Gubernur Banten Andra Soni saat menerima Opini WTP dari BPK atas capaian pemerintahannya (foto dok ; bantenprov.go.id) Suaranetizennews – Gubernur Banten, Andra Soni menargetkan pembangunan infrastruktur jalan di desa-desa lebih massif pada 2026. Disisa waktu kepemimpinannya akan bekerja maksimal untuk memenuhi keinginan masyarakat tanah para jawara. Hal itu disampaikan Andra menanggapi satu tahun kepemimpinannya setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah pada 20 Februari 2025 lalu.
“Intinya kita ingin apa yang kita kerjakan berdampak. Satu hari lagi saya genap satu tahun. Waktu saya tersisa empat tahun untuk memenuhi ekspektasi masyarakat. Saya akan berusaha maksimal,” kata Andra kepada wartawan, Kamis (19/2/2026). Andra pun meminta jajarannya untuk bekerja bukan untuk menyenangkannya. Melainkan bekerja untuk menyenangkan seluruh masyarakat Banten.

Sehingga, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk lebih giat lagi untuk mendukung dan membantunya menjalankan visi misinya. Menurutnya, program bangun jalan desa sejahtera atau Bang Andra menjadi upayanya meningkatkan konektivitas antarwilayah perdesaan, membuka akses ekonomi, mempermudah mobilitas warga (sekolah/kesehatan). Serta menekan angka kemiskinan dengan membangun infrastruktur jalan yang layak dan berkualitas. Namun, Andra mengakui dalam waktu 5 tahun tidak bisa menuntaskan seluruh jalan desa di wilayahnya dalam kondisi baik.
“Karena jalan desa ini banyak. Satu periode saya tidak mungkin selesai. Harus ditindaklanjuti oleh periode berikutnya, kepemimpinan berikutnya,” ucapnya. Sejak Provinsi Banten memisahkan diri dari Jawa Barat tahun 2000, kewenangan jalan desa berada di Kabupaten/Kota dan tidak tertangani. Dibawah kepemimpinan Andra-Dimyati, jalan desa diperbaiki dengan mengalokasikan anggaran pada APBD Banten tahun 2026 sebesar Rp164 Miliar.
“Jalan desa belum ditangani oleh gubernur karena memang kewenangannya ada di desa dan kabupaten. Dan sekian puluh tahun, jalan-jalan desa kita memang masih banyak yang rusak,” ujar dia. “Tapi tentu kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan sekaligus. Namun kita mengajak untuk melihat bahwa membangun dari desa, salah satunya adalah membangun infrastrukturnya,” sambung Andra.
Ruli Harahap