Kantor pelayanan Samsat Jskarta Timur di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur. Suaranetizennews,–Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, Korlantas Polri mewajibkan setiap petugas Samsat melakukan komunikasi yang humanis, mengutamakan keramahan, transparansi, dan kecepatan untuk meningkatkan pelayanan. Petugas dibekali agar dapat memberikan informasi jelas, bersikap ramah, serta membantu wajib pajak secara profesional, guna menciptakan kenyamanan dan membangun kepercayaan masyarakat.
Namun yang terjadi di loket pelayanan STNK di lantai 2 Samsat Jakarta Timur malahan sebaliknya. Petugas tersebut mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya kepada seorang warga yang hendak mengurus STNK yang hilang.

“Pada saat saya antri mengurus STNK hilang, karena terlalu panjang antrian, sedangkan untuk mendapatkan nomor antrian di loket terlalu lama pemeriksaannya, maka saya maju kedepan menyampaikan bahwa antriannya panjang,” kata Zul seorang pria yang mengaku hendak mengurus STNK hilang.
Nah, setelah melalui antrian yang panjang selama 1 jam lebih, Zul akhirnya mendapat giliran dilayani dan berhadapan kembali dengan petugas tersebut.
Bukannya melayani dengan baik, petugas tersebut malah bertanya dengan kalimat nada tinggi kepada Zul. “Kamu tadi yang protes antrian panjang yah.. Kalau gak mau antri tidak usah tinggal di Indonesia Pak,”kata petugas itu kepada Zul.
“Saya kan hanya menyampaikan bahwa antriannya sangat panjang,”jawab Zul.
“Jangan memancing orang lain, kalau gak mau antri jangan tinggal di Indonesia,”ujar petugas itu dengan mimik muka yang tidak humanis.
Zul mengaku tidak terima diperlakukan petugas Samsat Jaktim seperti itu.”Saya cuma ngasi tau bahwa antriannya panjang, dia malah hardik saya bilang jangan mememancing-mancing,”ujar Zul.
Zul meminta agar petugas tersebut diberi peringatan oleh pimpinan, agar lebih mengedepankan komunikasi yang humanis kepada masyarakat. “Karena petugas itukan pelayanan bagi masyarakat, mereka digaji dari pajak rakyat, kalau sebagai pelayan, janganlah marah-marah,”pungkas Zul.
Penulis: Z.Hasibuan