Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, KPK Tak Punya Nyali Sentuh Ruangan Nusron Wahid

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Sep 2026 01:05 27 Suara Netizen

Suaranetizennews,–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis, 17 September 2026.

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, sedikitnya tiga ruangan direktur jenderal (dirjen) digeledah penyidik KPK. Namun, ruang kerja Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid belum termasuk lokasi yang digeledah dalam kegiatan tersebut.

banner 600x600

“Dalam rangkaian peristiwa operasi tangkap tangan di lingkungan Kementerian ATR/BPN kemarin, tim melakukan pemasangan KPK line atau penyegelan di sejumlah lokasi,” kata Budi kepada wartawan.

Tiga ruangan dirjen yang digeledah yakni ruang Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), ruang Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), serta ruang Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT).

Selain tiga ruangan dirjen, penyidik juga menggeledah sejumlah ruangan direktorat terkait.

“Artinya penyidik memang secara eksplosif melakukan pencarian untuk melengkapi alat bukti yang dibutuhkan dalam penyidikan perkara ini,” terang Budi.

Menurut Budi, penggeledahan dilakukan untuk mendalami dugaan suap yang dilakukan PT Summarecon Agung Tbk, sekaligus dugaan penerimaan lainnya dalam jumlah besar yang ditemukan dalam rangkaian OTT.

“Artinya, pelayanan-pelayanan yang dilakukan di ATR/BPN ini semuanya nanti akan ditelisik, ditelusuri, apakah kemudian ada kaitannya dengan dugaan penerimaan uang-uang tersebut. Apalagi di ATR/BPN ini cukup banyak jenis layanannya. Dari kacamata pencegahan KPK juga sudah melakukan identifikasi, ada sekitar 57 layanan,” kata Budi.

Saat ditanya apakah ruang kerja Nusron Wahid ikut digeledah, Budi belum memberikan kepastian. Dia mengatakan kegiatan penggeledahan saat ini baru menyasar tiga ruang dirjen dan sejumlah ruangan direktorat terkait.

“Ya, nanti kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan. Karena ini masih pertama untuk kegiatan penggeledahan pasca perkara ini naik ke tahap penyidikan,” kata Budi.

Sudah 3 Hari Nusron Menghilang

Saat Kantor ATR/BPN digeledah, Nusron Wahid dinyatakan sudah tiga hari menghilang dari sorotan publik. Dalam dua acara rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI dan Badan Legislasi, Nusron Wahid yang sedianya harus datang, tetapi hanya diwakili Wakil Menteri ATR/BPN,Ossy Dermawan.

Menurut isu yang beredar dikalangan Kementerian ATR/BPN, Nusron Wahid sedang mengindar dari serangan public dan bersembunyi di Kota Lampung.

Mega Korupsi Di Kementerian ATR BPN

Perkara ini diawali dengan kegiatan OTT KPK pada Senin, 14 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim KPK mengamankan 19 orang dari wilayah Jabodetabek.

Ke-19 orang yang diamankan yakni Lampri selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Sontang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, Tardi selaku Kepala Kantah Tangerang Kota, Zimamanun Niam Aulawi selaku Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah di Kantah Kabupaten Bogor I.

Selanjutnya, Seri Maharani selaku Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa di Kantah Kabupaten Bogor I, Wilson Tambunan selaku pensiunan Kantah Kabupaten Sidoarjo atau Asisten Kantah Kabupaten Bogor I, serta Slamet Raharjo selaku Sekretaris Pribadi Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN.

Dari pihak PT Summarecon Agung Tbk, KPK mengamankan Adrianto Pitojo Adi selaku Direktur Utama Summarecon, Lidya Tijo selaku Finance Director Summarecon, serta Yahya Rudy selaku pengacara Dirut Summarecon.

Turut diamankan Rizal Pahlevi selaku swasta, Yaser Alfarisi selaku swasta, Arif Sugiyanto selaku swasta yang juga orang kepercayaan Nusron Wahid, Erwin selaku swasta yang juga orang kepercayaan Nusron Wahid, Fahd El Fouz selaku swasta yang juga orang kepercayaan Nusron Wahid, Muhammad Fakhry selaku swasta yang juga orang kepercayaan Nusron Wahid.

Kemudian, Supriyanto selaku driver, Perri Dwi Cahyono selaku Driver Kepala Kantah Kabupaten Bogor I, serta Juliandy Dasdo P selaku pihak swasta.

Penulis: Junaidi P.Hasibuan

LAINNYA
error: Content is protected !!