Dugaan Pungli Berbungkus Presisi

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Jul 2025 09:38 60 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Sejatinya, Tagline PRESISI yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukanlah sekedar kalimat biasa macam jargon partai.

Presisi Polri adalah akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Transparansi Berkeadilan memiliki arti; “Polri beroperasi secara terbuka dan akuntabel, dengan prinsip keadilan dalam setiap tindakannya, serta siap diawasi oleh masyarakat.”

Dengan demikian, Presisi Polri bukan hanya sekadar jargon, tetapi juga menjadi pedoman bagi seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan tujuan menciptakan keamanan, ketertiban, dan keadilan yang lebih baik.

Di Satpas SIM Kota Bogor, prinsip transparansi  berkeadilan tidak diindahkan alias dikhianati oknum petugas Satpas. Bagaimana tidak, pelayanan SIM kepada masyarakat Kota Bogor masih memakai gaya jadul yakni sinergitas petugas dengan para Calo/BJ (Biro Jasa).

Sinergi petugas dengan calo jelas-jelas mengakibatkan biaya tinggi berupa  pungutan liar (pungli) yang tidak transparan dan tidak berkeadilan bagi masyarakat Kota Bogor. Sebab, tarif resmi untuk SIM  C Rp 240ribu, bisa melonjak Rp 600-700-800ribu. Sedangkan Tarif resmi untuk SIM A Rp 260ribu melonjak menjadi Rp 800-900ribu.

“Saya sebagai pemohon, pada akhirnya memilih jasa calo, karena lebih praktis tanpa harus mengikuti ujian teori dan praktik. Dan jika saya mengurus sendiri, belum tentu lulus,”ujar Farhan (nama samaran) warga Branangsiang Bogor Kota.

Farhan yang berprofesi supir angkot di Kota Bogor mengatakan keberadaan calo yang dilindungi dan bekerjasama dengan petugas Satpas, disatu sisi menguntungkan bagi masyarakat yang mampu. “Tetapi bagi kami yang ekonominya pas-pasan, calo yang meminta uang tambahan Rp 500ribu sangatlah memberatkan,”ujarnya.

Keberadaan calo di Satpas Kota Bogor bukan hanya isu atau hoaks. Kontributor Suaranetizennews yang mendatangi Satpas SIM Kota Bogor  menelusuri dan berusaha mengkonfirmasi kepada warga yang hendak membuat SIM.

Bener saja, ketika hendak memarkirkan kendaraan sepeda motor, Suarannetizennews terang-terangan  didatangi calo dan menawarkan jasanya. “Mau perpanjang? Sim C atau sim A? Mau cepat bisa langsung foto Aa!” ujar calo tersebut merayu.

Rofiq (nama samaran) yang sejak pagi datang mengurus sendiri, harus pulang dengan tangan hampa. Tidak jelas seperti apa sebab musababnya, dia dinyatakan tidak lulus ujian teori oleh petugas.

Hal ini membuktikan bahwa masih banyak pemohon SIM yang kecewa saat mengurus sendiri. “Saya merasa bisa menjawab soal pilihan ujian teori, malah dinyatakan tidak lulus,”keluh Rofiq kesal.

Rofiq mengatakan jika datang mengurus sendiri seperti dipersulit dinyatakan tidak lulus. “Datang sendiri tanpa perantara calo percuma mas. Saya mengisi semua soal ujian teori, tapi kok seperti sengaja dikalahkan,” ungkap Rofiq saat ditemui di Satpas SIM Polres Kota Bogor, Selasa (15/07/2025).

Lain halnya dengan Iwan warga  Ciawi. Pria yang meminta namanya disamarkan, mengungkapkan bahwa dia lebih memilih memakai jasa calo untuk bisa mendapatkan SIM C.

Iwan mengatakan alasan memakai jasa calo karena lebih mudah dan mempersingkat waktu luangnya yang tidak perlu izin tidak masuk kerja kantor. “Saya bayar Rp 800ribu ke calo, ga lama langsung dipanggil disuruh ke ruang tunggu loket foto SIM,”ujarnya sembari mengatakan terpaksa harus melalui calo.

Pemohon Kolektif

Selain mencegat pemohon SIM yang datang sendiri, ada juga Biro Jasa yang menangani  pembuatan Surat SIM kolektif tanpa tes di Satpas SIM Polresta Bogor.

Menurut informasi seorang BJ, biaya pembuatan SIM C dikenakan Rp800 ribu dan untuk SIM A Rp900 ribu. “Minimal 5-10 orang, bisa kami ajukan pembuatan SIM kolektif, langsung foto, SIM bisa cepat selesai,”kata sang BJ.

Kompol Yudiono Kasat Lantas Polresta Bogor belum memberikan tanggapan, tentang berita ini. Pesan singkat yang dikirim melalui  aplikasi WA belum dia respon.
(Rifqi AS.Kontri Bogor)

LAINNYA