Terinspirasi dari Alam, Maskas Batik Desain Motif Baru

waktu baca 2 menit
Rabu, 31 Des 2025 12:04 144 Suara Netizen

Suaranetizennews – Di sela-sela kesibukannya sebagai pebisnis, Sukasno tidak mau meninggalkan kecintaannya pada batik tulis yang sudah menjadi warisan budaya bangsa dan lama digelutinya. Dengan brand yang sudah dimilikinya, yakni Makas Batik, ia pun terus berkreasi dengan mendesain motif baru yang terinspirasi oleh alam atau lingkungan sekitar.

Sukasno terus mengembangkan usaha batik tulisnya. Usaha batiknya yang kini diberi brand Maskas Batik tersebut, bukan semata karena ingin meraih keuntungan materi, melainkan sebagai wujud nyata kecintaan dan kepeduliannya kepada batik tulis agar tetap tetap lesatri. Selain itu, tujuan lainnya ingin memberi penghasilan pada perajin batik tulis yang juga merupakan para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil menengah), dengan pesanan batik tulis yang diberikannya.

banner 600x600

“Ada puluhan pengrajin yang mengerjakan batik tulis orderan saya. Dikerjakannya di Yogyakarta, butuh ketelitian dan keuletan mengerjakannya karena ini batik tulis. Begitu juga prosesnya hingga jadi kain batik dan siap untuk dijahit menjadi baju butuh proses dan waktu agak lama,” ujar Sukasno.

Diungkapkan, pria yang mempunyai hobi olahraga Badminton ini, sejak mulai produksi pada tahun 2010 merasa bersyukur bisa memberi lapangan pekerjaan dengan memberdayakan para pengrajin batik.

Untuk motif batik yang dibuatnya adalah motif abstrak kontemporer dengan paduan warna tradsional dan modern, sehingga batik yang dibuatnya pas dipakai untuk berbagai kalangan, dari mulai anak-anak, dewasa maupun umum. “Batik tulis rancangan saya mempunyai ciri khas yang tidak terdapat di batik tulis lainnya. Al hamdulillah diminati banyak kalangan, dari mulai pejabat, selebritis, tokoh nasional hingga para gen-Z,” jelasnya.

Tidak mau statis dengan motif yang itu-itu saja, ia juga terus berkreasi dengan motif-motif baru dengan tanpa meninggalkan ciri khasnya, yakni motif yang terinspirasi dari alam atau lingkungan sekitar yang pernah di kunjunginya. “Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke Australia dan melihat langsung hewan khasnya, Kanguru, maka kemudian sepulang dari sana, saya goreskan gambar Kanguru di kain untuk kemudian dijadikan batik tulis,” bebernya.

Selain itu, ia juga terkadang makan di restoran atau tempat makan lainnya, apabila sedang berkunjung ke beberapa daerah dan kemudian makan dengan lauknya ikan, maka duri ikan tersebut menjadi motif batik tulis barunya.  “Inspirasi terkadang datang dari mana saja, terutama alam dan lingkungan yang dikunjungi. Bersyukur batik-batik tulis bermotif alam banyak yang menyukainya. Banyak yang membeli batik saya melalui offline maupun online,” pungkasnya.

Ruli Harahap

 

 

 

 

LAINNYA
error: Content is protected !!