Tetapkan Tim Efektif Transformasi, BP2SDM Kemenhut Siap Menjadi Agen Perubahan

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Sep 2025 19:38 131 Suara Netizen

Suaranetizennews,– Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan mengadakan Fokus Group Diskusi (FGD)  bersama awak media, Jumat 26/09/2025  di Media Center Gedung Kementerian Kehutanan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris BP2SDM Kemenhut, U. Mamat Rahmat  mengatakan, pihaknya telah menetapkan Tim Efektif Transformasi Organisasi melalui Surat Keputusan Kepala Badan P2SDM.

banner 600x600

“Tim ini dibentuk untuk mempercepat perwujudan transformasi BP2SDM dari supporting system menjadi core system, dalam pembangunan sumber daya manusia kehutanan,”jelasnya.

Mamat mengatakan, ketika BP2SDM Kemehut telah berubah dari suporting sistem menjadi core sistem, maka satu hal yang menjadi keharusan adalah, BP2SDM harus siap bertransformasi, sekaligus menjadi agen perubahan. “Oleh karena itu, kami harus mempersiapkan diri dengan berbagai pendekatan, bahkan kami sudah memiliki tim efektif transformasi,”katanya.

Salah satu upaya tranformasi lanjut Mamat, setiap UPT diwajibkan memiliki minimal satu inovasi.

Mamat menambahkan, bahwa transformasi organisasi menjadi kebutuhan mendesak agar BP2SDM mampu menjawab tantangan kehutanan masa depan melalui penyiapan sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa BP2SDM harus berperan sebagai jantung pengembangan SDM kehutanan yang adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Forestry Human Excellence.

Dengan adanya tim transformasi, Mamat  mengatakan setiap individu harus merubah maindset. “Ketika kami menyatakan telah bertransformasi, maka kami harus merubah maindset.  Transformasi  tentunya tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar bergerak melalui aksi nyata di lapangan,”jelasnya.

Selain itu, Mamat juga memaparkan rencana kerja yang telah disusun, dalam rangka memberikan arah implementasi melalui empat pilar strategis.

Pilar pertama, menekankan pembaruan strategi komunikasi dan branding yang dimulai dari internalisasi visi dan tagline kepada seluruh pegawai hingga penguatan citra kelembagaan melalui kampanye publik.

Pilar kedua, mengusung perubahan budaya kerja menuju core system dengan mengintegrasikan nilai-nilai kolaborasi, inovasi, dan orientasi hasil ke dalam aktivitas rutin sehari-hari.

Pilar ketiga, mendorong gerakan “Satu Balai, Satu Inovasi” sebagai ruang kreativitas dan adaptasi, sehingga setiap Balai P2SDM mampu menghadirkan solusi konkret dari permasalahan di lapangan termasuk pengelolaan KHDTK.

Pilar keempat, berfokus pada implementasi Corporate University sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan, yang dimulai dengan peluncuran resmi, pelaksanaan program percontohan, hingga evaluasi berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala BP2SDM, Indra Eksploitasia pada saat pembentukan Tim Transformasi, menyerukan kepada seluruh anggota tim tentang pentingnya kolaborasi lintas pusat, balai, dan sekolah kehutanan.

Dia juga meminta agar seluruh Ketua Pilar dan anggota tim segera melaksanakan mandat dengan sungguh-sungguh, memastikan adanya hasil nyata yang langsung dirasakan di lapangan, mulai dari penyusunan SOP sinergi Pusat–Balai, penetapan peta peran baru Balai, hingga pembekalan teknis penyuluh kehutanan.

“Transformasi ini, bukan hanya kebijakan dari atas, melainkan sebuah gerakan bersama untuk masa depan kehutanan Indonesia,”ujarnya Selasa 23/09/2025.

Dengan ditetapkannya Tim Efektif dan rencana kerja empat pilar strategis ini, Indra menegaskan komitmennya untuk mempercepat perubahan paradigma dalam pengembangan SDM kehutanan.

Dia berharap Transformasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam melahirkan Forestry Human Excellence, yakni SDM kehutanan yang profesional, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan global dengan solusi yang adaptif dan berkelanjutan sebagai perwujudan Asta Cita ke 4.

Penulis:
JUNAIDI P.HASIBUAN

LAINNYA
error: Content is protected !!