Peka Terhadap Situasi, Dasco Kunjungi Korban  Tabrakan KA di Bekasi

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 03:34 70 Suara Netizen

Suaranetizennews,–Sebagai pimpinan wakil rakyat di Gedung Senayan yang memiliki jiwa kepekaan sosial, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merasa terpanggil untuk mengunjungi korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Pria yang akrab disapa Bang Don ini, datang langsung ke RSUD Bekasi serta ke lokasi peristiwa tabrakan kereta, untuk memastikan evakuasi dan kondisi para korban.

banner 600x600

Usai menjenguk korban, Bang Don menyebutkan hingga saat ini tercatat tiga orang meninggal dunia, sementara 29 korban lainnya telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Proses evakuasi masih berlangsung. Sementara ini, 29 orang sudah berada di rumah sakit dan tiga orang meninggal dunia,” ujar Dasco.
Dia mengungkapkan, proses evakuasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama karena banyak penumpang yang terjepit di dalam gerbong serta terbatasnya ruang untuk melakukan penyelamatan.

“Hambatan evakuasi karena ada penumpang yang terjepit dan ruang untuk evakuasi cukup sempit,” jelasnya.

Dasco menambahkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang hingga kini terus dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Basarnas.

Meski demikian, dia mengapresiasi kerja sama seluruh petugas di lapangan yang dinilai sigap dan solid dalam menangani situasi darurat tersebut.

“Kita doakan proses evakuasi bisa segera selesai. Saya lihat petugas dari kepolisian, TNI, dan SAR bekerja dengan kompak di lokasi,” tegasnya.

Diberitakan, kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB.

Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line yang ditabrak  KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut peristiwa terjadi di emplasemen KM 28+920 saat rangkaian commuter line tertempel kereta jarak jauh tersebut.

Akibat benturan keras, bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah dan mengganggu operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya.

Sejumlah saksi menyebutkan, sebelum kejadian, KRL sempat berhenti diduga karena adanya kendaraan mogok di perlintasan.

Dalam kondisi tersebut, kereta kemudian bergerak sebelum akhirnya tertabrak dari belakang oleh kereta lain yang melaju.

Penulis: Junaidi P.Hsb

LAINNYA
error: Content is protected !!