Caption: Menkop Budi Arie membantah Kopdes Merah Putih pemicu jebloknya IHSG. Suaranetizennews – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bukan untuk menghambur-hamburkan uang.
Dia menegaskan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih justru bertujuan untuk mempercepat pembangunan skonomi masyatakat desa.
“Ini bukan hambur-hambur duit lho. Kopdes Merah Putih ini justru untuk mempercepat pembangunan ekonomi masyatakat desa,” kata Budi Arie usai membuka Ramadhan Delight Market di Kemenkop, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025).
Budi Arie juga mengatakan, Kopdes Merah Putih bukan ekonomi dalam bentuk konsumtif, melainkan investasi di desa.
“Ini investasi sosial kita. Cuma investasinya di desa. Dalam bentuk gerai, dalam bentuk unit simpan pinjam, dalam bentuk klinik desa,” kata dia.
Budi Arie membantah keras anggapan bahwa anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh Koperasi Desa Merah Putih yang dibiayai Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Enggak dong. Gimana macet? Bagaimana macet? Dibayar pakai APBN kok,” ujarnya.
Budi Arie enggan mengomentari lebih jauh tentang jebloknya IHSG yang salah satunya dipicu oleh pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
“Itu analisis siapa? Kalau orang yang ngomong, saya enggak mau ngomentari IHSG. Saya memperhatikan ekonomi rakyat,” kata dia.
IHSG ditutup di zona merah pada perdagangan yang berakhir Selasa (18/3/2025).
IHSG turun 248,55 poin (3,84 persen) ke level 6.223,38 dan pada pukul 11.19 WIB sempat mengalami trading halt.
Di antara penurunan tersebut, saham-saham perbankan masih tampak terkoreksi dan belum mampu untuk menemukan jalur pertumbuhannya.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, secara umum kapitalisasi pasar yang paling besar memang berada pada saham-saham perbankan.
(JunHsb)