Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo turun langsung bergotongroyong dan mengemudikan truk pengangkut sampah. Suaranetizennews,–Gotong royong adalah salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang mencerminkan kebersamaan dan solidaritas.
Budaya gotongroyong tampak dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti membersihkan lingkungan, membangun rumah, atau membantu tetangga, dalam hal berduka cita maupun suka cita.
Dapat dipastikan, gotong royong menciptakan rasa kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi sesama warga negara.
Nah, mesin budaya gotongroyong di Yogyakarta, sudah dihidupkan oleh Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Dia menggaungkan budaya gotong royong mulai dari lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali dipacu. Harapannya, budaya gotongroyong yang tercipta di lingkungan ASN, dapat menular ke masyarakat Kota Yogyakarta.
Dalam rangka mengimplementasikan budaya gotongroyong tersebut, kemarin Rabu 29 April 2026 Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun ke jalan mempercantik wajah kota untuk mewujudkan”Gerakan Jogja Berhati Nyaman.”
Langkah ini dilakukan sebagai respons nyata atas amanat pemerintah pusat. Hasto menyebut, gerakan ini merupakan pengejawantahan dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 600.11/889/SJ Tahun 2026.
Isinya, menyukseskan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Gerakan ASRI ini diwujudkan melalui aksi korve. Sebenarnya bagi warga Jogja, semangat ini sejalan dengan slogan Jogja Berhati Nyaman, jadi bukan hal baru. Namun sekarang lebih kita formalkan, terstruktur, dan dilaporkan ke Kemendagri,” ujar Hasto saat memimpin Apel Pagi di halaman Balaikota Yogyakarta, kemarin Rabu (29/4).
Aksi nyata gotongroyong di lapangan, dijadwalkan para ASN bakal tumpah ruah pada hari Jumat besok 1 Mei 2026.
Sasarannya, Pemkot Jogja telah memetakan 150 titik sasaran yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Kerja bakti massal ini akan dimulai serentak pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Beberapa kawasan yang menjadi fokus utama di antaranya jalur protokol dan sirip-sirip jalan di sisi timur kota. Seperti Jalan Nyi Pembayun, Jalan Ngeksigondo, Ki Penjawi, Rejowinangun, hingga kawasan ikonik Kelurahan Purbayan dan Kemasan.
Tak mau aksi gotongroyong hanya sekadar seremonial, Hasto mewajibkan setiap ASN yang terlibat untuk membawa “senjata” kebersihan dari rumah. Minimal dua alat wajib dibawa, yakni sapu serta alat penunjang lain seperti arit atau pacul.
“Absensi akan dilakukan langsung di lokasi masing-masing titik. Dinas Kominfo sudah menyiapkan sistemnya. Jadi teknisnya sangat ketat agar hasilnya efektif dan bisa dievaluasi,” tegasnya.
Hasto menyisipkan pesan motivasi singkat bagi para abdi negara. Menurutnya, kebersihan lingkungan berbanding lurus dengan etos kerja. Karena itulah dia menekankan bahwa kedisiplinan dan kecepatan memulai aktivitas di pagi hari adalah kunci kesuksesan.
“Kami berharap Gerakan Jogja Berhati Nyaman yang terintegrasi dengan Indonesia ASRI ini tidak berhenti sebagai agenda dinas, tapi kembali menjadi budaya gotong royong yang mendarah daging di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Junaidi P.Hasibuan