Lamhot Sinaga :  “Kaltara Membutuhkan Peningkatan Aksesibiltas dan Konektivitas Untuk Menunjang Sektor Pariwisata”

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Jun 2025 23:22 144 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Sebagai provinsi yang masih terbilang muda, Provinsi Kalimantan Utara masih membutuhkan peningkatan pembangunan infrastruktur, demi menunjang aksesibilitas menuju destinasi pariwisata.

Hal itu disampaikan Lamhot Sinaga, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.  Sinaga mengatakan sektor pariwisata Kalimantan Utara (Kaltara) sangat membutuhkan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas sebagai syarat utama pengembangan sektor pariwisata.

Dalam kunjungan kerja reses ke Tanjung Selor Kaltara, Kamis (19/6/2025) kemarin, Sinaga mengungkapkan tanpa perbaikan infrastruktur transportasi, potensi wisata Kaltara akan sulit berkembang. Karena itulah dia menegaskan Komisi VII DPR RI akan  mendorong pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan infrastruktur transportasi, sehingga potensi pariwisata  di Kaltara  dapat berkembang.

“Kita melihat salah satu tantangan utama pengembangan pariwisata di Kaltara adalah aksesibilitas. Untuk sampai ke sini saja butuh effort tersendiri. Ini yang harus kita dorong ke depan. Bagaimana penerbangan ke sini bisa lebih mudah, bagaimana konektivitas antar wilayah terbangun, dan hospitality juga perlu ditingkatkan,” kata Sinaga.

Sinaga juga menegaskan, sebagai provinsi yang masih tergolong muda, Kaltara yang baru berusia 13 tahun sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, dalam membangun sarana dan prasarana penunjang sektor pariwisata.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi fokus Komisi VII untuk mendorong kementerian terkait agar lebih memperhatikan infrastruktur fi Provinsi Kaltara.

“Wajar kalau Kaltara masih menghadapi tantangan infrastruktur, tapi kita tidak boleh berhenti di situ. Komisi VII akan terus mengawal agar konektivitas ke daerah ini menjadi prioritas pembangunan nasional,” ujar legislator dari Fraksi Partai Golkar itu.

Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang turut menegaskan bahwa persoalan konektivitas merupakan hambatan nyata dalam pengembangan potensi wisata daerahnya. Ia mengapresiasi kunjungan langsung Komisi VII DPR RI yang telah merasakan sendiri sulitnya akses menuju Tanjung Selor.

“Komisi VII sudah merasakan bagaimana susahnya untuk sampai ke sini. Tadi butuh hampir 12 jam perjalanan. Tanpa konektivitas, mustahil destinasi wisata kita bisa dijangkau. Karena itu, kami berharap Komisi VII bisa menyampaikan langsung kebutuhan ini kepada kementerian mitranya,” ujar Zainal.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti kurangnya promosi sebagai faktor lain yang membuat potensi wisata Kaltara belum dikenal luas. Ia mencontohkan berbagai destinasi unggulan seperti gua alam, hutan tropis, dan pohon-pohon besar yang menjadi kekayaan khas Kaltara.

“Kalau kita kurang promosi, siapa yang mau tahu kalau di sini ada wisata? Kita punya kekayaan yang unik, tapi butuh dukungan dari pusat agar bisa lebih dikenal,” tutupnya. (JunHsb)

LAINNYA