Pangdam Brawijaya Mayjen Rudi Saladin berdialog dengan pemuda Ansor di Sumenep Madura Jawa Tiimur. Suaranetizennews,- Tak banyak pemimpin yang bisa bersikap tegas sekaligus mampu menunjukan kelembutan hatinya ketika bertemu dengan masyarakat.
Satu diantara pemimpin tersebut adalah Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya. Pangdam yang bertugas sejak Juli 2024 ini dikenal rajin melakukan safari kebangsaan, mengunjungi pondok pesantren, pelosok desa Jawa Timur, meski harus menyusuri Pulau Madura dan sekitarnya.

Baginya, safari kebangsaan mengunjungi warga dan pondok pesantren adalah perjalanan spiritual, kultural, sebuah ekspedisi kemanusiaan merajut persatuan yang merupakan bentuk pengabdian kepada negeri.
Selain memupuk silaturahmi dan menghidupkan semangat kebersamaan antara prajurit, pemimpin dan santri, kehadiran Pangdam Brawijaya dinilai dapat memberi energi dan keteladanan bagi para santri yang sedang menempuh pendidikan.
Melihat sikap kepemimpinan Mayjen TNI Rudy Saladin yang merakyat, pantas saja pria kelahiran 17 September 1975 ini lulus mendapat predikat perwira terbaik Akademi Militer tahun 199 sebagai penerima Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.
Maka ketika bertemu warga di pelosok Jawa Timur, dia terlihat bersikap dengan gaya komunikasi merakyat yang alami, tanpa dibuat-buat. Dia bahkan berupaya menyapa lebih dulu masyarakat, berdialog dengan tokoh lokal, dan mendengarkan langsung suara hati dari masyarakat bawah.
Tengok saja saat Safari Kebangsaan pada bulan Juni lalu, ketika bermalam di Pulau Gili Genting, meski malam sudah larut, Pangdam Saladin meluangkan waktu untuk duduk santai bersama masyarakat dan kader-kader muda GP Ansor Gili Genting.
Di tepian Pantai Sembilan Gili Genting, dia membuka ruang dialog yang hangat serta memberikan motivasi kepada para pemuda agar terus memupuk nasionalisme, menjaga lingkungan, serta mewaspadai ancaman nyata seperti peredaran narkoba—terutama di wilayah kepulauan yang kerap menjadi jalur gelap distribusi zat berbahaya tersebut.
Pangdam Saladin juga dikenal menghargai prestasi prajurit. Tiga prajurit dari Koramil 0827/22 Masalembu, yakni Serka Yohanes, Serda Bambang, dan Koptu Yunus, yang berperan penting dalam pengamanan penemuan 35 kilogram narkotika sabu, atas dedikasi, ketulusan dan keberanian mereka, Mayjen Rudy Saladin memberikan penghargaan yang luar biasa, yakni perjalanan umroh bagi prajurit Muslim, perjalanan wisata religi bagi yang non-Muslim, serta pendidikan untuk ketiganya.
Testimoni kepemimpinan yang merakyat Mayjen Rudi Saladin diakui Ketua GP Ansyor Jawa Timur.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana seorang Jenderal TNI bisa begitu dekat dengan rakyat, menjadi inspirasi bagi pemuda, yang hadir dengan penuh ketulusan. Safari Kebangsaan bukan sekadar kunjungan kerja, ini adalah perjalanan merawat Indonesia dari pulau ke pulau, dari hati ke hati,” ujar H. Musaffa Safril Ketua GP Ansyor Jawa Timur.
Profil Pangdam Brawijaya
Sebelum dipercaya menjabat Pangdam Brawijaya, Mayjen Rudi Saladin sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg). Sebelumnya, dia juga pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi pada Tahun 2019 hingga 2021, dan menjadi satu di antara orang terdekat presiden.
Menengok rekam jejaknya, Mayjen Rudi Saladin memiliki karir yang cukup impresif di dunia militer. Ia pernah menjabat Dandim 1008/Tanjung Tabalong, Sekretaris Pribadi Staf Angkatan Darat (Sespri KSAD), dan Danbrigif 6/Trisakti Baladaya pada tahun 2017-2018.
Kemudian, dia bertugas sebagai Asops Kodam VI/Mulawarman dari 2018 hingga 2019 sebelum menjadi ajudan Jokowi.
Setelah menjadi ajudan Jokowi, Rudy dipromosikan menjadi Danrem 074/Warastratama, kemudian menjabat Danrem Surya Kencana.
Pada 2023, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menunjuk Rudy sebagai Sekretaris Militer Presiden. Saat itu ia menggantikan Laksda Hersan yang menjadi Pangkoarmada III.
Rudy Saladin diketahui putra kelahiran Ujung Pandang (sekarang Makassar) yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 dan peraih penghargaan bintang Adhi Makayasa serta Tri Sakti Wiratama.
Selain pendidikan di dalam negeri, Rudy juga menempuh pendidikan di luar negeri, termasuk di US Army Command and General Staff College Fort Leavenworth dan Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, di mana dia meraih gelar S2 dalam bidang Hubungan Internasional.
Dengan pencapaian ini, Rudy Saladin menjadi jenderal bintang dua termuda di TNI, menyandang pangkat Mayor Jenderal sejak 9 November 2023. Selain itu, dia adalah orang pertama dari angkatan Akmil 1997 yang mencapai pangkat bintang dua.
Penulis:
Junaidi P.Hsb