Menhut Bersama Sekjen Ke Sabang, Memastikan Program Perhutanan Sosial

waktu baca 4 menit
Kamis, 10 Apr 2025 02:50 87 Suara Netizen

Suaranetizennews-Sejatinya, Menteri Kehutanan  memang harus lebih rajin mendatangi kawasan hutan, guna memastikan, melihat dan menyaksikan bagaimana situasi dan kondisi Program Perhutanan Sosial, agar dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar.

Hal itulah yang dilakukan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, saat memulai masa kerjanya setelah menjalani cuti bersama libur lebaran Idul Fitri tahun ini.

“Saya menunaikan janji saya, setelah lebaran akan berkunjung ke daerah, kali ini kami bersama Anggota DPR berkunjung ke Kota Sabang, Aceh, dalam rangka mengecek program Perhutanan Sosial Gampong Jaboi Sabang,”ujar Menhut  Raja Juli Antoni, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Suaranetizennews.

Menhut Raja Antoni datang bersama pejabat terkait, yakni Sekjen Kemenhut Mahfudz, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko.

Kunjungan Menhut Raja Antoni kali ini mengagendakan pertemuan dengan sejumlah Kelompok Tani Hutan (KTH) diantaranya, KTH Gampong Jaboi dan KTH Anuek Glee.

Di sela-sela acara, Menhut Raja Antoni disuguhi produk olahan hasil kelompok tani hutan, diantaranya teh sarang semut, selai buah jamblang dan sirup buah carica. Selain itu ada pula produk piring yang dibuat dari pelepah pisang.

“Luar biasa, saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya apa yang sudah diinisiasi dan dikerjakan oleh pemuda-pemudi di Kampung Gampong Jaboi ini. Saya berharap tentunya kita akan teruskan meningkatkan kerjasama, kedepan akan lebih baik lagi,” ujar Menhut Raja Antoni di Gampong Jaboi, Rabu 09/04/ 2025.

Sebagaimana diketahui, Gampong Jaboi terletak di kaki Gunung Merapi Jaboi yang memiliki beberapa kawah yang dijadikan
sebagai destinasi wisata. Selain itu, Gampong Jaboi ini juga dilengkapi dengan area outbound.

Menhut Raja Antoni sempat berjumpa dan berbincang dengan turis dari Belgia, mereka datang bersama keluarga untuk menikmati keindahan Gampong Jaboi, Sabang.

“Daya tarik yang iconic ini, perlu lebih dipromosikan secara maksimal,”katanya.

Menhut Raja Antoni sangat takjub mendengar pengakuan touris dari Belgia yang mengatakan lokasi Gampong Jaboi sangatlah indah.

“Bule itu mengatakan Gampong Jaboi sangat cantik, sangat indah, tidak bisa ditemukan dimanapun, ini adalah unik sangat iconic. Itu yang harus dipromosikan secara maksimal melalui media sosial dengan baik,” ujar Menhut.

Pada kesempatan tersebut, Menhut Raja Antoni juga turut serta dalam program adopsi pohon. Program mengadopsi pohon sendiri, menjadi salah satu bentuk dan langkah nyata dukungan terhadap kelestarian alam.

“Apapun yang mungkin bisa kita kerjasamakan, beberapa mempromosikan tadi adopsi pohon, ya Insya Allah banyak orang yang akan mau menjaga hutan kita dengan lebih baik, kelestari dan juga menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat kita,”ujarnya.

IAD Hatta Sumbar

Sebelumnya, pada bulan Januari kemarin, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz, telah meluncurkan Integrated Area Development Berbasis Perhutanan Sosial (IAD HATTA) di objek wisata Kapalo Banda, Hutan Nagari Taram, Kab. Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Mahfudz mengatakan, peluncuran IAD Hatta adalah bentuk aksi nyata kehadiran negara dalam program percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial di Provinsi Sumatera Barat.

Mahfudz menuturkan, percepatan pembentukan dan pengembangan Gampong Jaboi merupakan salah satu strategi percepatan pengembangan usaha Perhutanan Sosial yang ada di Kota Sabang Provinsi Aceh.

Hal ini menurutnya, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Pengembangan  Gampong Jaboi dia katakan, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah lewat peningkatan skala usaha Perhutanan Sosial yang berfokus pada pengembangan ekowisata berbasis Perhutanan Sosial.

Hal ini bertujuan untuk menopang pendapatan nasional lewat pertumbuhan destinasi-destinasi ekowisata.

Ia menjelaskan, IAD HATTA dan Gampong Jaboi, merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi dan integrasi para pihak untuk mendukung program pemerintah dalam program swasembada pangan dan energi lewat agroforestry, silvopastural dan pola agroforestry lainnya tanpa membuka lahan.

Mahfudz berharap, Perhutanan Sosial  Gampong Jaboi bertujuan agar lahan hutan tetap lestari, ketahanan pangan dan ekowisata dapat mensejahterakan warga sekitar.

Sebagai informasi, Program Perhutanan Sosial adalah salah satu kebijakan pemerataan ekonomi yang merupakan program prioritas nasional. Program ini telah mendorong masyarakat untuk memperoleh akses legal pengelolaan kawasan hutan, kesempatan berusaha dan peningkatan kapasitas. (JunHsb)

LAINNYA