Imam Yang Sederhana Humanis dan Berdedikasi Tinggi

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Jun 2025 00:06 70 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Tiada yang berlebihan dari kepemimpinan Perwira Tinggi berpangkat Komisaris Jenderal ini. Kesederhanaan selalu melekat pada keseharianya selama berkarir di Institusi Polri. Sebab, ketika menyelesaikan pendidikan Akademi Kepolisian Tahun 1989, sebagai perwira penegak hukum, dia sadar betul bahwa posisinya adalah sebagai pelindung, pengayom sekaligus sebagai pelayan masyarakat.

Karena itulah, dia kerap berupaya tampil menjadi sosok yang memilih hidup sederhana dan humanis di tengah-tengah masyarakat. Sebut saja ketika dia ditugaskan menjadi Kepala Operasi Nemangkawi pada tahun 2019. Satgas Nemangkawi bertugas memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dalam mengemban tugas berat tersebut, tentunya berbagai tantangan dan rintangan telah dia lalui dengan pertanggungjawaban yang tanpa melanggar hak azasi manusia.

Boleh jadi, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini menyadari juga, bahwa ketika memasuki usia pensiun, toh dia akan kembali lagi sebagai masyarakat sipil biasa.

Dia adalah Komjen Pol.Drs. Imam Widodo, M.Han, Komandan Korps Brimob Polri saat ini.

Sebagai perwira tinggi yang memimpin Korps Brimob, Komjen Imam memiliki prinsip menjunjung tinggi kode etik dan profesionalisme anggota Polri, dalam menjalankan tugas.

Dedikasinya selama tiga dekade mengabdi di Istitusi Polri,  telah menimba pengalaman yang menjadi bukti bahwa dia layak dipercaya Kapolri selama dua tahun menjabat sebagai Komandan Korps Brimob.

Menjelang  HUT Polri Hari Bhayangkara 1 Juli  2025 ini, Jenderal Imam berpandangan,  karena Brimob adalah polisi, menurutnya  seorang  Brimob harus menguasai permasalahan politik, ekonomi, sosial, dan budaya (poleksosbud) bangsa. “Brimob itu polisi, bagian dari Polri. Jadi, harus menguasai permasalahan poleksosbud,”katanya.

Sebelum menjadi pemimpin di Kantor,  Komjen Imam dikenal aktif dalam berbagai penugasan lapangan.  Termasuk dalam Operasi Damai Cartenz tahun 2019 yang merupakan operasi gabungan TNI-Polri di Papua. Perannya dalam operasi tersebut, menegaskan betapa tingginya dedikasinya dalam menjaga keamanan negeri ini.

Komjen Imam yang memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni, pengalaman luas, serta integritas yang dia buktikan dengan melaporkan harta kekayaan yang transparan setiap tahun.

Menjelang hari pensiunnya September 2025 nanti,  beliau patut menjadi contoh pemimpin Polri yang Presisi, lantaran dedikasi dan pengabdiannya kepada negara, akan selalu dikenang anggota Kepolisian khususnya polisi Brimob.

Sosok Komjen Imam juga sangat menghargai dedikasi para pemimpin Polri terdahulu.  Minggu lalu, dia terlihat khusuk mengikuti Prosesi Pemakaman Kombes Pol. (Purn.) Eko Saktiono.  Sebagai bentuk penghormatan terakhir, dia merasa perlu harus hadir langsung di pemakaman. “Kami memberikan penghormatan penuh kepada Almarhum yang semasa hidupnya dikenal berdedikasi tinggi dan setia mengabdi kepada Institusi  Polri dan kepada negara,”ujarnya.

Profil Singkat

Komjen Imam merupakan lulusan Akpol 1989 yang berpengalaman dalam bidang Brimob. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Wakil Komandan Korps Brimob.

Ia menjabat sebagai Wakil Komandan Korps Brimob sejak 27 Maret hingga 14 Oktober 2023. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob periode 3 Agustus 2020 hingga 27 Maret 2023.

Imam juga tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Gegana Korps Brimob periode 3 Februari 2017 hingga 8 April 2019.

Sebelum berkecimpung di Brimob, Imam tercatat pernah menjadi Kapolres Tanjungpinang. Setelah itu, ia mengawali karir di Brimob sebagai Wakasat Brimob Polda Metro Jaya dan Kasat Brimob Polda Aceh.

Ia lalu ditarik ke Korps Brimob Polri untuk menjabat Kaden Gegana. Karirnya di lingkungan Brimob terus menanjak, Imam kemudian diangkat menjadi Danpasgegana.

Karir Imam semakin cemerlang  setelah sempat ditugaskan menjadi Kepala Operasi Nemangkawi pada 2019. Satgas Nemangkawi bertugas memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (JunHsb)

LAINNYA