Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, (foto ; istimewa) Suaranetizennews – Menurut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, DPR bakal membahas RUU Satu Data Indonesia tahun ini. Dasco mengungkit beda data saat bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Badan Legislasi akan juga menggelar partisipasi publik untuk pembuatan atau kemudian harmonisasi dari Undang-Undang Perampasan Aset. Dan berikutnya, segera dibahas Undang-Undang Satu Data,” ujar Dasco kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Dasco mengungkit pengalaman pascabencana, ketika data yang dimiliki satu kementerian dengan kementerian lain berbeda. Ia menyebutkan hal ini menyebabkan ketidakselarasan data di lapangan.
“Satu Data itu kita lebih banyak pengalaman di bencana kemarin misalnya. Bahwa data satu kementerian dengan kementerian lain itu berbeda-beda, sehingga kemudian di lapangan juga terjadi ketidaksinkronan ketika kemudian memberikan bantuan-bantuan kepada para pengungsi,” jelasnya.
Ketua Harian DPP Gerindra ini mencontohkan ketidaksesuaian terkait bansos hingga BPJS yang dimiliki oleh kementerian. Ia berharap dengan hadirnya UU Satu Data Indonesia, tak ada lagi simpang siur di masyarakat. “Sehingga kita akan sinkronkan menjadi satu data sehingga ke depan tidak ada lagi kesimpangsiuran data yang membuat situasi juga di lapangan tidak bagus,” Dasco menambahkan.
Ruli Harahap