Mengenal Sosok Arief Mulyadi, Dirut PNM dengan Seabrek Prestasi dan Penghargaan

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Des 2025 11:30 103 Suara Netizen

Suaranetizennews – Arief Mulyadi merupakan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) periode 2018-2022 dan 2022-2027. Di tangannyalah PNM terus maju dan berkembang, salah satunya menorehkan prestasi bersejarah di pasar keuangan nasional, yakni menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi bernilai total Rp6 triliun dan PUB Sukuk bernilai total Rp10  triliun.

Arief Mulyadi, yang dikenal ramah, sebelum bergabung di PNM, pernah menduduki posisi di beberapa lembaga penelitian dan mengikuti Executive Development Programme hingga Manager  Retail Banking dan UKM Group di Bank Nusa International.

banner 600x600

Pria alumni S1 Fakultas Biologi Jurusan Ekologi Universitas Jendral Soedirman, dan S2 Jurusan Kajian Strategi Ketahanan Nasional Universitas Indonesia ini, memulai kariernya dengan bergabung di PNM pada tahun 1999 sebagai seorang Account Officer Lapangan, kemudian pada tahun 2013 diangkat sebagai Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha & Riset.

Selanjutnya pada tahun 2015 ia berpindah posisi menjadi Executive Vice President, berkat kerja keras dan presatsi yang dicapainya pada 2017, Arief diangkat menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, di tahun yang sama kemudian berpindah posisi menjadi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Pada 13 Februari 2018, Menteri BUMN Rini Soemarno mengangkat Arief sebagai Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani periode 2018-2022. Kemudian pada Rapat Umum Pemegang Saham PT Permodalan Nasional Madani pada 18 April 2022, Menteri BUMN Erick Thohir kembali menangangkat Arief sebagai Direktur Utama periode 2022-2027.

Dari sekian banyak prestasi dan penghargaan yang diraihnya, seperti dikutip dari laman web PNM, sang Dirut smi  menorehkan langkah bersejarah di pasar keuangan nasional, dimana  menjadi yang pertama di Indonesia yang menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi bernilai total Rp6 triliun dan PUB Sukuk bernilai total Rp10  triliun yang keduanya Berwawasan Sosial Orange atau lebih dikenal dengan nama “Orange Bonds”, sebuah instrumen keuangan berorientasi sosial yang difokuskan pada pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Penerbitan Orange Bonds oleh PNM bukan sekadar inovasi finansial, namun juga bentuk konkret dari komitmen perusahaan dalam mendukung keuangan inklusif dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan prinsip Orange movement yang sedang berkembang di Indonesia yang juga sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB Goals 5 (UN SDGs 5) dalam aspek kesetaraan gender.

Penerbitan Orange Bonds PNM dapat membantu menekan kesenjangan pendanaan untuk mencapai target-target SDGs di Indonesia yang mencapai Rp 24.000 triliun. Dalam pelaksanaannya, dana yang dihimpun akan digunakan untuk memperluas pembiayaan dan pendampingan kepada perempuan ultra mikro di seluruh penjuru negeri, melalui program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) dan PNM Mekaar Syariah.

Arief Mulyadi berharap dengan diterbitkannya Orange Bonds dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemberdayaan perempuan melalui pasar modal. “Instrumen berharga yang berfokus dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangat minim dan ini merupakan yang pertama di pasar modal Indonesia. Langkah ini merupakan wujud nyata dari semangat kami untuk menghadirkan keuangan yang berdampak,” ujar  Arief. Baginya Orange Bonds bukan hanya instrumen investasi tapi roda penggerak transformasi sosial.

Pada tahap pertama tahun 2025, PNM berhasil menghimpun dana sebesar Rp1 triliun sebagai bagian dari program senilai total Rp 6 triliun.  Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan sebagai modal kerja untuk program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar),

Sementara hasil sukuk dialokasikan untuk pembiayaan PNM Mekaar Syariah, dengan melibatkan sejumlah Penjamin Pelaksana Emisi Efek Terkemuka yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Distribusi efek akan dilakukan secara elektronik pada 8 Juli 2025, dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025 dan pembayaran Bunga akan dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal emisi.

Arief mengungkapkan dengan terbitnya Orange Bonds membuktikan keseriusan PNM dalam mengoptimalkan pemerataan akses pembiayaan bagi perempuan unbankable dan pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro agar mampu lebih berdaya serta memberi dampak bagi sekitarnya.

“Ke depannya PNM akan terus memperluas jangkauan layanan melalui digitalisasi, penguatan ekosistem ultra mikro, dan peningkatan serta pengembangan kapasitas nasabah melalui pelatihan berkelanjutan,” tambah Arief. PNM juga akan memperkuat tata kelola sosial berbasis indikator SDGs sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG yang terukur.

Ruli Harahap

 

 

LAINNYA
error: Content is protected !!