Wakil Ketua DPR RI/Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Suaranetizennews,–Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai, hasil jajak pendapat sebuah lembaga surveri bersifat fluktuatif.
Pernyataan ini dia utarakan menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatatkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat yang juga kader Gerindra, Dedi Mulyadi, mengungguli ketua umumnya, Prabowo Subianto. “Ya, kan kalau yang nama survei fluktuatif, kadang naik kadang turun,” kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI itu menilai, tidak semua hasil jajak pendapat lembaga survei sama karena pasti berbeda satu sama lainnya. “Itu survei yang satu dengan yang lain kan kadang sama kadang berbeda,” ujar dia.
Meski demikian, Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini menyatakan, partainya akan mempelajari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai tingkat kepuasan (approval rating) publik terhadpa kinerja Presiden Prabowo yang menurun hingga 30 persen.
Gerindra setidaknya mencatat dua hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo, yakni dari SMRC dan Indikator Politik. Hasil jakak pendapat lembaga survei tersebut menjadi masukan untuk perbaikan pemerintah.
“Kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji, dan tentunya hasil survei juga itu adalah berupa masukan-masukan yang nantinya kita akan komparasikan,” kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Wakil Ketua DPR RI itu berharap pemerintah dapat menjadikan hasil survei tersebut sebagai bahan perbaikan untuk menjalankan tata kelola pemerintahan.
Pemerintah perlu mengimbangi temuan-temuan tersebut dengan langkah evaluasi apabila hasil kajian mencerminkan kondisi yang benar-benar terjadi.
“Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini,” kata Dasco.
Menurutnya, selama temuan dalam kajian tersebut masih sesuai dengan realitas yang ada, pemerintah dapat menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan pembenahan.
“Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat itu,”pungkas Dasco.
Penulis: Ruli Harahap