sebagai representativ secara politis pengontrol eksekutif , dan MPR ( Majelis Permusyawaratan Rakyat ) sebagai representatif dari fungsional ketatanegaraan negaraan yang memberikan arah tujuan kepada eksekutif dalam hal ini Chif of Government , selaku lembaga yang memang merupakan perwakilan kedaulatan rakyat hal ini sesuai pasal 1 ayat (2) UUD 1945 sebelum di amandemen yang berbunyi ” Kedaulatan adalah ditangan Rakyat dan sespenuhnya dilakukan oleh Majejis Permusyawaratan Rakyat ” , tanpa dikembalikan fungsi dan kewenangan MPR sesuai dalam UUD 1945 yang lama maka negara ini selalu tidak jelas kemana sebenarnya arah yang akan dituju dalam jangka pendek, menengah dan panjang .

Yang kedua lebih lanjut Agus menyatakan benahi sistem pendidikan dasar harus dirombak dimana pada tingkat dasar yakni SD sari kelas satu hingga kelas tiga khusus diajarkan Budi pekerti, dan rasa tanggung jawab moral sebagai fitrah manusia dilahirkan , ajarkan mereka budaya bangsa seperti hal nya di jepang dan pada tahun 1970 an saat Orde Baru berkuasa, yang kedua peran orang tua dimana harus dipahami untuk menciptakan generasi bangsa yang maju harus dipompa rasa nasionalisme , dan kejujuran itu juga tidak lepas dari orang tua anak anak bangsa harus ada kesadaran .

Lebih lanjut Agus , yang saat ini kandidat Doktor ilmu hukum dari universitas Padjajaran Bandung , langkah ketiga benahi sistem pendidikan menengah dan tinggi dengan pelajaran Pancasila , dan benahi penerimaan pegawai negeri dan penegak hukum baik polisi kejaksaan , hingga kehakiman di pusdiklat pusdiklat pilih anak bangsa yang terbaik dengan penerimaan gratis , tanpa biaya , tanpa sogokan , yang keempat tiru model KPK Hongkong tahun 80 an ganti semua para penegak hukum yang dirasa tidak beres melibatkan lembaga independen untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap para penegak hukum yang sebenarnya bisa dilihat dari jejak putusan jejak penyidikan dan jejak penuntutan dalam perkara .

Yang keempat lakukan transpalansi hukum , dengan mengganti model Sistem juri , dalam peradilan pidana kita dimana hakim bukan lagi sebagai pemutus tapi hanya sebagai moderator untuk proses jalan nya persidangan dimana juri yang dipilih dimasyarakat secara acak independen itulah sebagai pemutus .

Lakukan hukuman mati terhadap koruptor yang jelas telah terbukti melakukan korupsi yang sangat merugikan keuangan negara dan merugikan masyarakat secara masif , dimana negara harus tegas dalam menghadapi keadaan darurat ini.

Sedangkan menyangkut Kamtibmas , pilih pejabat yang berani ambil putusan untuk melindungi rakyat yang lebih besar atas keadaan tidak aman di negeri ini, agar dunia international para investor asing pun tidak melabeli negeri ini dengan negeri ala mafia .(RL)

LAINNYA