Jenderal Berjiwa Batak Berkarakter Sunda

waktu baca 3 menit
Minggu, 13 Apr 2025 14:12 100 Suara Netizen

SUARANETIZENNEWS -Karakter dua suku Batak dan Sunda melekat dalam dirinya.  Bagaimana tidak, memiliki garis keturunan suku Batak, namun dia dilahirkan di tanah Pasundan (Sunda).

Presiden Soekarno pernah mengatakan “Berkatalah setegas orang Batak, berbicaralah selembut orang Sunda.”

Tak bisa dipungkiri, pernyataan Presiden Pertama RI inilah yang kemudian tergambar dalam karakter dan gaya komunikasi kepemimpinannya.

Dia adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Selama tiga dekade mendedikasikan diri kepada Institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Perwira Akademi Militer Tahun 1992 ini telah banyak mengukir pretasi dan penghargaan.

Baru-baru ini, Jenderal Maruli menerima Wing Kehormatan Penerbang Kelas I dari TNI Angkatan Udara (AU).

Penyematan dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, di shelter Skadron Udara 14, Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Jumat (11/4).

Dilansir dari keterangan Puspen TNI, Sabtu, (12/4) penganugerahan Wing Kehormatan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/303/IX/2024 tentang Pemberian Hak untuk Menerima dan Memakai Wing Kehormatan Penerbang Kelas I TNI AU yang ditandatangani oleh KSAU.

Sebelum penyematan Wing Kehormatan, Panglima TNI dan Jenderal Maruli serta KSAU, melaksanakan joy flight menggunakan pesawat tempur F-16 dan T-50i Golden Eagle di atas wilayah udara Lanud Iswahjudi.

Joy flight yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini menjadi simbol nyata sinergi dan interoperabilitas antara kekuatan udara dan darat dalam pelaksanaan latihan serta operasi gabungan TNI.

Penganugerahan Wing Kehormatan Penerbang merupakan bentuk penghormatan atas dukungan kuat dan peran strategis para pimpinan TNI dalam membangun kekuatan pertahanan udara nasional yang terintegrasi.

Momen ini sekaligus memperkuat nilai-nilai yang terkandung dalam visi TNI PRIMA (profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif) dan TNI AU AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis).

Perhatikan Kondisi Perumahan Prajurit

Memperhatikan kondisi perumahan prajurit yang sudah dimakan usia, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengumumkan, tahun 2025 ini akan memperbaiki rumah prajurit, masing-masing batalyon diberika anggaran 2 miliar.

“Kita rencananya tahun ini setiap batalyon ada rehab, sehingga semua bisa merasakan (perbaikan). Nanti tergantung kerusakannya, ada yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Kita akan fasilitasi dengan anggaran 2 Milyar untuk setiap Batalyon. Nanti juga ada untuk Koramil-Koramil. Saya pikir, kalau ini bisa bertahap, dapat berpengaruh untuk (kemajuan) satuan-satuan,” kata Jenderal Maruli ketika berkunjung ke Kodam I/Bukit Barisan belum lama ini.

Dalam rangkaian kunjungan ini KSAD juga melakukan peninjauan terkait rehab perumahan prajurit di antaranya di jajaran Kodim 0203/Langkat dua kopel sebanyak 4 KK. Rehab swakelola perumahan prajurit di Baterai (Kompi) B Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 11/WBY sebanyak 12 KK, dan di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 2/KS sebanyak 14 KK.

Jenderal Maruli menilai, pembangunan rumah dinas serta fasilitas lainnya yang menjadi kebutuhan mendasar prajurit dan keluarganya, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit, agar dapat hidup layak dan nyaman.

MoU Dengan Gubernur Jabar

Bulan lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meneken kerja sama terkait pembangunan daerah skala besar, pada Jumat (14/3/2025) di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta.

Perjanjian kerja sama bertema “Sinergi TNI AD Manunggal Karya Bakti Skala Besar Pembangunan Daerah di Provinsi Jawa Barat” ini berfokus pada pembangunan berbagai proyek infrastruktur, seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, serta rumah rakyat.

KSAD menilai kerja sama ini sejalan dengan program TNI AD, yang mencakup peningkatan kualitas hidup prajurit dan masyarakat, keamanan dan ketertiban, serta peningkatan ekonomi dan SDM. (JunHsb)

LAINNYA