Mengenal Lebih Dekat Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo; “Masih Banyak Kapolres, Direskrim, dan Kapolsek Under Performance”

waktu baca 4 menit
Rabu, 19 Nov 2025 10:45 124 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri), Komjen Dedi Prasetyo mengakui, sejumlah Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) hingga Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) belum memiliki kinerja optimal.

Hal itu dia sampaikan pada rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Polri, Kejagung, dan Mahkamah Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

banner 600x600

Komjen Dedi menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi internal Polri, mayoritas Kapolsek belum memenuhi ekspektasi kinerja. “Kami lihat dari 4.340 Kapolsek, 67 persen ini under performance. Kenapa under performance? Hampir 50 persen Kapolsek kami itu diisi oleh perwira-perwira lulusan PAG (Pendidikan Alih Golongan),” kata Komjen Dedi dalam rapat.

Selain Kapolsek, penilaian juga dilakukan terhadap Kapolres. Dari total 440 Kapolres yang diasesmen, 36 di antaranya dinilai berkinerja buruk. “Kemudian Kapolres, dari 440 Kapolres yang sudah kami lakukan assessment 36 Kapolres kami under performance. Ini catatan kami, dari kami harus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Komjen Dedi menuturkan, kondisi serupa juga ditemukan di jajaran reserse kriminal.
Dari 47 Direktur Reserse Kriminal (Direskrim), sebanyak 15 dinyatakan tidak memenuhi standar kinerja.  “Demikian juga di Reskrim. Dari 47 Dir Reskrim yang sudah konsen, 15 under performance,” ucapnya.

Atas dasar itu, menurut di Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan berbagai langkah perbaikan, berupa evaluasi menyeluruh terhadap proses rekruitmen Polri.

Profil Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo

Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 26 Juli 1968, Komjen Dedi Prasetyo dikenal sebagai sosok yang tenang namun tegas. Dalam kehidupan pribadinya, ia didampingi oleh seorang istri bernama Martha Dedi Prasetyo atau Martha Dwi Maryani.

Fondasi kariernya di kepolisian dimulai saat ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1990. Tak berhenti di situ, dia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada tahun 1999. Deretan gelar akademis yang ia sandang-S.H., M.Hum., M.Si., M.M.-menunjukkan dedikasinya pada dunia pendidikan, yang puncaknya ia raih dengan gelar profesor.

Perjalanan Kariernya diketahui membentang panjang mulai dari Daerah hingga Puncak Mabes Polri. Mantan Karopenmas Polri ini pernah bertugas operasional di tingkat Polsek, hingga menduduki jabatan-jabatan strategis di Mabes Polri.

Komjen Dedi diketahui, mengawali kariernya  di Jawa Timur. Setelah lulus dari Akpol, Dedi memulai pengabdiannya sebagai Perwira Pertama (Pama) di Polda Jawa Timur pada tahun 1991. Pengalaman lapangannya terus ditempa saat ia menjabat sebagai Kapolsek Deket pada Tahun 1992 dan Kasat Reskrim Polres Lamongan setahun kemudian.

Setelah itu, Komjen Dedi dipercaya memegang berbagai posisi, termasuk Kapolsek Serpong (1997), Kapolresta Kediri (2008), dan Kapolres Lumajang (2009). Pengalamannya di bidang reserse juga terasah saat dia menjadi Kasat Serse Polwiltabes Surabaya pada 2007.

Berikutnya, Komjen Dedi banyak menghabiskan waktu tugas di
bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yang menjadi salah satu keahlian utamanya. Ia pernah menjabat sebagai Karo SDM di Polda Maluku Utara (2011) dan Polda Kalimantan Tengah (2012).

Pengalamannya di Kalimantan Tengah berlanjut saat ia diangkat menjadi Wakapolda Kalimantan Tengah pada 2017. Lalu tiga tahun kemudian, dia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Tengah pada tahun 2020.

Sebelum ditunjuk menjadi Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo telah menduduki serangkaian jabatan elite di Mabes Polri. Ia dikenal luas oleh publik saat menjabat sebagai Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri pada 2021, di mana ia menjadi garda terdepan komunikasi institusi Polri, dalam menghadapi badai virus Covid 19.

Setelah itu, keahliannya di bidang SDM kembali dimanfaatkan saat ia dipromosikan menjadi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) pada Februari 2023. Kemudian, pada November 2024, ia kembali mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, menggantikan Komjen Ahmad Dofiri yang juga ia gantikan di kursi Wakapolri.

Profesor Yang Handal Menulis Buku

Diluar citranya sebagai perwira tinggi yang tegas, Komjen Dedi Prasetyo memiliki sisi lain yang sangat menonjol, yakni dunia akademis dan literasi.

Komjen Dedi Prasetyo berhasil meraih gelar akademis tertinggi, yaitu profesor, dan dikukuhkan sebagai Guru Besar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). Menurut data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ia tercatat sebagai dosen tidak tetap dengan jabatan fungsional ‘Profesor’ dalam Program Studi Ilmu Kepolisian.

Gelar Sarjana Hukum diraihnya dari Universitas Mayjen Sungkono, Mojokerto, Jawa Timur pada 2007 lalu, kemudian Magister Humaniora diraihnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2009.

Komjen Dedi melanjutkan studi hingga S3 dan meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya (UB) pada 2013. Berikutnya, dia menempuh studi S2 lagi hingga menyabet gelar Magister Manajemen pada 2015.

Yang mengagumkan, Komjen Dedi pernah meraih Rekor MURI, lantaran dia dinobatkan sebagai “Penulis Buku Terbanyak.”
Prestasi langka seorang jenderal polisi ini dia torehkan  pada 28 Mei 2024.

Meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Perwira Tinggi Polri yang menulis buku terbanyak, Komjen Dedi mampu menulis 27 judul buku yang telah diterbitkan.  Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa pengabdian sebagai anggota Polri dapat berjalan selaras dengan produktivitas intelektual. Salah satu bukunya yang terbaru berjudul “Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul.” Pemikirannya yang tertuang dalam buku ini, menunjukkan kepekaan dan kepeduliannya yang begitu mendalam, terhadap reformasi birokrasi dan SDM di tubuh Polri

Pemimpin Redaksi

Junaidi P.Hasibuan

LAINNYA
error: Content is protected !!