Caption: Indra Gunawan Direktur Penyiapan Lahan dan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Kawasan Permukiman (PLPSUUKP) Kementerian PKP. SUARANETIZENNEWS-Di kalangan wartawan, pria berpenampilan sederhana ini cukup di kenal luas oleh para awak media. Maklum, semasa menjabat Kepala Bagian Humas Kementerian ATR/BPN, dia selalu menunjukan wajah yang bersahabat dengan siapapun yang menemuinya.
Meski berhak menentukan pilihan, dia tidak pernah membeda-bedakan wartawan dari media mana. “Mau media besar media kecil, saya selalu berusaha menghargai orang dengan karya tulisnya,”katanya saat kongkow-kongkow ngopi bareng dengan wartawan di keda kopi kanting belakang Kementerian ATR/BPN.
Profil seseorang yang pernah menjabat bagian humas pada umumnya memang lebih cepat dalam meniti karir. Sukses menhundle Bagian Humas Kementerian ATR/BPN selama tiga tahun lebih, dia kemudian didapuk menduduki Jabatan Kepala Kantor ATR/BPN Kota Depok.
Selama menjabat, pria lulusan S1 dari Universitas Gajah Mada ini telah banyak membuat terobosan dalam meningkatkan mutu pelayanan di Kantor ATR/BPN Kota Depok. Begitu juga dalam hal memerangi mafia tanah.
Dari Depok, dia kemudian dipercaya Menjabat Kepala Kantor ATR/BPN Palangkaraya. Hanya tiga bulan menjabat, lantaran dianggap memiliki rekam jejak yang berprestasi, pria asal Kota Lampung ini dipanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Dia adalah Indra Gunawan, sosok pria yang kenyang pengalaman sebagai orang di lapangan.
Dua bulan yang lalu, Menteri yang akrab disapa Bang Ara ini tak ragu melantiknya menduduki jabatan Eselon II yakni sebagai Direktur Penyiapan Lahan dan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Kawasan Permukiman (PLPSUUKP) di Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman.
Ketika bertugas di Depok, Indra Gunawan banyak membantu percepatan penyelesaian sejumlah proyek strategis nasional. Sebut saja pembebasan lahan pembangunan jalan tol Cisalak-Jagorawi (Cijago), Depok-Antasari (Desari), Cimanggis-Cibitung (Cimaci), hingga Universitas Islam Internasional Islam Indonesia (UIII).
Indra Gunawan mengatakan, penyelesaian sejumlah PSN di Depok itu merupakan kewajibannya sebagai abdi negara. “Sudah menjadi kewajiban kami sebagai abdi negara menyelesaikan pekerjaan dengan baik apalagi PSN,”ujarnya.
Lantaran kinerja dan prestasinya, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah, Fitriyani Hasibuan melontarkan pujian. Fitriyani mengapresiasi kinerja Indra yang selama bertugas telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan.
“Dua tahun di Depok, lima bulan di Palangka Raya, dan kini mendapat kepercayaan lebih besar di tingkat nasional. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga bukti bahwa kerja keras dan dedikasi akan selalu menemukan jalannya,” kata Fitriyani.
Menurut Indra, sebagai seorang pemimpin, sangatlah penting menjaga integritas, semangat kerja, serta kepercayaan diri dalam menghadapi setiap tantangan.
“Pemimpin lahir dari pengalaman dan ketekunan. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini, adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Jangan ragu untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa mendatang,”katanya.
Menurut Indra, bekerja dan mengabdi di lingkungan Kementerian ATR/BPN bukan sekadar tugas, tetapi sebuah kehormatan. “Di sini, saya belajar banyak tentang dedikasi, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat,”tambahnya.
Indra mengaku bangga, karena telah menjadi bagian dalam upaya memastikan kepastian hukum atas tanah masyarakat, serta mewujudkan tata ruang yang berkeadilan.
Di luar konteks pengabdiannya, perjalanan dari pencapaian tersebut, tidak lepas dari latar belakangnya sebagai sosok aktivis lingkungan dan pengalaman bekerja di bidang profesional (swasta) yang dituntut jeli, teliti, dan mengedepankan ketepatan waktu dalam mencapai Key Performance Indicator (KPI) serta transparansi.
Pengalaman di bangku kuliah lanjut Indra telah membentuk dan mengubah pola pikirnya. Pengalaman organisasi telah mengasah jiwa kepemimpinan, dan didunia kerja, mengajarkan kedisiplinan. “Ketiga hal itulah yang menjadi modal utama saya menjadi pemimpin yang loyal terhadap integritas,”pungkasnya. (JunHsb)